Anggota DPRD Provinsi Papua Barat Ini Soroti Pembangunan Smelter di Jawa Timur

0
20211020_065935

MANOKWARI, MANDALAPAPUA.COM—- Musa Dowansiba, anggota DPRD Provinsi Papua Barat, dari Fraksi Nasdem mengaku kecewa dan kesal atas kebijakan pemerintah pusat meresmikan pembangunan Smelter di Jawa Timur.
“ Saya tidak setuju dan sangat menyesal tentang pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik yang sempat di resmikan oleh Presiden Jokowi dikarenakan hal ini sangat merugikan sumber daya manusia dan sumber daya alam dari Papua sendiri” ucap Dowansiba ketika menemuinya di kediaman Anggota DPRD Papua Barat, 17 Oktober Lalu.
Menurutnya, adanya otonomi khusus ini saja belum mampu memperdayakan masyarakat Papua apalagi dengan adanya pembangunan Smelter PT Freeport yang dibangun di Gresik, Itupun sangat sangat merugikan orang Papua.
Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem ini mengatakan “Padahal kita tahu bahwa Anak – anak Papua masih banyak yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak ditambah masih banyak OAP yang honor itupun beban yang dibayarkan oleh Pemda ke mereka belum cukup” ucapnya.
Ia menjelaskan pemerintah pusat harus memikirkan apa yang menjadi pikiran masyarakat Papua ketidak setujuan pembangunan tersebut jelas jelas merugikan anak anak Papua dan Papua barat.
Tanah Papua luas dan masih banyak sumber daya alam kenapa harus di bangun di Gresik Jawa timur jelas jelas masyarakat Papua tidak setuju akan pembangunan tersebut pemerintah pusat harus memikirkan apa yang OAP pikrkan sungguh ironis akan pembangunan smelter PT Freeport tersebut menjadi sebuah tanda tanya besar dari masyarakat OAP Papua dan Papua barat.
Pace Musa Dowan Siba sapaannya itu menyatakan sikap ketidak setujuan karena mereka mewakili masyarakat Papua Barat, sangat tidak setuju tidak akan mensejahterakan orang asli Papua dan Papua Barat.
Masyarakat Papua dan Papua barat menyatakan sikap ketidak setujuan mereka terhadap pembangunan smelter PT Freeport yang dibangun di Gresik karena Papua masih memiliki lahan yang masih kosong seharusnya dibangun di tanah Papua bukan di jawa. Inilah harapan masyarakat Papua dan Papua Barat, ujarnya.

Penulis: Yahakuku Ariel liffa SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *