Tokoh Intelektual Pegubin Sebut Politik Jangan Kaitkan Dengan Isu SARA

0
IMG-20200927-WA0004

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—-Salah satu senior sekaligus sebagai Tokoh Intelektual  Pegunungan Bintang, Drs.Theo Sitokdana meminta masyarakat dan  tim sukses pasangan calon kepala daerah kabupaten Pegunungan Bintang untuk tidak membawa isu SARA dalam ajang politik pilkdana serentak 2020 di Pegunungan Bintang.

Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai salah satu kabupaten yang membawahi dua suku besar yakni suku Ngalum & suku Kupel serta memiliki  tujuh sub suku yakni, Ngalum,Kupel,Murop,Kambom, Kimki, Lepki dan omkai adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan sejak turun temurun dari menek moyang kita.  Dengan demikian dalam situasi apapun dan dalam kepentingan apapaun oleh siapapun tidak mempunyai hak untuk memecah belah orang Pegunungan Bintang itu sendiri.

Isu sara merupakan hal sensitive bagi masyarakat dan memicu konflik antar sesama masyarakat Pegunungan Bintang. Untuk itu, isu Sara tidak dikaitkan dalam kampanye politik Pemilukada. Harus kampanye visi, misi dan program strategi pembangunan daerah.

Penegasan ini di sampaikan tokoh intelektual sekaligus tokoh senior Pegubin Theo Sitokdana melalui pesan singkatnya di akun twiter milik prinadinya pada jumat,25/9 kemarin. Menurutnya saya sebagai anak asli pegubin yang juga sebagai salah satu senior dari wilayah itu sangat menyayangkan adanya sejumlah postingan yang di posting oleh adik-adik saya yang merujuk ke isu SARA yang saya lihat menimbulkan potentinsi konfilik antas sesama anak negeri.

Saat ini kita masuk dalam situasi politik sehingga siapapun pengguna akun media sosial harus menjaga keamanan dan kedamain serta kenyamanan masyarakat, sebab saat ini masyarakat sangat trauma dengan dinamika kehidupan yang terjadi belakangan ini.

“Adik-adik saya yang berasal dari pegubin untuk lebih jelih dalam menggunakan media sosial,  sebab kita di pegubin baru kita belajar menggunakan media sosial, untuk itu sekalilagi saya berharap generasi mudah pegubin untuk dalam situasi politik saat ini jangan membawah isu SARA ke dalam ajang pilkada ini”ucapnya.

Dua pasangan calon yang di tetapkan ini adalah putra –putra terbaik asli Pegunungan Bintang oleh karena itu para pengguna media sosial gunakan media sosial itu sebagai ajang aduh program dan starategi bukan jadikan ajarang untuk menyebarkan informasi yang tidak benar apa lagi menyebar luaskan informasi yang menyinggung isu SARA ini sangat tidak etis, bebernya.

Lebih baik para tim sukses kedua paslon gunkan media sosial itu sebagai lahan untuk meraup keuntungan dengan menawarkan program dan visi misi bukan lahan untuk aduh kemampuan yang merugikan diri sendiri dan orang banyak.

Dalam kesempatan itu dirinya juga meninta pihak keamanan terutama pihak kepolisian untuk dapat memantau dan menindak tegas pengguna media sosial yang melanggar UU IT  terutama pengguna media sosial yang di nilai menciptakan potensi konflik dan yang benrniat memecah belah masyarakat dan antara sesama manusia asal kab. Pegunungan Bintang.

 

Penulis: Melki P. Uropmabin

Editor: Fransiskus Kasipmabin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *