Ini Puisi-Puisi Karangan Yon Boni

0
IMG-20200604-WA0012[1]

Negri Atas Nama

Narasi negri ini selalu bergantung pada kata-kata

Semacam teka-teki dipermainkan para penguasa

Dalam gundah Jiwa yang terlantar bertanya-tanya

Mengapa keadilan terlalu miskin bagi yang kecil?

Apa lagi kepada hawa

Dalam kemah Pertiwi warisan moyang yang segalanya tampak minus

Kau tampil, bahkan mau bercinta dengan Negri Atas Nama

Kebahagiaan

Entah sudah kali ke berapa

Sampai lahirlah keturunan hukum selalu tajam ke bawah, tumpul ke atas

Anehnya di Negri ini, yang dibaptis sebagai penguasa

Suka melahap  peluh orang-orang pinggiran

Mengoyakkan anggur-anggur perawan

Barangkali benar kata kakek

Nak, hiduplah di Negri Atas Nama

 

 

Malam Kelahiran Puisi

Aku menulis begini:

Pada malam Rindu

Jangan lupa bahagia

Pada malam sunyi mulai ricuh

Jangan lupa melawan lupa

Memberi jeda kepada  asa yang rumit terurai kata

Malam sepi rimbun di kepala

Aku memungut petuah yang dijatuhkan hujan

“Bila hasrat datang

Bercintalah dengan hening yang perawan di ranjang imajinasi

Hamililah kata yang tak pernah usai

Agar nanti melahirkan puisi kehidupan

Juga mengisahkan tentang kematian

 

 

Cinta Berpeluk Peluh

Separuh diriku merawatmu dalam hening paling suci

Sementara kepenuhanmu adalah pencarian tanpa henti

Meretas isi kepala juga hatiku galau berkali-kali

Tentang jatuh tertindih rindu atau perihal berdiri di atas butiran debu

Seperti  peluh berbuncah

Mengulas nasib dalam deru pertanyaan mulai ricuh

Mengurai rintik rindu yang terlanjur jatuh cinta

Menepis derai sunyi yang terkulai lelah

Di tengah permenungan, perihal bagaimana menenun cinta

Yang kupetik pada  pelupuk matamu

 

 

Suara Dari Timor-Flores, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *