Mahasiswa Desak Bupati Usman Wanimbo Tangani Covid-19 Di Kabupaten Tolikara Papua

0
IMG-20200503-WA0000

Mahasiswa Tolikara Berfoto Bersama Usai Aksi Mimbar Bebas (Dok.Julia Opki-TP)

YOKYARAKATA, TRIBUNPAPUA.ID—Puluhan Mahasiswa asal Kabupaten Tolikara Papua se-Indonesia melakukan Aksi mimbar bebas di Depan halaman Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I Yogyakarta, mendesak bupati tangani virus Pandemi Covid-19 di kabupaten Tolikara. Mahasiswa menilai Bupati tidak bertangung jawab terhadap virus yang mematikan itu muncul di Papua, dan menghilang dari kabupatennya.

Mahasiswa asal Tolikara Papua menilai bupatinya menghilang, tidak membentuk Tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di daerahnya. Begitupula tidak mengakomodir semua komponen perangi Virus itu.

Menurut Namile Kogoya, Kordinator Lapangan kepada media ini usai aksi Mimbar bebas mengatakan Sejak pandemi virus corona ini, bupati Tolikara sendiri menghilang, orang tua kami yang kebanyakan bekerja sebagai petani juga kesulitan mencari uang. Akibatnya tidak ada sumber pendapatan untuk memnuhi kebutuhahn hidupnya.

Nami mengatakan “Kami mahasiswa juga sampai dengan hari ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah Tolikara, pada hal di Jawa sini sudah berlakukan Locwdon maupun PSBB mengakibatkan mahasiswa hanya di kos kosan maupun di asrama” katanya.

Menurutnya, kondisi ekonomi orang tua yang tidak menentu, dilarang melakukan jual beli hasil bumi yang membuat kehidupan orang tua di daerah tidak membuat apa apa.   Bahkan mengirimkan uang pun sulit karena semua akses dibatasi dan kami di sini pun juga sangat sulit akibat dampak virus corona ini, jelasnya.

Ia berharapan semoga pemerintah Tolikara bisa mengambil langkah secepatnya untuk bisa membantu mahasiswa se-Indonesia maupun orang tua yang juga kesulitan di kabupaten Tolikara sana, bebernya.

Aksi mimbar bebas ini tidak hanya dilakukan di Yogyakarta tetapi juga kota kota lain di Indonesia seperti Malang, Surabaya, Semarang, Jakarta, Bandung, Grontalo dan beberapa kota linnya. Aksi mimbar itu menuntut dan mendesak; Pertama, Menuntut bupati, segera mencopot kepala dinas Pendidikan dan EKBAN dengan alasan tidak mampu bekerja melayani pendidikan di kabupaten; Kedua, Menuntut kepada pemerintah Tolikara harus menyediakan fasilitas komputer/laptop dan wifi di setiap kota studi, dengan alasan selama pandemi aktifitas perkuliahan dilakukan secara online; Ketiga, Menuntut kepada pemerintah Tolikara segera menyalurkan hak-hak mahasiswa seperti: pemodokan/kontrakan, hak studi akhir mahasiswa, segera cairkan dana studi langkah.

Keempat, Pemerintah daerah Tolikara segera tiadakan dan bubarkan dapur umum yang dibuka oleh TNI/Polri di Karubaga, Tolikara;  Kelima; Pemerintah Tolikara segara mengambil langkah cepat untuk menangani virus corona seperti kabupaten tetangga lainnya di Provinsi Papua, Indonesia; Ketujuh; meminta kepada Gubernur Papua dengan tegas menegur Bupati Tolikara yang lalai menjalankan tugas dalam mengayomi masyarakat dan mahasiswa selama Pandemi Virus Corona ini.

Menurut pantauan media ini di Lokasi Aksi, Mahasiswa melakukan Aksi Mimbar bebas belum lama ini di Depan Asrama Papua Kamasan bejalan dengan lanjar hingga selesai 11.30 waktu Yogyakarta.

 

Penulis: Julia  M. Opki 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *