Tokoh Pegunungan Bintang Soroti Isue Bupati Harus Orang Asli Oksibil
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—-Tokoh Intelektual Pegunungan Bintang, Theodorus Sitokdana yang juga pejuang pemekaran kabupaten Pegunungan Bintang menyoroti soal bupati harus orang oksibil yang dikembangkan oleh oknum oknum yang tidak bertangungjawab.
Menurut Theo Sitokdana dalam grup FB Membangun Pegunungan Bintang menyebut “Bupati harus orang asli Oksibil”. Ini satu pandangan yang sudah dikembangkan sejak Pilkada 2010. Ketika saya maju waktu itu sebagai Calon Bupati saya sudah mendengarnya. Isue yang sama saya dengar pada Pilkada 2015.
“Saya pikir isue itu sudah menghilang, ternyata isue yg dikembangkan 10 tahun lalu itu saya dengar lagi pada Pilkada 2020 ini. Tidak mengerti motivasi terselubung apa sehingga pandangan2 sempit yang tidak mempengaruhi perubahan dan perkembangan hidup kita ke depan seperti ini terus ditampilkan di dalam moment Pilkada di kabupaten kita ini”ucapnya.
Kabupaten Pegunungan Bintang adalah kabupaten yang diperjuangkan oleh orang2 tua dengan tujuan luhur dan mulia yakni agar orang asli Pegunungan Bintang bisa hidup sejahtera, bisa berkembang maju dalam segala aspek hidup.
Agar tujuan mulia itu bisa tercapai maka melalui mekanisme Pemilu Kepala Daerah, rakyat Peg Bintang silahkan memilih putra atau putri terbaiknya untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Silahkan dicalonkan atau mencalonkan diri melalui mekanisme yang ada untuk rakyat Peg Bintang memilihnya. Kalau ia sudah dipilih rakyat maka ia menjadi Bupati untuk semua rakyat Peg Bintang, termasuk rakyat yang tidak pilih dia.
Karena itu, pandangan2 sempit yang hanya melihat dari sisi kampung atau Distriknya saja dalam batas2 wilayah geografi agar ditinggalkan. Tidak ada pengaruh positif dan bermanfaat dengan memelihara pandangan2 primordial, kedaerahan, agama dan suku.
Kata orang, atau ada ungkapan yg biasa dikemukakan, politik jadi pakai berbagai cara untuk menang. Iya, bisa saja, tapi kalau sudah siap karakter kepribadian, sikap mental dan berjiwa luhur bahwa setelah menang akan menjadi pemimpin dan bapa bagi semua. Kapan saja, di mana saja dan dengan cara apa saja siap melayani rakyat.
Theo Sitokdana yang juga mantan wakil bupati periode pertama tersebut mengatakan “saya melihat adik adik ini belum dewasa, belum matang kepribadiannya, emosi kedaerahan dan unsur unsur primordial masih kental. Kesombongan diri, egoisme masih berpengaruh”tegasnya.
Menurutnya oleh karena itu, jangan memupuk pandangan pandangan sempit yang bisa berdampak tidak baik ke depan. Daerah ini tidak akan dihancurkan oleh orang luar, justru oleh putra dan putri asli Peg Bintang sendiri kalau pandangan dan sikap mental primordial terus dipupuk dan dirawat. Alam dan leluhur kita belum kecewa dan menangis. Sebelum kecewa dan menangis, lebih baik rubah. Semoga!
Redaksi
