Ini Puisi-Puisi Karangan Yon Boni
Negri Atas Nama
Narasi negri ini selalu bergantung pada kata-kata
Semacam teka-teki dipermainkan para penguasa
Dalam gundah Jiwa yang terlantar bertanya-tanya
Mengapa keadilan terlalu miskin bagi yang kecil?
Apa lagi kepada hawa
Dalam kemah Pertiwi warisan moyang yang segalanya tampak minus
Kau tampil, bahkan mau bercinta dengan Negri Atas Nama
Kebahagiaan
Entah sudah kali ke berapa
Sampai lahirlah keturunan hukum selalu tajam ke bawah, tumpul ke atas
Anehnya di Negri ini, yang dibaptis sebagai penguasa
Suka melahap peluh orang-orang pinggiran
Mengoyakkan anggur-anggur perawan
Barangkali benar kata kakek
Nak, hiduplah di Negri Atas Nama
Malam Kelahiran Puisi
Aku menulis begini:
Pada malam Rindu
Jangan lupa bahagia
Pada malam sunyi mulai ricuh
Jangan lupa melawan lupa
Memberi jeda kepada asa yang rumit terurai kata
Malam sepi rimbun di kepala
Aku memungut petuah yang dijatuhkan hujan
“Bila hasrat datang
Bercintalah dengan hening yang perawan di ranjang imajinasi
Hamililah kata yang tak pernah usai
Agar nanti melahirkan puisi kehidupan
Juga mengisahkan tentang kematian
Cinta Berpeluk Peluh
Separuh diriku merawatmu dalam hening paling suci
Sementara kepenuhanmu adalah pencarian tanpa henti
Meretas isi kepala juga hatiku galau berkali-kali
Tentang jatuh tertindih rindu atau perihal berdiri di atas butiran debu
Seperti peluh berbuncah
Mengulas nasib dalam deru pertanyaan mulai ricuh
Mengurai rintik rindu yang terlanjur jatuh cinta
Menepis derai sunyi yang terkulai lelah
Di tengah permenungan, perihal bagaimana menenun cinta
Yang kupetik pada pelupuk matamu
Suara Dari Timor-Flores, 2020
