Refleksi Hidup Beragama Jelang Natal 2022.Dari Seorang Pemuda Pejalan kaki,Demianus Kalakmabin
Doc Mandala Papua. Com/Seorang Pejalan Kaki(KPK) Demianus Kalakmabin Kabupaten Pegunungan Bintang.
Jayapura, MANDALA PAPUA.COM– Hari ini, Minggu 25 Desember 2022 umat Kristiani merayakan Natal, Berikut pesan dan harapan dari salah satu seorang pemuda pejalan kaki (KPK)Pegunungan Bintang.
Demikian disampaikan salah satu anggota komunitas pejalan kaki (KPK) Pegunungan Bintang Demianus Kalakmabin,dalam memberikan pesan dan kesannya terkait perayaan Natal 2022 dan menyambut Tahun Baru 2023.
Sikap saling menghargai perbedaan antar umat dan mencintai kedamaian, merupakan refleksi dari substansi ajaran agama apa pun yang tumbuh berkembang di Indonesia.
Menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), Demianus Kalakmabin berharap,masyarakat maupun ormas keagamaan lebih mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati di tengah keberagamaan Indonesia terlebih dahulu di kabupaten Pegubin.
Diantaranya,Dalam Konteks Natal secara sederhana Perayaan Natal identik dengan “Pesta keluarga” seperti 2000 tahun Silam Katanya.
Demianus yang juga pemuda pejalan kaki (KPK) Pegubin Melontorkan, Dimana Tuhan Allah mengutus Sang Juruselamat PutraNya datang ke dunia lewat Keluarga sederhana santo Yusuf & dan Bunda Maria di kandang Betlehem (Israel) demi membebaskan umatNya dari cengkraman kuasa dosa,
Penjajahan Dosa,Dan juga membebaskan manusia dari dominasi belenggu kejahatan dosa di bumi seperti diwartakan lewat perantaraan para nabi sebelumnya.
Menurutnya,Salah satu nuh buatan yang cukup vokal diwartakan melalui perantaraan nabi Yesaya menggenapinya. “Sebab itu Tuhan Sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda,
“Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”, (Yesaya 7:14-15) dalam kutipan injil tersebut.
Pada waktu itu, bangsa Israel menerima kabar Gembira, kabar pembebasan, kabar suka cita, kabar bahagia, kabar keselamatan yang mereka sudah tunggu berabad-abad lalu lewat kini sudah tiba.
Tuhan Allah mengutus MalaikatNya menyampaikan kabar suka cita itu lewat para Gembala di padang gurun menyatakan “Hari ini telah lahir Bagimu Juruselamat, Yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lamping dan terbaring dalam palungan.” (Luk 2: 11-12)
Dalam pesan nya, Peristiwa Suka cita damai Natal yang kita rayakan setiap tanggal 25 Desember atau malam menjelang tanggal 25 Bunda Maria melahirkan sang Juruslamat 2000 tahun yang silam, Sesungguhnya mengingatkan UmatNya untuk lahir kembali.
Ketika merayakan pesta suka cita Natal kita diajak, dingatkan dan dipanggil untuk “Lahir kembali” Artinya kembali kepada diri sendiri, kembali kepada keluarga dan kembali kepada komunitas keluarga.
Agar bagaimana memperbaharui, merefleksi, merekonsiliasi dan menyadari seluruh perjalanan hidup kita.Setelah itu, lahir kembali artinya, memastikan kehidupan kita selanjutnya dengan membangun hubungan erat dengan Tuhan dan sesama manusia Demianus dalam pesan natal nya Berujar.
Lanjut Kalakmabin,memupuk, memelihara dan mengembangkan serta menanamkan benih nilai-nilai Cinta Kasih, kedamaian, keadilan, kebenaran, persatuan, persaudaraan, kekeluargaan dibangun lewat pribadi, keluarga dan lingkungan dimana kita berada demi mewujudkan visi-misi Tuhan Allah Yang dituliskan melalui Alkitab.
Karya pelayanan Kristus Yesus sang Putra Natal itu,Hanya dengan hal-hal tersebut kita mampu melawan stigma dan hegemoni kuasa dosa yang merusak hubungan antara pribadi kita dengan Tuhan Yesus sang Juruselamat pesan Demianus.
Menurut Demianus ditengah pesta Natal tahun 2022,Hal-hal yang dapat memutus hubungan antara kita (manusia) dengan Tuhan Yesus ialah ketamakan, ketidakadilan, kebencian sesama saudara, kesombongan, tinggi hati, tidak mengakui sesama, tidak menghargai sesama.
Juga berpandangan,Dari perspektif yang kompleks kita hidup di satu planet dengan dua warna yang berbeda yakni; hitam dan putih, langit dan bumi, sorga dan Neraka, musim hujan dan musim panas, pria dan wanita, benar dan salah, positif dan negatif.
Sebab dan akibat, laut dan darat,Dua dimensi kehidupan umat manusia di satu planet ini hanya kita sendirilah yang menentukan pilihan Hidup yang tepat dan benar.
kita pilih sorga untuk menemukan kehidupan yang bahagia di alam abadi bersama Tuhan Yesus sang Putra Natal atau memilih neraka untuk menerima kehidupan abadi yang penuh sengsara menderita di alam abadi setelah ajal menjemput kita.
Dalam kehidupan kita tetap mengalami kelahiran, kesakitan, tua dan mati perjalanan Hidup kita ini ditentukan oleh dua faktor penting ini, pola hidup dan karakter kita menentukan bagaimana membangun relasi yang baik atau buruk.
Antara kita dengan Tuhan Yesus sang Putra Natal sama pula membangun hubungan sesama keluarga sak saudara kita dan seluruh ciptaan Tuhan di atas alam semesta ini pandang Demi dalam suasana Natal ini.
Juga menambahkan,Rekam perjalanan Hidup dan realitas kehidupan umat Tuhan di tanah Papua khususnya Orang asli Papua (OAP) ras Melanesia 8 wilayah adat 250 lebih suku dan sub suku yang mendiami Pulau New Guinea bagian Barat.
Dari kaca mata iman dan kepercayaan umat Kristen melihat, merefleksi dan memahami fakta menunjukkan bahwa visi dan misi Tuhan Allah untuk mewujudkan dunia yang damai-adil.
Benar dan berlandaskan cinta kasih Allah yang dibawakan oleh Yesus Kristus Putra Natal hanya suatu slogan untuk menghias dan melicinkan mulut dan hias mimbar gereja ibarat (Hati kapital, mulut domba).
Kalakmabin Mengakui, Faktanya, setiap hari kita mendengar dan melihat selalu ada Pembunuhan, penembakan, pengusuran hutan, kerusakan lingkungan, pengungsian internal dimana-mana, kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi, keterbatasan SDM, jakarta-Papua saling tidak akui.
Mitos Buta aksara tidak mampu, belum bisa, terbelakang, masih gaungkan di tubuh umat Tuhan sebagai ahli waris tunggal tanah Papua ini.
Setiap tahun kita merayakan Natal sebagai hari dimana awal mula umat seluruh bumi menerima kabar keselamatan dan kebebasan dari Tuhan kepada umatNya untuk membebaskan mereka dari belenggu dosa Ucap Pemuda pejalan kaki di MANDALA PAPUA-COM.
Dengan harapan bahwa Tanah Papua yang penuh sejuta masalah ini setiap pihak punya kepentingan tanah Papua membuka hati dan pikiran untuk duduk di satu meja selesaikan dari hati.
sehingga menciptakan Susana kedamaian abadi tumbuh di tengah Umat Tuhan di Tanah Papua, Tutup Demianus Pegubin.
Selamat merayakan Natal,
25 Desember 2022 & menyongsong tahun baru 01 Januari 2023*(Demianus Kalakmabin/An)
