Kampanye Di Dapil Satu, SEPTE: Libatkan Semua Elemen Masyarakat Bangun Pegunungan Bintang
Spey Y. Bidana, ST., M.Si, Calon Bupati Pegunungan Bintang Nomor Urut 1
LAPORAN AQUINO NINGDANA
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—-Pasangan Nomor Urut 1, Spey Y. Bidana, ST., M.Si dan Pieter Kalakmabin, Amd melakukan kampanye di daerah Pemilihan 1 Pegunungan Bintang meliputi distrik Kalomdol,Oksibil, Serambakon, Okbape, Awinbon, Alemsom, Kawor, Iwur, Tarup, Pepera, OkAom, Oksebang, dan distrik Oksop.
Sesuai Jadwal yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pegunungan Bintang, Pasangan Spey-Piter atau sering disebut SEPTE kampanye dari tanggal 28 September sampai dengan tanggal 3 Oktober 2020.
Pantauan media ini, selama seminggu SEPTE melakukan kampanye mulai dari distrik Kalomdol, Okbape, Oksibil, Serambakon, Iwur dan distrik Pepera. Empat distrik di Wilayah selatan berpusat di Iwur. Sedangkan distrik Awinbon, Oksop, OkAom, Oksebang akan kampanye tahap II pada bulan November 2020.
Pasangan Calon No Urut O1, Spey-Pieter memaparkan Visi Misi dan Program Pembangunan 5 tahun, 2020-2025. Saat kampanye tertutup berbentuk pertemuan kepada masyarakat di distrik-distrik ,Kalomdol,Oksibil,Serambakon,Okbape,Pepera Dan Iwur Pegunungan Bintang.
Kampanye tertutup berbentuk sosialisasi yang dilakukan oleh pasangan calon no urut 01, sebagai calon bupati Spey Y,Bidana,ST., M.Si dalam sosialisasi Program Pembangunan menjelaskan Prioritas Pendidikan terutama menyiapkan 100 Miliar untuk siapkan SDM baik S1, S2 dan S3 yang akan kuliah di dalam Negeri maupun Luar Negeri dengan target 500 orang per tahun.
Sedangkan, untuk membangun Pendidikan dasar dan menengah dibebankan kepada dinas Pendidikan. Sehingga harus ada reformasi Birokrasi total di dinas badan terkait. Hal itu dikatakan, Spey Bidana saat kampanye tertutup di Distrik Kalomdol, Oksibil dan Serambakon, Iwur dan Pepera.
Lanjut Spey Y Bidana untuk membangun SMD Pegunungan Bintang yang berwawasan Global Kami Suda Bekerja Sama Dengan pemerintah kota Darwin Sejak Tahun 2014 lalu, agar bersama membangun SDM Papua yang unggul dan berdaya saing Global.
“Saya Bersama Selotius Suda Bangun Engrimen Dengan Wali Kota Darwin, dan Universitar Carles Darwin untuk bangun UNIVERSITAS OK PAPUA; di Pegunungan Bintang”kata Spey Bidana.
Soal ekonomi Mandiri: akan membangun pusat pusat produksi seperti Perusahaan air minum,perusahan Semen di wilayah Selatan. Tentu membutuhkan ribuan karyawan Orang Asli Pegunungan Bintang mejadi karyawan di perusahaan tersebut. “Kita ciptakan Lapangan Pekerjaan untuk SDM Orang asli bisa bekerja di situ”kata Spey Y. Bidana.
Selain itu, Memproteksi, memberdayakan pengusaha orang Asli Pegunungan Bintang menangani proyek proyek Pembangunan di daerah. Untuk menekan harga barang di Pegunungan Bintang, jalan darat Oksibil-Boven Digoel harus terhubung pada tahun 2021 agar mobliasi arus barang dan pembangunan daerah lancar.
“Membantu pengusaha Orang Asli Pegunungan Bintang untuk menggeluti di bidang wirausaha”kata Spey saat sosialisasi di Okpol Oksibil pekan lalu.
Soal infrastruktur pasangan SEPTE berjanji akan membangun 6 kawasan pembangunan. Enam kawasan tersebut sebagai pusat pembangunan kawasan dan sudah ada master Plentnya.
Pembangunan infrastruktur ruas jalan strategis nasional dan daerah yang ditentukan di enam titik Bime, Okbibab, Kiwirok, Aboi, Iwur dan Oksibil sebagai pusat ibu kota Pegunungan Bintang. Spey mengatakan “Alat berat akan diturunkan di enam titik tersebut untuk mempercepat Pembangunan daerah di Pegunungan Bintang”ucapnya.
Menurutnya, enam Sentral pembangunan itu sebagai pusat pelayanan publik meliputi, pelayanan kesehatan, pemerintahan bisnis dan Perbankan. “Pelayanan Publik seperti pencairan ADD maupun DD dicairkan di wilayah tersebut” kata Spey yang juga lulusan Magister UGM Yogyakarta tersebut.
Kemudian, Spey Y. Bidana ST.M.Si menjelaskan ketika pasangan SEPTE dipercayakan memimpin Pegunungan Bintang, program 100 hari kerja fokus menyediakan pengadaan air bersih dan listrik di Ibu Kota Pegunungan Bintang.
“Ketika dipercayakan masyarakat, program 100 hari kerja pengadaan air bersih dan pengadaan listrik di Ibu kota Oksibil Pegunungan Bintang” kata Bidana.
Kemudian, Penyediaan Sumber Energi Listrik On (PLTA) Waku Berjangka, penataan Pusat Ibu Kota Secara Rapi, bangun Bangunan Layak Bentuk kontruksi Permanen,RSUD Oksibil.
“ASN Orang Asli Pegubin Pejabat Eselon I,II,III yang dinonjobkan tanpa ada persoalan yang jelas, akan saya rangkul kembali untuk duduk bekerja mendukung visi,misi pasangan SEPTE dengan moto yang selama ini kita gunakan sebagai anak asli daerah” kata Spey.
Sementara itu, Ketua Tim Koalisi OKMEKMIN, Kris B. Uropmabin mengatakan dalam kampanye SEPTE di daerah Pemilihan satu mengedepankan protocol kesehatan dan mematuhi aturan PKPU.
Kris Uropmabin mengatakan “Jadi dalam kampanye di wilayah satu, tim kapanye menggunakan Masker dan masa pendukung tidak banyak. Kampanye tertutup”katanya.
Selain itu lanjut, Kris.B.Uropmabin juga mengharapkan selama kampanye tetap bisa menahan diri ketika ada yang menyebarkan berita-berita hoax, ujaran kebencian maupun money politik.“sebab hal-hal tersebut dapat membuat masalah-masalah yang begitu besar terutama pada isu ”sara,” jelasnya.
Selama kampanye berlangsung, lanjut K.B.Uropmabin, tim koalisi SEPTE tetap terpusat di ibu kota kabupaten (Oksibil), namun jika jadwal pelaksanaan kampanye di salah satu ibu kota kecamatan makan bersama tim akan ke tempat kampanye, bebernya.
Sementara Kris Anongan Uropdana, salah satu Tokoh masyarakat mengatakan Pegunungan BIntang butuh pemimpin yang bisa membawa perubahan bagi seluruh masyarakat Pegunungan Bintang.
Kris. A. Uropdana mengatakan “Pegunungan Bintang membutuhkan pemimpin yang bisa merancang pembangunan dan dapat merealisasikan agar masyarakat bisa sejahtera. Pasangan SEPTE mampu membawa perubahan di Pegunungan Bintang”katanya kepada media ini usai kampanye di Okpol pekan lalu.
Lebih lanjut ia mengatakan “Untuk Masyarakat Ikuti Protokol Kesehatan Covid-19 Dan Bersama-Sama Kita Jaga Situasi Keamanan Demi Berlangsungnya Pilkada Yang Damai,” Singkatnya.
Sementara utusan Mahasiswa Pegunungan Bintang, Frans Wasini dalam sosialisasi mengatakan kemajuan daerah ditentukan orang orang pintar dan cerdas yang bisa membawa daerah kea rah yang lebih baik. Dan pendidikan menjadi kunci pembangunan daerah.
“Saat ini ruang Gerak Pendidikan Dimatikan,Pengembangan Ekonomi Dimatikan, Ini Pemimpin Yang Tidak Bermoral Dan Bijak. Sehingga Pasangan CODE tidak perluh dipilih lagi. Kita harus memilih pemimpin yang cerdas, perancang dan mampu untuk membangun Pegunungan Bintang”ucapnya.
Pilih Seorang Pemimpin Yang Bisa Mewujudkan Sumber daya Manusi Yang Sehat,Cerdas ,Terampil, Religious Dan Berbudi Muliah. Selamatkan Generasi Pegunungan Bintang, tegasnya.
Menurut pantauan media ini, Lokasi kampanye di Kabiding Oksibil, Pimpinan Dewan Adat Aplim Apom Sibilki kukuhkan SPETE jadi calon bupati dan calon wakil bupati Pegunungan Bintang periode 2020-2025.
“Dewat Adat Aplim Apom Sibilki secara Cultur mendukung penuh kepada pasangan SEPTE untuk memimpin Pegunungan Bintang. Untuk itu, masyarakat Adat 477 Api Wol mendukung dan memenangkan SEPTE Pimpin Pegunungan Bintang”kata Yohanes Kakyarmabin, S.IP., M.Ap, ketua Dewan Adat Aplim APom Sibilki.
Penulis: Aquino Ningdana
Editor: Fransiskus Kasipmabin
