BISAKAH OAP BERDIKARI DI BIDANG EKONOMI
Izak Bofra
Oleh: Izak Bofra)*
Alun-alun aimas kabupaten Sorong menjadi tempat yang Paforit bagi setiap orang untuk sejenak bersantai bersama-sama keluarga,teman,serta pacar untuk menikmati indah sore dipusat kota, diujung jalan mama-mama OAP menjajakan pinang dengan perlengkapan seadanya. Alun-alun bagian belakang Non OAP menyediakan segala hal untuk menjamu tamunya yang akan bersantai dengan berbagai macam tawaran jajanan yang sesuai dengan selera dan alun-alun menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat yang memiliki beragam macam tujuan baik untuk pacaran, bersantai bersama keluarga, generasi muda untuk nongkrong atau bercerita-cerita maupun yang berlalu lalang untuk cuci mata ( melihat lawan jenis).
Di lapangan alun-alun bagian dalam beragam jenis permainan untuk anak-anak kecil disediakan permainan mobil,lukis,ondong-ondong,becak,mandi bola,untuk anak-anak kecil asal senang permainan mana yang penting ada duit, ditengah pintu masuk alun-alun mama-mama OAP menjual pinang dengan tenda terpal biru,lampu pelita dan juga menumpang penerangan lampu jalan dan sorotan lampu dari beberapa ruko diseberang jalan,diseberang jalan juga ada CFC yang menjadi makanan khas idola golongan menengah ke atas dan tempat bagi generasi muda untuk nongkrong,wifi gratis,upload serta untuk memamerkan gaya hidup karena gaya adalah segalanya untuk pembentukan identitas diri karena media sosial punya perananan yang kuat untuk membantu memproduksi gaya hidup (life style).
Jajanan dan tempat bersantai di alun-alun awalnya didepan jalan karena ada renovasi area maka dipindahkan dibelakang alun-alun dan menjadi tempat yang bagus untuk bersantai lebih tepatnya di adopsi dari jawa modelnya hanya beberapa menu disesuaikan dengan konteks ketimuran harga bervariasi ada yang Rp.7.000.Rp.10.000 maupun 15.000 pemasukan sehari ditafsirkan di atas Rp.500.000 kalau mama-mama OAP penjual pinang mungkin di bawa Rp.200.000.
Ini bukan soal menyalahkan siapa ini soal membaca peluang bisnis serta variasi menyediakan beragam jenis kebutuhan sesuai dengan selera konsumen karena secara statistik perputaran uang di Sorong cukup besar karena Sorong menjadi barometer bagi beberapa kabupatan pemekaran di sorong raya sehingga perputaran uang lebih cepat di Sorong.
Apakah OAP bisa beralih ke bidang usaha lain selain jualan pinang,kontraktor dan jualan hasil kebun ini soal kebiasaan dan proses peradabaan yang butuh waktu untuk membiasakan dan mentradisikan agar menjadi kebiasaan untuk beralih menjadi seorang bisnismen yang berhasil dan sukses. OAP harus keluar dari zona nyaman PNS menjadi idola bagi OAP karena anda belum bisa dikatakan tuan ketika tidak ada lencana baju PNS di badan anda okelah kalau yang dikejar adalah gaji rutin setiap bulan,fasilitas dinas, dan uang pension pada akhir umur setelah mengabdi untuk Negara ini adalah suatu cara pandang yang masih kuat melekat pada OAP sehinga sulit untuk bergerak maju dan berinovasi pada bidang lainya yang bisa memberI jaminan kehidupan ke depan yang lebih fleksibel.
Pinang,siri,kapur adalah adonan yang menghasilkan cita rasa bagi mulut dan menjadi jualan khas OAP terkhususnya mama-mama dari Sorong sampai Samarai yang membantu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,membiaya studi anak serta memberi profit ( pendapatan) bagi pelaku usaha terkait.
Namun, kalau diperhatikan kini peluang bisnis tersebut sudah di adopsi oleh pelaku usaha non OAP, yang menjadi pertanyaan kenapa NON OAP lebih eksis dan menjadikan usaha jual pinang sebagai sumber pemasukan utama, kalau dilihat pertama, soal regulasi yang tidak mengatur tentang siapa yang harus menjual pinang yang merupakan produk lokal OAP sehingga sangat merugikan OAP karena pangsa pasarnya telah direbut ini dapat terlihat di pasar sentral remu kota sorong pada lorong utama yang menjual pinang adalah pelaku bisnis NON OAP dan juga pasar boswesen mereka menjadi pengecer utama untuk siri,pinang kering yang dibeli oleh mama-mama OAP lalu dijual kembali secara eceran. Ini adalah siklus ekonomi dari produsen ke distributor lalu ke pengecer, produsen adalah OAP yang menanam dan memanen lalu dijual ke distributor NON OAP mereka memakai system borong dilapangan atau membeli area atau kebun pinang atau siri lalu dijual secara masal dan permanen (tetap) serta menjual ke pengecer baik OAP maupun Non OAP untuk selanjutnya di jual ke konsumen.
Ada beberapa hal yang bisa kita evaluasi pertama dalam teori bisnis untuk sukses dalam usaha, pertama terkaIt dengan tempat jualan pinang ada perbedaan antara OAP dan Non OAP kalau OAP pada tempat atau siklus konsumenya sedikit seperti di depan rumah, mata jalan masuk atau depan toko, pangkalan ojek yang pengungjungya sangat minim sehinga akan berefek pada pemasukan sedangkan Non OAP memilih tempat pada titik sentral dan siklus pengunjungya begitu besar atau banyak sehingga pendapatan yang diperoleh cukup signifikan sehingga ada perbedaan dalam memilih lokasi penjualan yang juga berpengaruh pada pendapatan.
Kedua waktu memulai jualan karena sudah mengambil tempat yang sentral maka waktu jualan dari pagi jam 9 sampai pasar tutup karena waktu jualan yang relative lama maka pemasukan yang diperoleh besar berbeda dengan OAP waktu jualan yang disesuaikan dengan seleran serta pada malam hari sampai mendekati subuh pada dasarnya tidak efektif dalam bisnis jualaan pinang sehingga berefek pada pendapatan yang rendah.
Ketiga, manajemen keungan ini factor krusial bagi OAP karena pengeluaran dan pemasukan tidak dibukukan secara jelas dan baik sehingga untung dan rugi tidak diperhatikan dengan cermat maka akan mempengaruhi roda perjalanan bisnis untuk OAP sehingga harus ada pelatihan bagi OAP untuk manajemen keungan,sedangkan Non OAP secara jelas dan jeli mengatur tentang keungan bisnisnya dan keuntungan diputar untuk memperlebar usaha bisnisnya ini berkaitan dengan eksistensi bisnis jual pinang.
OAP Harus Keluar Dari Zona Nyaman
Pinjma istilah Prof Rhenal Kasali Guru besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia serta pendiri rumah perubahan mengatakan bahwa kita harus menjadi driver (sopir) untuk menentukan tujuan akan perjalanan kehidupan kita walau banyak hambatan, kendala, rintangan, capek serta dituntut untuk selalu harus fokus untuk memastikan mobil yang dibawa sampai ditujuan dengan selamat dan aman daripada menjadi passenger (penumpang) yang menyerahkan kehidupanya untuk dituntun oleh orang lain dan lebih santai, tenang, aman, dan tidak memiliki focus karena ia penumpang yang tidak berani ambil resiko atas kehidupanya jadi pada prinsipnya adalah OAP harus berani ambil resiko dan memiliki focus ketika ingin menjadi pengusaha yang sukses ke depan dengan syarat harus keluar dari zona nyaman. Karena Papua adalah bagian dari Indonesia sehingga system perekonomian Indonesia yang lebih liberal (bebas) akan juga berlaku di Papua semua diserahkan pada mekanisme pasar untuk menentukan pemenang dan pencundang,pemain dan penonton OAP akan berada pada posisi mana mari kita evaluasi bersama untuk menentukan eksistensi OAP di dunia bisnis untuk jangka panjang karena zaman berubah maka kita dituntut untuk cepat beradaptasi juga semoga OAP bisa berdikari dibidang ekonomi kini dan waktu yang akan datang.
*(Penulis Adalah Pengurus KOMCAB Pemuda Katolik Kabupaten Tambrauw
