Upaya Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) Mendirikan Sekolah Standar Internasional Di Pegunungan Bintang

0
IMG-20200501-WA0000

Para Guru YBBCK Papua Mendalami ILmu di IALF Bali (Foto Bersama Direktur, Guru dan Pengelola ALF/TP)

Oleh: Ferdinandus Bamulki, S.IP)*

 

Perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat membuat semua orang terdorong niat untuk memperbaiki kondisi kehidupannya. Dampak perkembangan dunia turut mempengaruhi penyelenggaraan pembangunan di seluruh dunia, tidak terkecuali pelaksanaan pembangunan dan kehidupan masyarakat di Papua. Masyarakat Papua saat ini dihadapkan dengan berbagai bentuk permasalahan hidup yang disebabkan oleh derasnya arus modernisasi sebagai konsekuensi perubahan perkembangan jaman dan teknologi yang tumbuh pesat di dunia. Masyarakat Papua yang masih hidup dalam keterbatasan intelektual, kerapuan moral dan mental, kemerosotan nilai-nilai sosial-budaya, dan hidup dalam rutinitas hidup yang kurang produktif sedang terhanyut dalam derasnya arus modernisasi. Pada saat yang sama masyarakat dunia di wilayah Asia-Fasifik telah menyungsong terbukannya akses investasi di wilayah Fasifik. Hal ini ditandai dengan terselenggaranya forum ekonomi dunia (AFEC) di PNG yang melibatkan negara-negara adikuasa seperti Cina, America, Japan, Korea, Singapore, dan lain-lain.

Secara ekonomi bangsa Indonesia termasuk negara yang memiliki wilayah strategis untuk prospek invastasi yang menjanjikan bagi investor asing. Oleh karenanya belakangan ini banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan dua provinsi yang merupakan bagian integral dari Indonesia memiliki cadangan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini membuat negara (pemerintah Indonesia) sangat serius melindungi dan menjaga Papua dan Papua Barat dari pengaruh asing. Namun demikian keseriusan negara (Pemerintah Indonesia) dalam menjaga Papua dan Papua Barat terkesan sangat semu karena sejauh ini Negera hanya memproduksi sejumlah perundang-undangan agar dengan leluasa menguasai dan memanfaatkan Sumber Daya Alam Papua untuk kepentingan pembangunan Indonesia di luar Papua. Cara negara dalam mengurus Papua dan Papua Barat di mata orang asli Papua adalah Negara hadir sebatas melindungi Sumber Daya Alam (SDA) karena cita-cita aneksasi Bangsa Papua melalui sejumlah proses politik dunia yang dilakukan pemerintah Indonesia hanya merupakan bentuk pengamanan kandungan SDA yang terkandung di tanah Papua dan bukan karena untuk menghargai dan melindungi manusia Papua yang sudah lama hidup di negri Papua. Ketidakseriusan negara dalam melindungi, memelihara, mencerdasakan dan membangun manusia Papua yang berbudi luhur, bermoral, beriman, berdaya cipta dan lebih maju dalam segala hal diperpara dengan praktek penyelenggaraan pemerintahan yang terkesan banyak melakukan tindakan KKN sehingga pelaksanaan pembangunan di daerah tidak menyentu hati masayarakat tetapi banyak meninggalkan kesan buruk di mata rakyat.

Pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan melalui sebuah proses perencanaaan, penganggaran dan implementasinnya dianggap secara politis oleh sebagaian orang asli Papua yang memiliki motif kepentingan ekonomi dan politik di daerah. Konstelasi politik yang berlebihan di daerah dapat mempengaruhi kebijakan pembangunan di daerah. Hal ini membuat masyarakat terkesan semakin sulit merasakan adanya niat baik pemerintah dalam memberdayakan orang asli Papua dalam segala aspek kehidupan karena sejauh ini yang dirasakan masyarakat dari pelaksanaan pembangunan dan penyelengaraan pemerintahaan hanya meresakan keteraturan hidup rakyat.

Masyarakat Pegunungan Bintang pun turut merasakan dampak perkembangan jaman dan teknologi di dunia. Arus modernisasi yang masuk merasuki masyarakat di Pegunungan Bintang telah banyak mempengaruhi keteraturan nilai-nilai hidup di masyarakat. Pada saat yang sama arus investasi ekonomi dunia mulai masuk di Pegunungan Bintang. Hal ini terlihat dari kembalinya aktivitas eksplorasi yang dilakukan oleh PT.Antam Indonesia setelah beberapa tahun jeda. Ada pula beberapa perusahaan nasional dan internasional yang hendak berinvestasi di wilayah Pegunungan Bintang. Sejalan dengan ini masyarakat Pegunungan Bintang sudah mulai mengakses sejumlah fasilitas teknologi dan peradaban maju lainnya.

Kehadiran sarana komunikasi dan informasih yang berbasis teknologi jaman now turut mempengaruhi gaya hidup dan cara berpikir masyarakat Pegunungan Bintang. Cara berpikir masyarakat Pegunungan Bintang saat ini sudah semakin luas jika dibandingkan dengan gaya hidup dan cara berpikir masyarakat Pegunungan Bintang sepanjang belasan tahun yang lalu. Perubahan beradaban masyarakat Pegunungan Bintang saat ini sangat riskan karena tidak sejalan dengan perubahan nilai fondamental hidup yang luhur. Artinya masyarakat Pegunungan Bintang semakin tidak beradab dengan cara berpikir, gaya hidup, dan rutinitas saat ini. Teknologi telah menjadikan masyarakat semakin tidak hidup dalam rutinitas yang produktif, beriman, dan beradab. Segala bentuk keteraturan nilai sosial, cultur, ekonomi, kekerabatan, adat-istiadat, dan nilai hidup yang luhur sudah terkikis habis. Masyarakat sudah mulai saling menghakimi, saling menghujat, saling berselisi paham atas tanah ulayat, atas jabatan, atas apapun yang bisa menghasilkan uang. Bahkan yang lebih jahat lagi sampai pada tindakan membunuh sesama masyarakat asli Pegunungan Bintang. Masyarakat Pegunungan Bintang saat ini sudah terlarut dalam bayang-bayang penyakit sosial yang sangat riskan.

Dalam situasi riskan seperti ini telah hadir sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK). Yayasan ini hadir kareda peduli akan kondisi dan situasi real perkembangan kehidupan masyarakat Pegunungan Bintang secara khusus dan untuk Papua secara umum. Maksud dan tujuan dari pendirian Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) ini lebih banyak berekspansi di bidang sosial, bidang kemanusiaan dan bidan kerohanian.

Pertama, dalam rangka memenuhi tanggungjawab dibidang sosial maka Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) merencanakan beberapa bentuk kegiatan yakni; (a). Mendirikan lembaga pendidikan formal melalui pendirian sekolah umum berpola asrama yang berstandar internasional mulai dari tingkat kelompok bermain hingga perguruan tinggi (Jangka Panjang); (b). Mendirikan lembaga pendidikan nonformal melalui pendirian lembaga penyedia jasa kursus-kursus, jasa pelatihan, pendirian sanggar seni, dan lain-lain; (c). Mendirikan lembaga panti dengan mendirikan panti asuhan, panti jompo, dan panti wreda; (d). Menyediakan jasa pelayanan kesehatan dengan mendirikan Laboratorium kesehatan, poliklinik, dan Rumah Sakit; (e). Malaksanakan pembinaan olaraga dengan membangun sport center; dan (f). melaksanakan kegiatan riset, melaksanakan studi banding, studi lapangan dan pengabdian kepada masyarakat.

Saat ini kami telah merintis sebuah sekolah dasar berbahasa inggris di Distrik Serambakon Kabupaten Pegunungan Bintang. Sekolah ini belum bias beroperasi selayaknya sekolah regular nasional lainya karena kami sedang berupaya menyiapkan segala sesuatu yang menjadi syarat cukup penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Syarat cukup yang kami maksud antara lain fasilitas belajar mulai dari bangunan sekolah (ruang guru, ruang kelas, perpustakaan dan lain-lainya), bangunan asrama, fasilitas olaraga dan fasilitas pendukung lainnya. Selain sarana dan prasarana pendidikan yang kami usahakan, kami bersama pemerintah daerah melalui dinas P&P Kabupaten Pegunungan Bintang berusaha merkomunikasih dengan Dirjend Pendikdas untuk memperoleh ijin operasional sekolah. Sehinggga sekolah internasional yang kami rintis bisa segera beroperasi. Sekolah yang kami rintis ini kami namakan Sekolah Papua Cerdas atau disingkat Pace School.

Untuk menyelenggarakan pendidikan dasar standar internasional kami harus membutuhkan sumber daya manusia yang cukup memadahi mulai dari guru, pengurus sekolah, penjaga asrama, pendamping, tutor, penjaga sekolah,security, dan lain-lainnya. Tahun ini kami telah dibantu oleh pemdah Pegunungan Bintang untuk mengirim calon guru-guru untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris di yayasan AILF Bali. Hanya saja ditengah perjalanan studi mereka Indonnesia terkena dampak wabah COVID-19 sehingga mereka terpaksa dipulangkan. Namun demikian kami sudah berkordinasi dengan pihak lembaga penyedia kursus AILF Bali sehingga mereka bisa studi online menggunakan aplikasih zoom. Sementara itu untuk falitas sekolah PACE School saat ini Pemerintah Daerah siap membantu membangun sarana dan prasaran di sekitar lokaksi tanah khususkan sebagai kawasan pendidikan di Pegunungan BIntang yakni di sekitar Yapimakot. Pembangunan sekolah, asrama dan fasilitas penunjang kegiatan PACE School akan dibangun oleh pemdah dan dihibakan kepada yayasan. Yayasan akan menggunakan fasilitas ini untuk mendidik, membina dan mencerdasakan anak-anak Pegunungan Bintang secara khusus dan untuk anak-anak Papua secara umum.

Kedua, dalam rangka memenuhi tanggungjawab dibidang kemanusiaan maka Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) menyelenggarakan beberapa bentuk kegiatan yakni; (a) Memberikan bantuan kepada korban bencana alam; (b) Memberikan bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin, dan gelandangan; (c) Menyelenggarakan persiapan dan perlengkapan perlengkapan menurut ajaran agama Kristen seperti menyediakan keranda, mobil jenazah, dan ambulan; (d) Memberikan perlindungan konsumen; dan (e) Melestarikan lingkungan hidup.

Ketiga, dalam rangka memenuhi tanggungjawab dibidang kerohonian maka Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) menyelenggarakan beberapa bentuk kegiatan yakni; (a) Membangun sarana ibadah agama; (b) Menerima dan menyalurkan bantuan keagamaan; (c) Mengembangkan dan membina pemahaman keagamaan; (d) Melaksanakan syiaria keagamaan; dan (e) Mengembangkan pendidikan keagamaan.

Dalam rangka memenuhi tanggungjawab di bidang kerohanian dan bidang kemanusiaan, kami pimpinan yayasan telah berkordinasi dengan beberapa lembaga pendidikan, lembaga sosial, lembaga keuangan dan lembaga-lembaga mitra strategis yang berkompeten supaya membantu kami dalam rangka merintis sejumlah rencana yang kami buat sejauh ini. Sejumlah pihak yang kami datangi merasa bangga dan respek terhadap niat mulia kami merintis sebuah yayasan. Kami berpegang tegu pada prinsip dasar bangsa kami yakni bangsa Aplim Apom yakni prinsip dasar kasih. Kami melakukan segala sesuatu berdasarkan kasih sehingga tidak membebani kami berkreasi, berimanjinasi dan berkompetisi dalam membangun di Pegunungan Bintang.

Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda Pegunungan Bintang dari ancaman peradaban. Kami yang bekerja di YBBCK hanya segelintir orang yang mengandalkan kemampuan dan keterbatasan kami. Setiap orang Pegunungan Bintang bisa berkreasi dan berkarya dengan segala cara agar menyelamatkan generasi lanjutan yang sedang berada dalam baying-bayang kehancuran. Ingatlah bahwa generasi muda Pegunungan Bintang dan Papua pada umumnya sudah berada dalam situasi memprihatikan. Oleh karena itu, siapapun orang asli Papua yang memiliki hati harus melakukan sesuatu agar menyelamatkan generasi lanjutan yang siap menjaga tanah dan warisan kekayaan di atas tanah ini.

Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang karena dalam sudah banyak membantu meskipun penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan dikondisikan dalam kondisi terjepit akibat konstelasi politik yang berkepanjangan semenjak CODE memimpin. Suatu kebanggaan bagi kami Bupati Pegunungan Bintang sebagai seorang putra daerah dengan sangat jeli melihat adanya harapan bagi masa depan sumber daya manusia Pegunungan BIntang melalui kehadiran YBBCK. Beliau memiliki hati yang luar biasa membantu yayasan YBBCK agar terus berkarya menjadi salah satu podasi perkembangan SDM

Pegunungan Bintang. Ada beberapa pihak yang sinis terhadap hadirnya yayasan YBBCK ini, tetapi melalui tulisan ini saya sebagai ketua yayasan menegaskan bahwa yayasan ini hadir untuk menyelamatkan generasi lanjutan yang berada dalam ancaman kepunahan. Kita harus sadar melihat bahwa generasi muda saat ini sudah berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Generasi muda telah mengalami kerapuan iman, kemerosotan moral, kemerosotan intelektual, nalar dan kondisi hati yang kosong.

Semua kondisi ini dialami karena proses pembangunan dan proses politik yang terjadi di Pegunungan Bintang telah melibatkan generasi muda. Generasi muda diseret paksa memikirkan beban orang-orang dewasa yakni memikirkan politik, uang, pembangunan, sex, perjudian, pekerjaan/proyek, dan lain-lain. Sementara itu, hal-hal yang bisa menjadikan generasi muda terbentuk sebagai manusia bermoral, intelek, dan ulet sudah tidak dilakukan. Oleh karena itu, Yayasan YBBCK hadir untuk merekonstruksi ulang ruang-ruang yang memungkinkan generasi mudah dibentuk menjadi manusia utuh demi masa depan Pegunungan BIntang dan Papua umumnya. Kami sangat berharap banyak bantuan dan dukungan secara moril maupun materil dalam rangka memajukan YBBCK sebagai media pembangunan sumber daya di Pegunungan Bintang.

 

Penulis adalah Ketua Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *