Postingan Medsos Merusak Moralitas Manusia

0
3

Ilustrasi Liputan6.com

Oleh Yorim Sasaka)*

             Di era globalisasi ini, seiring dengan perkembangan teknologi yang terus meningkat maka kebutuhan komunikasi pun ikut meningkat dan menjadi salah satu persoalan yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. Dengan melihat itu saya akan membahas beberapa tokoh yang berbicara tentang komunikasi. Mereka berperan penting dalam ilmu komunikasi. Tulisan ini adalah refleksi saya mengenai sosmed alias media sosial yang terjadi di sini dan saat ini. Di samping itu tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya bermedia dalam kehidupan kita.

Pesatnya perkembangan media sosial  kini dikarenakan semua orang mendapatkan akses yang mudah  untuk bisa memiliki media sendiri dalam memperoleh informasi melalui media Komunikasi seperti HP (handphone). Mulai dari menonton film, bermain ‘medsos’, mendengar musik dan radio, mencari berbagai informasi melalui internet bahkan bisa berbisnis untuk menghasilkan uang. Zaman industri 4.0 ini manusia bisa melakukan apa saja melalui informasi teknologi komunikasi. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan beberapa tahun silam di mana manusia masih kesulitan  untuk mengakses informasi. Biasanya yang mudah memperoleh informasi adalah mereka yang memiliki media elektronik seperti televisi, radio atau koran.  Untuk memperoleh informasi ini saja dibutuhkaan modal yang amat besar dan tenaga kerja yang banyak.  Sekarang semua bisa mengakses internet dengan mudah meskipun aksesnya lambat sekalipun. Manusia sudah bisa mengakses informasi tanpa biaya yang besar, tanpa alat mahal dan di lakukan sendiri tanpa karyawan atau pembantu. Penggunaan media sosial juga semakin dipermudah karena manusia dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar,video dan berbagai model lainnya.

Adapun para alih yang berbicara tentang  pentingnya berkomunikasi dan bersosialisasi dalam kehidupan dewasa ini dengan media sosial.  Salah satunya ialah Mcluhan ia mengartikan bahwa “setiap kejadian atau tindakan yang dilakukan manusia itu akibat pengaruh dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi tidak jarang membuat manusia bertindak di luar kemauan sendiri. Pada awalnya manusia yang membuat teknologi, tetapi lambat laun teknologilah yang justru mempengaruhi setiap apa yang dilakukan manusia. Pada zaman duluh belum ada Hand Phone dan internet atau apapun namanya. Tanpa alat-alat ini keadaan manusia biasa saja dan mereka sangat menikmati  hidupnya. Namun, sekarang dengan ketergantungan pada alat-alat komunikasi untuk bermedsos itu manusia jadi sangat tergantung dan mengabaikan yang lain. sehingga dalam kenyataannya kita mengalami sendiri dan juga kita melihat sendiri kehidupan dewasa ini. kehidupan yang awalnya bergantung pada keharmonisan, kekeluargaan menjadi rusak karena kita salah menggunakan alat komunikasi yang ada.  Alat komunikasi yang ada sebenarnya membantu mempermudah kehidupan kita, namun karena salah mempergunakan alat yang ada akibatnya bisa kita terima sendiri.

Menurut  Hovland. Ia mengatakan teori perubahan sikap memberi penjelasan bagaimana sikap seseorang terbentuk dan bagaimana sikap itu dapat berubah melalui proses komunikasi dan bagaimana sikap itu dapat mempengaruhi sikap tindak atau tingkah laku seseorang.Teori perubahan sikap ini antara lain menyatakan bahwa seseorang akan mengalami ketidaknyamanan dalam dirinya bila dia dihadapkan pada informasi baru atau informasi yang bertentangan dengan keyakinannya.  Artinya teori ini menegaskan bahwa jika kita salah menggunakan media sosial yang ada tentu akibatnya akan menimpa diri kita, keluarga, atau kelompok kita. oleh karena itu, sangat diharapkan untuk mengunanakan setiap media yang ada dengan baik dan bertanggung jawab.

Paus Fransiskus memuji dan bersyukur atas kemajuan teknologi untuk perekembangan umat manusia. Ia mengutip pendahuluhnya, Paus Yohanes Paulus II yang mengatakan “ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil yang indah dari kreativitas manusia, yang diberikan Allah”. Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan dengan baik dapat menjadi sarana yang sungguh berharga untuk meningkatkan kualitas hidup manusia (Laudato Si 2015:102-105).

Pertama-tama kita perlu mengetahui  bahwa Kebaikan yang besar dan kejahatan yang besar berasal juga dipengaruhi dari cara orang menggunakan media sosial. Karena meskipun tindakan-tindakan berkomunikasi kerap menimbulkan akibat-akibat yang tidak dimaksudkan, namun manusialah yang memilih apakah akan menggunakan media untuk maksud-maksud baik atau maksud-maksud jahat, dengan cara yang baik atau cara yang jahat.

Apakah media digunakan untuk hal yang baik atau hal yang jahat? Tergantung dari bagaimanakah mereka dan kita menggunakan media. orang-orang dapat menjadi semakin berkembang dalam simpati dan perhatiannya pada orang lain atau menjadi terisolasi dalam suatu dunia yang berisikan rangsangan-rangsangan yang bersifat egois dan mementingkan diri sendiri.

Tentu cara pandang setiap generasi atas medsos itu sangat berbeda dan dalam praktek pun akan terlihat  dengan lebih jelas, terlebih diharapkan agar generasi muda memandang medsos sebagai sesuatu yang baik bagi diri mereka maupun sesama. Persoalan yang sering terjadi adalah moralitas anak muda semakin ambruk ketika menggunakan medsos dengan tidak benar dan tidak pada tempatnya. Hal ini dikarenakan mereka  tidak mengerti dan memahami secara baik serta belum ada pemahaman tentang batas-batas bermedia yang baik dan buruk.  Pemahaman yang kurang dalam bermedsos ini menjadi dampak buruk bagi perilaku anak muda sehingga bisa saja tindakan mereka merugikan, memalukan diri mereka, keluarga, organisasi atau kelompok masyarakat setempat. Maka jika  sebaliknya mereka mengerti dan mengetahui batas-batas pengunaan medsos yang ada dengan baik  maka mereka  akan berdampak pada kehidupan mereka yang lebih baik pula.

Medsos  adalah bentuk aplikasi yang di buat dari pengembangan perusahaan  dengan pencipta yang berbeda. Selalu ada perubahan yang terjadi pada media sosial itu. Medsos  ini rata-rata di gunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Mayoritas penggunaan medsos terbesar adalah masyarakat dari negara-negara berkembang pada umumnya termasuk masyarakat yang ada di negara Indonesia. Di Papua, jika kita simak dengan saksama maka  mayoritas penggunaan medsos adalah kalangan remaja dan dewasa. Selain itu tidak bisa dipungkiri juga bahwa sebagian besar anak-anak kecil menggunakan sosmed.

Media sosial ini rata-rata digunakan untuk  pengiriman informasi dari orang 1 ke orang yang lain dan tanpa di batasi ruang dan waktu, dengan kata lain saling berinteraksi dan bersosialisasi secara online. Dalam menggunakan sosmed ini di butuhkan yang namanya kouta (sejenis pulsa), jika kouta itu habis maka sosmed tersebut tidak bisa digunakan untuk berhubungan dengan orang lain.   Contoh sosmed yang terkenal dan sedang di gunakan ialah: Facebook, Instragram, Twitter, Path, radio, Snapc hat, bigo live, WA,  BBM dan line. Ini hanya beberapa contoh yang saya bisa berikan.

Media sosial pada hakekatnya baik artinya membantu manusia untuk hidup baik, namun dalam kenyatannya kita lihat ada banyak persoalan yang terjadi di dunia, Indonesia dan di Papua pada khususnya. Hemat saya ini merupakan suatu  tindakan manusia itu sendiri, jika ia menggunakannya secara baik artinya ia tidak bisa merugikan sesama maupun diri sendiri dan sebaliknya, tergantung dari si pengguna media sosial itu sendiri. Jika salah  mempergunakan kebebasan kita dalam bermedia maka akibatnya akan menimpa pada diri kita dan orang lain.

Pengaruh dari sosmed ini mengakibatkan  hilangnya nilai-nilai budaya yang sudah ada, yang sebenarnya  perlu dihidupi dalam hidup ini. Orang tidak lagi peduli akan nilai-nilai tersebut, semua ingin berlomba-lomba masuk dalam suatu budaya baru, mereka tidak mau ketinggalan zaman baik kecil maupun besar. Namun, perlu kita mengetahui bersama bahwa dunia baru tentu  bisa membantu kita hidup baik dan juga bisa membuat hidup kita lebih jahu dari sebelumnya artinya bisa mengarahkan kita pada sisi positif maupun negatif.

Manusia sebagai makluk sosial pasti membutuhkan informasi-informasi penting yang terjadi di negara indonesi, dan lebih khusus di Papua, sehingga dengan adanya medsos ini pasti orang-orang akan melakukan sharing informasi-informasi penting, adanya medsos orang bisa berhubungan dengan jarak dan waktu yang tidak terbatas dengan menghilangkan rasa jenuh dengan cara video call-an, telepon, dan SMS.  Dalam medsos kita mempunyai banyak teman, membangun komunikasi dan relasi yang baik dengan sesama, saling bekerja sama, bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, bisa mengenal dunia luar dan bisa memperoleh pengetahuan lebih  banyak. Orang-orang akan semakin pintar dan memiliki pengalaman tentang medsos dan dapat berjuang secara online, dari medsos juga bisa menambahkan penghasilan dan dapat mempromosikan sesuatu hal secara cepat dalam hitungan detik sudah tersebar luas.

Media sosial dewasa ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi diri sndiri, keluraga, pemerintah setempat dan juga gereja, karena  ada begitu banyak hal baik maupun buruk yang ada di dalamnya. Contoh kecil saja dengan adanya game online atau jenis permainan yang lainnya. Orang lebih memilih untuk tidak berelasi atau berinteraksi dengan orang yang disekitarnya atau tidak peka. Selain itu lupa makan, belajar dll. Perlu ada kesadaran dari dalam diri. Bahwa masih ada hal yang lebih penting yang harus dibuat.  Dalam hal ini perlu dilihat bersama karena  terlihat dan terkesan bahwa kurang ada pembinaan yang baik bagi anak-anak  sejak dini, dan juga pengaruh lingkungan mempengaruhi seseorang untuk salah mengunakan media, dan ini sangat besar pengaruhnya bagi anak-anak sekarang sehingga perlu orangtua melihat hal ini secara baik.

Dalam hidup ini ada kelompok-kelompok tak bertanggung jawab yang memanfaatkan media sosial untuk menggangu stabilitas masyarakat. Salah satu yang terjadi dewasa ini ialah tingginya peredaran hoax atau berita bohong yang disebar melalui media sosial. Dengan demikian harapanya agar masyarakat di Indonesia dan di Papua  semakin dawasa dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. Kita perlu terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi yang kita dapat di media sosial, sebelum menyebarkannya kepada sesama yang lain. Hemat saya ini menjadi perhatian kita bersama mencari solusi untuk mengatasinya. Saya menawarkan beberapa cara mengatasi dampak negatif  medsos yang terjadi saat ini dan disini: Orang tua perlu memberikan pemahaman yang baik tentang media sosial  kepada anak-anaknya sejak dini. Perlu juga memberikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya tentang berinternet alias medsos. Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”. Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi dan Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet. Karena ini sangat berbahaya bagi dirinya dan juga sesama.

Berdasarkan kaca mata saya bahwa di saat  ini medsos digunakan sebagai sampah publik artinya semua persoalan pribadi yang bersifat baik maupun buruk semua serringkali dipublikasikan di media sosial. Semua orang mencari perhatian dan dukungan dari  media sosial. Mereka menganggap bahwa medsos bisa menyeleaikan setiap persoalan hidup mereka. Tentu ini bisa membahayakan diri kita sendiri, keluarga, sesama, komunitas, budaya dan bahkan  tanah air kita sendiri.

Hal yang perlu dilihat juga adalah ternyata seruan moral juga tak bisa memberhentikan penyebaran hoax kian marak. Buktinya, fatwal Majelis Ulama Indonesia yang melarang penyebaran berita bohong (hoax) seolah tidak banyak mengubah atmosfer media sosial. Ketegangan dan konfilik di dunia masih berlangsung sengit. Fitnah, dan ujaran kebencian masih menghiasi ruang-ruang publik (Tempo.com 5/9/2018). Artinya seruan moral yang diberikan oleh semua pihak tidak mempan dalam mengatasi media sosial yang kini tersebear di seluruh dunia, Indonesi dan di Papua pada khusunya. Maka hemat saya perlu membangun sikap dan karakter bermedsos yang sehat dan bijaksana yang dilakukan secara integratif. Selain melalui regulasi, seruan moral, dan pendidikan, sosialisai juga harus diberikan kepada masyarakat dan terlebih memberikan pemahaman yang baik sekolah-sekolah, dan orang tua mempunyai tugas untuk memberikan pembinaan dan pemahaman yang baik kepada anaknya mulai sejak dini tentang medsos itu sendiri.

Akhirnya,   kita perlu memahami dan mengetahui dengan benar setiap sosmed yang ada sehingga kita mempergunakannya sesuai dengan fungsinya. Kita juga harus merubah cara berpikir kita dan cara penggunaan setiap media sosial yang ada. Sebab dengan demikian sosmed ini juga akan membantu setiap kita untuk tetap melangkah maju mengejar impian kita. Jika kita salah menggunak setiap medsos yang ada pasti akibatnya akan terjadi pada diri kita sendiri dan sesama kita. Untuk itu, mari kita mempergunakan setiap medsos yang ada dengan baik agar bisa membawa kita pada jalan yang baik sehingga  bisa berguna bagi diri kita  dan sesama.

 

Penulis adalah mahasiswa pada STFT “fajar timur” dan Anggota Aplim Apom Researc Group (AARG)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *