Bara Oksibil# Pieter Kalakmabin: APBD Pegubin 4 Tahun Ke Mana?
Pieter Kalakmabin (Foto: Dok Pribadi/TP)
OKSIBIL, TRIBUN PAPUA— Menyikapi peristiwa pembakaran 150 kios dan ruko di Oksibil, Pieter Kalakmabin, tokoh Pegunungan Bintang mengkritisi atas penyerapan APBD dan dana Otsus selama 4 tahun di wilayah Pegunungan Bintang selama kemepimpinan bupati Costan Oktemka, S.IP dan wakilnya Deki Deal S.IP.
Ia menilai penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan OTSUS di kabupaten Pegunungan Bintang 4 tahun ini tidak ada. Peredaran uang di kalangan rakyat Pegubin mati total, tidak ada proyek proyek APBD yang dikerjakan oleh masyarakat lokal. Akibatnya, masyarakat mencari uang dengan cara cara tidak elegan. Masyarakat mencari uang di tempat tempat judi togel, jual beli miras, judi putaran dan berbagai aktifitas penyakit sosial lainnya.
Piter Kalakmabin mengatakan “Perputaran ekonomi di Oksibil kurang lebih empat tahun ini mati total, tidak ada perputaran ekonomi yang baik di Oksibil, ini akibat dari penyerapan APBD Kabupaten Pegunungan Bintang yang tiap tahun anggarannya yang tidak maksimal”ucapnya kepada media ini, Jumat, 27 September 2019.
Lebih lanjut Ia menjelaskan APBD merupakan satu satunya pendapatan daerah yang implikasinya mendongkrak perputaran ekonomi di Oksibil khususnya dan 34 Distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Selama 4 tahun lebih ini APBD Pegubin dibawah kemana? Sehingga kesejahteraan masyarakat tidak tampak. Yang ada hanya ketimpangan ekonomi” tegas Piter kalakmabin yang juga anggota DPRD Pegubin ini.
Menurutnya, satu satunya sumber pendapatan warga Pegunungan Bintang ketika APBD dianggarakan oleh pemerintah daerah. Masyarakat mengerjakan proyek proyek lalu kemudian bisa mendapatkan uang untuk belanja kebutuhan hidup.
Piter Kalakmabin yang juga Wakil ketua I DPRD Pegunungan Bintang tersebut mengatakan Kita tidak punya pendapatan lain selain mengharapkan APBD untuk perputaran ekonomi melalui kebijkan kebijakan daerah yang diperuntukkan bagi rakyat juga melalui pembangunan infrastruktur yang dampaknya dirasakan rakyat, tegasnya.
Kalakmabin menjelaskan, semua ini tidak jalan dengan baik, jadi orang cari hidup dengan cara seperti menjual miraslah, menjadi agen togel lah, dan segala macam. Hari ini gara2 miras, mungkin besok gara2 togel, atau dengan jenis penyakit sosial lainnya, ucap Piter.
“Dimana2 didunia ini, orang hidup tenang karena kebutuhan ekonomi dalam kehidupan sehari hari baik dan terpenuhi tiap hari” jelas Pieter.
Untuk itu, menurut Piter peristiwa ini semua pihak harus refleksi, terutama pemerintah daerah, Bupati dan jajarannya. Apakah semua program kerja, semua kebijakan yg diambil semata mata untuk kepentingan dan keberlangsungan hidup rakyat Pegbin selama ini? Tegas Piter.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin
