PAUD Sebagai Fondasi Untuk Memanusiakan Manusia

0
IMG-20200430-WA0001

Elka Mimin (Dok. Pribadi Untuk Tribunpapua.id)

Oleh: Elka Mimin)*

 

Manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal budi sehingga disebut makhluk sempurna. Definisi makhluk sempurna hanya dilihat dari aspek teologis, sebab manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri. Namun bukan berarti manusia tidak memiliki keterbatasan, tentu ada sehingga dibutuhkan upaya-upaya sistematis dan berkelanjutan dari  diri pribadi maupun dari orang lain untuk membentuk menjadi manusia yang berintelektual, bermoral dan berspiritual.

Ibarat sebuah tanaman, dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya perlu dirawat sebaik mungkin agar dapat tumbuh dan berkembang baik sesuai yang diharapkan. Meskipun manusia dikategorikan sebagai makluk “sempurna” dari semua makluk hidup yang ada di alam semesta ini, namun perlu “disempurnakan” melalui suatu proses pembentukan intelektual, emosional dan spiritual secara terencana, bertahap dan berkelanjutan. Proses pembentukan dilakukan melalui sistem pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) No 20 Tahun 2003 Tentang   Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Artinya melalui sistem pendidikan nasional, seorang murid dapat “disempurnakan” menjadi manusia yang memilliki pengetahuan luas, keterampilan memadai dan kepribadian baik. Pendidikan merupakan suatu upaya secara sadar yang dilakukan manusia yang sudah dewasa kepada manusia yang belum dewasa agar manusia tersebut menjadi manusia dewasa, baik  secara fisik maupun non-fisik. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu satuan pendidikan yang diselenggarakan sebagai upaya dasar untuk memanusiakan manusia.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan satuan  pendidikan yang  diselenggarakan bagi anak yang berusia 0-6 tahun. Artinya sejak seorang anak dilahirkan hingga berusia 6 tahun berada dalam kelompok pendidikan PAUD. Pengertian PAUD menurut Peraturan Menteri Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional PAUD adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rancangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Artinya pendidikan dan    pengajaran yang diberikan diharapkan agar dapat menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak, baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif  (sikap ) dan psikomotorik (ketrampilan).

PAUD dikatakan sebagai fondasi untuk “memanusiakan” manusia karena pendidikan yang paling pertama diberikan kepada anak sejak dilahirkan sampai 6 tahun.  Ibarat membangun sebuah rumah,  agar rumah tersebut kuat dan kokoh maka harus membangun  pondasinya yang kuat dan tahan akan bencana alam.    Jika fondasirumah kuat, badai sekencang apapun tidak akan mudah merobohkan rumah. Demikian pula anak dididik dan diajarkan dengan baik dan benar, Ia akan bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kuat secara intelektual, sikap dan keterampilan. Jika anak sudah berproses dengan baik melalui PAUD tentu pendidikan selanjutnya akan terlewati dengan baik tanpa hambatan yang berarti.

Ada beberapa dasar pemikiran PAUD sebagai fondasi untuk “memanusiakan” manusia, yaitu Anak umur PAUD merupakan Golden Age (Masa Emas).  Dikatakan Masa Emas karena usia 0 hingga  6 tahun merupakan masa dimana anak dengan sangat  cepat dan mudah  menerima segala rangsangan yang datang dari  lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu apabila anak diajar dan dididik secara baik  dan benar maka akan bertumbuh dan berkembang dengan baik pula.  (2) Anak pada usia PAUD harus dibentuk dengan baik agar tujuan pendidikan nasional dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik tercapai. Jika tahap ini berhasil tentu selanjutnya akan berkembang baik. (3) Anak pada usia PAUD  perlu dipersiapkan fisik dan mental anak untuk pendidikan lanjutan.

Baik untuk fisik motorik kasar maupun fisik motorik halus dan mentalnya seperti kognitif, bahasa dan moral. (4) Bagi orang tua yang bekerja, PAUD menjadi pilihan terbaik. Hal ini dikarenakan selain meringankan beban orangtua, melalui PAUD seorang anak dapat dioptimalkan seluruh aspek perkembangannya. Jika dijaga oleh guru PAUD, anak akan mengalami banyak perkembangan karena selain diasuh  anak akan diajar dan dididik. Seluruh kebutuhan fisik maupun mental anak dapat dipenuhi.  Berdasarkan beberapa point di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini merupakan fondasi untuk  “memanusiakan” manusia.

 

Penulis Adalah Anggota Aplim Apom Research Group (AARG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *