Lockdown Tahap II: Pemda Lamban, Mahasiswa KOMAPOK Bagikan 3 Ton Lebih Kepada Masyarakat Pegubin di Jayapura
SENTANI, JAYAPURA—Ketika Virus Korona (covid-19) muncul di negeri tirai bamboo, provinsi Wuhan China akhir tahun 2019. Dalam hitungan waktu relatif singkat dan cepat menyebar ke seluruh pelosok planet bumi dan memangsa manusia tanpa memandang struktur kelas manusia hingga jutaan nyawa manusia dimatikan dengan hitungan waktu yang singkat pula.
Sementara itu, masuk di Indoesia awal 2020 tepat bulan maret dan menyebar ke seluruh pelosok tanah air. Virus sangat ganas yang ditetapkan United Nations (PBB) sebagai bencana global.
Kehadiran virus Covid-19 ini membuat masyarakat global sedang berada dalam kepanikan, ketakutan, kekuatiran dan depresi. Bukan hanya itu saja melainkan seluruh kemegahan manusia di seluruh dunia ikut menggoncang seakan monster raksasa datang menguasai bumi diatas kenyamanan kedamaian dan ketentraman kehidupan umat manusia selama berabad-abad sampai pada puncak abad millenium ini.
Bagaimanapun juga, para pemimpin dunia dari tingkat bawa sampai pejabat Negara, dari lembaga kecil sampai organisasi antar bangsa tidak berdiam diri begitu saja atas krisis kemanusiaan tersebut. Mereka sedang berupaya membangun solidaritas demi perangi pandemic covid-19 ini. Mulai dari pencegahan, penelitian, isolasi wilayah, isolasi Negara, menyediakan pangan bahkan membatalkan event-event terbesar Nasional, Regional, dan Internasional untuk melindungi masyarakatnya. Kemudian diprediksi kedepan masuk pada era resesi ekonomi global (ekonomi dunia masuk dalam titik dasar).
Pemerintah provinsi papua juga mengambil langkah yang serupa untuk mencegah penyebaran virus ini secara massal tanggal 26 maret lalu secara resmi mengumumkan lockdown atau karantina wilayah di Provinsi Papua. Setelah karantina seluruh wilayah provinsi papua membentuk tim relawan penanganan pencegahan covid-19 dan melakukan upaya defensive on up to date 24 jam dan juga dari tingkat provinsi sampai tingkat pemerintahan desa menyediakan pangan dalam bentuk bantuan social entah sembako maupun uang tunai secara langsung.
Dengan melihat kondisi real saat ini, 28 kabupaten/kota di Papua sudah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakatnya dari terdampak covid-19. Sejak lockdown pertama tanggal 26/03/20 sampai sekarang berita ini diturun sudah masuk lockdown kedua bersakala besar. Pada kenyataanya pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang belum atau lamban menyalurkan bantuan dalam bentuk sebako maupun dana kepada masyarakat Pegunungan Bintang di 34 distrik maupun mahasiswa/pelajar dan masyarakat yang tinggal di Jayapura, Kota Jayapura, Keerom, se-Jawa Bali dan beberapa kota studi di seluruh Indonesia meskipun tanggal 9 april 2020 pemda Pegunungan Bintang sudah anggarkan 21 milyar plus 2 milyar dari provinsi untuk melayani masyarakat Pegunungan Bintang yang terdampak covid-19.
Masyarakat Pegunungan Bintang menanti bantuan serupa seperti tetangga kabupaten lain, pimpinan mereka langsung membantu bantuan sembako maupun dana kepada masyarakatnya namun harapan masyarakat itu berubah menjadi kecewa, menyesal dan sakit hati karena tidak sedikitpun pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang tidak membantu masyarakat yang sudah lama menungguh sampai pertengahan lockdown kedua ini.
Akhirnya kesabaran dan harapan pun sirnah dengan berjalannya waktu namun, Mahasiswa pelajar dan masyarakat di Jayapura tidak tinggal diam menunggu Pemda Pegunungan Bintang tetapi Mahasiswa pelajar dan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa/i Pelajar tiga Distrik Okyop, Okhamo, Okyip (KOMAPOK) ambil langkah untuk bertahan hidup dari ancaman covid-19 ini telah membentuk tim peduli covid-19 secara sukarela dan tim ini mengajukan permohonan bantuan sembako kepada pemerintah Provinsi Papua melalui Sekda Provinsi Papua.
Perjuangan tim ini membuahkan hasil sesuai dengan harapan perjuanganya, pemerintah Provinsi Papua sudah berhasil menjawab permohonan tim yang diajuhkan dengan membantu menyalurkan bantuan sembako. Pertama dibantu oleh asisten sekda Provinsi Papua secara pribadi dan kedua bantuan dari pemerintah Provinsi Papua berjumlah 2 ton lebih dan sembako lainya. Dari kedua sumber bantuan yang dibantu pemerintah Provinsi Papua didropping langsung ke basis tiga Ok Jalan Pasir Sentani tanggal selasa 12 dan kamis 14 mei 2020.
Ditengah pembagian sembako hari ini jumat, 15/05/20 di basis KOMAPOK jalan Pasir Sentani. Salah satu anggota tim peduli covid-19 Moristus Taplo, ST menyampaikan “dalam pembagian sembako ini; Beras 2 ton lebih, 1 ton sembako lain seperti Supermi, garam, Bimoli dan yang lain dibagikan kepada Mahasiswa, Pelajar, dan Masyarakat di 29 basis sekota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom. Kita saksikan sama-sama entah Banyak atau sedikit, besar atau kecil apa yang dibantu oleh pemerintah Provinsi Papua kita patut bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih juga kepada Pemerintah Provinsi Papua.”
Ditengah pembagian sembako seluruh masyarakat, mahasiswa dan pelajar Pegunungan Bintang memadati basis KOMAPOK (3OK) jalan pasir Sentani. Tengah pembagian berlangsung Ketua Tim Peduli Covid-19 menyatakan “tim bentuk secara sukarela dan melobi ke pemerintah provinsi Papua untuk membantu bama kepada masyarakat, Mahasiswa, pelajar pegunungan Bintang yang berdomisili di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom jadi kami tidak kerja betul-betul untuk masyarakat kami tidak punya kepentingan apapun dalam tim ini. Karena kami lihat sampai lockdown kedua ini pemda pegunungan Bintang tidak membantu kami sehingga kami kelaparan dan minta bantuan bama kepada pemerintah provinsi secara sukarela. ”
Mewakili masyarakat pegunungan Bintang Demianus K. kalakmabin menegaskan pemerintah Provinsi Papua dan Pusat, “dalam menghadapi bencana musibah seperti ini siapaun dia akan dapat yang punya ber-ktp kah, tidak punya KTP kah pejabat kah, pastor kah, pendeta kah, bayi kah, entah sekalipun presiden oleh jadi siapapun dia simpan jabatan, kepentingan, kelas social dan turun layani rakyat dengan hati dan kasih. Kami minta pemerintah pemerintah Provinsi dan Pusat supaya segera pertanyakan dan tegur pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.karena pemerintah pemda pegunungan Bintang Lamban dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat meskipun anggaran untuk tangani covid-19 sudah dianggarkan awal april lalu tetapi belum ada realisasi sampai detik ini.”
Perwakilan mahasiswa pelajar Charles Mimin juga menambahkan “kami mahasiswa adalah pihak independen, tidak ada aturan yang mengikat kami jadi kami bentuk tim dan berjuang ini sebagai bentuk bentuk kepedulian kami untuk mahasiswa, pelajar dan masyarakat pegunungan bintang. yang dianggarkan untuk covid-19 ini benar-benar untuk masyarakat dan harus 100 % berikan kepada masyarakat bentuk pelayanan apapun. Dan saya sendiri siap mati untuk banyak orang. kalo tidak, Siapaun yang main-main dengan anggaran ini konsekuensinya adalah harus proses sesuai dengan Undang-Undang No. 21 tahun 2020 tentang Covid-19 dan Undang-undang No. 6 tahun 2018 tentang karantina. Tutupnya”
Sebelumya selasa tanggal 12/5/20, Asisten satu sekda Provinsi Papua Bapak Doren Wakerwa langsung turun ke Basis KOMAPOK Jalan Pasir Sentani menyerahkan bantuan Sembako Kepada Mahasiswa, Pelajar, dan Masyarakat.
Ditengah acara penyerahan sembako tersebut perwakilan masyarakat Pegunungan Bintang Methodi Taplo berpesan kepada Bapak Wakerwa “ lebih atau sedikit yang Bapak bantu kami. Saya mewakili masyarakat Pegunungan Bintang menyampaikan terimasih kasih banyak dan juga dalam tugas pelayanan selanjutnya. kalau lockdown kedua masih berlanjut maka Bapak sebagai Orang Tua Kami, Kami akan datang lagi untuk membantu kami. kalo kami datang tolong terima kami karna kalo kami tunggu pemda Pegunungan Bintang tidak mungkin membantu kami lagi”ucapnya.
Kontributor : Komokunokweng D. Kalakmabin
Penulis : Komokunokweng D. Kalakmabin
Editor : Fransiskus Kasipmabin
