Virus Corona (Covid-19) Menyadarkan Kita Untuk Menjaga Eksistensi Kekeluargaan

0
index

Oleh Marsilia Apintamon)*

Corona virus (Covid-19) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit (penderitaan) pada manusia. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus Coroni pertama kali ditemukan di Provinsi Wuhan, Cina dan menyebar ke hampir seluruh dunia. Virus corona yang sedang melanda di hampir seluruh dunia ini di duga bahwa awalanya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun kemudian proses selanjutnya diketauhi bahwa virus corona juga menular dari manusia ke manusia sehingga yang terjadi adalah mengakibatkan kematian banyak orang.

Segala alat cangi dan obat-obatan untuk mengatasi virus corona ini pun dapat ditemukan melalui percobaan-percobaan luar biasa tetapi faksin (obatnya) belum ditemukannya hingga saat ini. Virus corona menyebabkan penderitaan dan memakan puluhan korban jiwa. Ini adalah pengalaman umum yang sedang dialami oleh dunia saat ini. Sampai saat ini, belum ada faksin untuk mencegah infeksi virus corona. Oleh sebab itu, beberapa cara pencegahan ditawarkan untuk menghindari faktor-faktor yang bisa dapat menyebabkan tubuh kita terinfeksi virus ini, yaitu diterapkannya social distancing (jarak sosial), physical distancing (menjaga jarak), lockdown (mengunci atau karantina wilayah).

Dalam  situasi seperti ini mengingatkan kepada kita untuk bagaiman cara membagun relasi dan solidaritas antar keluarga, antar komunitas, antar lembaga dan antar masyarakat luas (eksistensi kekeluargaan). Sebab virus corona (covid-19) menyadarkan kita untuk menjaga eksistensi kekeluargaan. Pada situasi pandemi virus corona ini juga perlu dilihat juga sebagai momen yang tepat bagi setiap kita untuk memhami bahwa ada sisi-sisi positif yang membangkitkan pengalaman eksistensi kekeluargaan kita. Mengapa demikian? Karena mungkin sebelum-sebelumnya kita tidak menyadari keberadaan kita sepenuhnya bahwa betapa pentingnya kehidupan kekeluargaan. Dengan demikian adanya virus ini, menyadarkan kita untuk  tetap mencintai tempat di mana kita berada dan menyadri bahwa kekeluargaan adalah surga bagi kehidupan kita.

Penulis: Marsilia Apintamon,  Mahasiswi Poltekes  Jayapura   tinggal di Jayapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *