Tokoh Intelektual Pegubin Bersatu Dalam Motto Mari Bangkit Membangun Bersama

0
FB_IMG_1588591445421

Melki P. Uropmabin (Dok. Pribadi)

Oleh: Pimkan Melki Uropmabin

Habis Gelap Terbitlah Terang. Kalimat ini memaknai bahwa manusia ketika mengalami masa-masa sulit, tetapi juga akan merasakan masa-masa membahagiakan. Perjalanan Kabupaten Pegunungan Bintang memasuki 17 tahun lebih ini, banyak tantangan dan hambatan yang di hadapi, oleh para pejuang maupun pimpinan terdahulu.

Bayangkan saja sejak kabupaten Pegunungan Bintang dimekarkan dan beribukota di oksibil, banyak perubahan yang telah terjadi, dan banyak pulah hal yang telah dikerjakan, namun masih banyak juga kekurangan dan masih perlu dibangun demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Pegunungan Bintang itu sendiri.

Negeri OK/ME/MEK yang dulunya hutan belantara di pedalaman Papua, kini berubah menjadi kota di tengah hutan. Perubahan dan pembangunan terus di galakan demi tercapainya masyarakat pegunungan bintang yang sejahtera. Negeri OK/ME/MEK memang berbedah dengan daerah lain di Papua, karena terkenal dengan karakterisrik adat dan budayanya. Negeri OK/ME/MEK juga terkenal dengan potensi pariwisata alam di negeri ini. Kehidupan masyakatan negeri OK/ME/MEK ini hanya bercocoktanam atau berkebun, berburuh, dan meramu. Orang negeri OK ini juga memiliki tipe yang sangat ramah dan cepat berkomunikasi dengan dunia luar.

Seiring dengan perkembangan zaman negeri dalam Awan ini telah melahirkan SDM yang handal dan mereka kembali mengabdi di daerahnya.  Walaupun Fakta menunjukan bahwa Akses Transportasi yang begitu mahal dan kondisi geografis yang sangat susah membuat para pemimpin harus berjuang sekuat tenaga untuk terus membangun daerah ini,dengan melakukan pelayanan ke 34 distrik dan 277 kampung.

Dengan Niat yang kuat serta pengalaman yang diperoleh menjadikan modal utama bagi para intelek Anak Negeri OK/ME/MEK ini terus berjuang mengejar ketertinggalan dengan motto; “Terip,Tibo,Semo,Nirya” yang artinya ‘’Mari,Bangkit Membangun Bersama” yang di cetuskan oleh para pejuang Kabupaten Daerah ini, sehingga kini telah menunjukkan perkembangan dan berbagai kemajuan dan keberhasilan pemabngunan di wilayah Pegunungan Bintang  mulai di capai, tetapi tantangan perkembangan pembangunan kedepan tentu akan semakin berat, masih banyak permasalahan daerah yang harus di atasi secara Bersama.

Beberapa permasalahan Utama yang di hadapi saat ini di antaranya, terbatasnya Sumber Daya Aparatur (SDA) secara kualitas maupun kuantitas,seperti Aparatur Pemerintahan, Guru, Tenaga Medis-Para Medis dan tenaga PPL.

“ juga terbatasnya Prasarana dan sarana Pemerintahan,Pendidikan,Perekonomian,serta Gedung Perkantoran, Sekolah,Polindes atau Pustu,puskesmas dan pos Obat Desa,” selain itu regulasi terkait pembatasan kelembagaan pemerintahan seperti Dinas,Badan bagian,unit pelaksana teknis. Dan belum tersediannya Lembaga Ekonomi seperti Bank,Koperasi,UKM. Juga terbatasnya lembaga-lembaga masyarakat seperti Organisasi Massa,organisasi profesi,dan keagamaan.

Juga terbatasanya atau belum tersediannya aksesibilitas seperti, transportasi,informasi atau komunikasi. Terus terbatas atau minimnya Listrik dan Air bersih. Lalu penduduk yang bermukim berpencar dan terisolir. Untuk mengatasi berbagai tantangan dan permasalahan daerah di wilayah Pegunungan Bintang ini Hanya ada satu cara yakni “ Intelek Pegubin Harus Bersatu” dengan bersatulah semua tantangan dan hambatan pembangunan daerah ini bisa dapat di atasinya.

Seiring dengan perkembangan daerah tentu bisa merubah tatan hidup masyakat lokal suatu daerah harus mengutamakan kekompakan dan persatuan dengan menyamakan satu presepsi dan menanamkan nilai-nilai kekrabatan, persaudaraan,nilai-nilai adat istiadat yang sudah di bangun dan di budayakan oleh nenek moyang dari generasi ke generasi.

Intelek dan Masyakata dalam tulisan ini adalah terkait dengan sebuah Dampak yang di rasahkan Masyarakat Pegubin dari hasil perpecahan Kaum INTELEK Pegubin, baik di tingkat Birokrasi maupun tingka Politik yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di wilayah ini.

Bukan hanya itu saja dampak yang utama dan sanagat  tidak etis yang terjadi di wilayah pegubin adalah sifat Egois,Sentimen, Sukuisme, Margaisme,Distrikisme dan masih banyak dampak lainnya yang kini terjadi di wilayah pegubin selama ini. Padahal Kabupaten Pegunungan Bintang dahulu kalah disebut sebagai satu keluarga dari satu Moyang yang menjadi pegangan hidup manusia Negeri OK/ME/MEK Kabupaten Pegubin yakni Rumah Adat (AP IWOL) sebagai simbol Pemersatu,Penyempurna, antar sesama manusia di negeri ini mulai dari Urop,Kasipky,Kakyar/Larky,Kalaky Dan I, Mabin Na.

Persatuan dan kekompakan yang telah di wariskan nenek moyang pegubin terus di wariskan dari generasi ke genarasi hingga jatuh di pundak para pejuang Kabupaten Pegunungan Bintang akhirnya berkat persatuan yang di wariskan tersebut hasilnya kita sudah mulai merasakannya, baik di bidang pembangunan, seperti SDM, infrastruktur dan masih banyak pulah fenomena baru yang mulai kita rasakan.

Di sisi lain kekompakan dan persatuan yang telah di cetuskan para pejuang Kabupaten Pegubin yang kini kita kenal sebagai Motto Kabupaten pegunungan bintang yakni : “Mari Bangkit Membangun Bersama” itu, kini mulai terkikis secara perlahan mengikuti Arus perkembangan yang terjadi salah satunya adalah Pecahnya Kaum INTELEK Pegubin dan pada kahirnya berpengaruh terhadap kehidupan Alam dan Masyakat di Negeri Gunung Berbintang ini.

Kapankah? INTELEK Akan BANGKIT,BESATU,Membangun BERSAMA?? Atauhka? Biarkan RAKYAT-Mu Menderita Di Atas Negerinya Sendiri ?? Padahal ! Masa depan Negeri Gunung Berbintang dan Negeri Seribu OK/Me/Mek(sungai) ini. Berada di pundak ‘’ Anda (UROPKY) dan Saya ( SEP NINGA)”.

——–-Ayo….Demi Rakyat Pegubin Saatnya Kita Bersatu—————

 

Penulis Adalah  AKTIVIS PEMUDA Pegubin, Sebagai Jurnalis RRI Oksibil,  Orang Asli Pegunungan Bintang 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *