Masyarakat Empat Distrik Perbatasan RI-PNG Adakan Syukuran Rumah Anggota DPRD Pegunungan Bintang
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—-Sebagai Bukti Tindakan Nyata Kerja Keras Yang Saya Lakukan Selama Delapan Bulan. Pada Kesempatan Baik Ini Kita Berkumpul Untuk Bersyukur Atas bangunan Rumah Pribadi Ini. Disini Sebagai Tempat Investasi Politik Menampung Anak-Anak Sekolah Sebagai Generasi Milenial Yang Dipersiapkan Secara Berkesinambungan, Rumah Ini Milik Kita Bersama Masyarakat Perbatasan Dan Masyarakat Pegunungan Bintang Semuanya.
Hal itu dikatakan Yanus Delka, SE anggota DRPD Pegunungan Bintang daerah pemilihan II kepada media ini usai mengikuti acara syukuran pada 19 September lalu di Kukding Okpol Oksibil Pegunungan Bintang.
Masyarakat Pegunungan Bintang yang berasal dari 8 distrik Perbatasan RI-PNG yang tinggal di Oksibil dan sekitarnya mengikuti acara doa syukuran rumah pribadi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Oksibil, Emaunel Kosay, Pr.
Rumah anggota Dewan ini dibangun selama empat bulan oleh tukang bangunan secara sukarela. Setelah dibangun, tidak sampai disitu, Bapak bentuk panitia persiapan peresmian sekaligus doa pemberkatan rumah.
Panitia syukuran berusaha mempersiapkan menuju penghujung acara pengucapan syukur pun sedang dipersiapkan oleh badan panitia secara matang.
Akhirnya pada tanggal 19 september 2020 adakan acara doa ucapan syukur dari penghujung acara ini dimeriahkan oleh semua masyarakat perbatasan dan masyarakat pegunungan Bintang yang tinggal di kota Oksibil dan sekitarnya.
Pantauan media ini di lokasi kegiatan, sebagai anak adat anggota DRPD bersama rombonganya dijemput dengan tarian adat baa/bar dan Yambi/Yambir.
Dalam sambutannya Yanus Delka mengatakan “saya sampaikan bahwa keluarga besar rumah ini diberi hikmat oleh Tuhan sehingga mampu mengembangkan aktivitas keseharian dan kami juga berpesan semoga keluarga dan penghuni rumah ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Banumdol, Kutdol dan sekitar lingkungan perumahan DPRD kabupaten Pegunungan Bintang dan mampu membangun masyarakat bergotong royong, saling membantu dan saling akrab satu dengan lainya secara kekeluargaan” ujarnya.
Selain itu, ketua panitia Thoni Almung menyampaikan untuk sukseskan syukuran ini kami bentuk panitia dari awal bulan juli dan persiapan selama dua bulan lebih.
“Saya katakan kegiatan sukses tapi saya menilai itu dari orang lain jadi baik atau tidak itu tidak penting, tapi intinya kegiatan kami mulai sampai terakhir selesai dengan baik. Hanya Masalah dalam panitia itu ada tapi, itu hal biasa karena dinilai dari orang lain itu yang penting” ujar ketua Panitia
Masyarakat yang terlibat memeriahkan acara doa syukuran ini diperkirakan lebih dari 1000 orang dan para undangan dari perwakilan pemda Pegunungan Bintang dan para tokoh masyarakat juga diundang untuk ikut memeriahkan kegiatan ini.
Dalam ibadah syukuran tersebut, Pemerintah daerah yang diwakili oleh kepala dinas Kebudayaan dan Pariwsata kabupaten Pegunungan Bintang Kris Mariweng Uropdana melakukan pengukuhan terhadap Tim percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan.
Demianus Kalakmabin
