Kadis Milka Mabel,Pimpinan Wilayah dan Kampung Menjadi Agen Edukasi Pencegahan Stunting Ditengah Masyarakat Pegubin

0
IMG-20230524-WA0060

PB,MANDALA PAPUA.COM—Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3KB) Milka Mabel,S.Pd. Meminta kepada seluruh pimpinan wilayah di lingkungan Distrik dan para kepala kampung di kampung-kampung menjadi agen-agen edukasi pencegahan stunting dan mengkomunikasikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat berbasis kearifan lokal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3KB) Milka Mabel,S.Pd.

Hal itu disampaikan oleh Milka Mabel selaku kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak dan Keluarga Berencana (P3KB) Kabupaten Pegunungan Bintang dalam sambutanya ketika membuka acara Advokasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Pegunungan Bintang yang diadakan oleh Dinas tersebut di Kabiding Oksibil gedung balai kampung pada Senin,(29/5/2023).

 

“Stunting itu juga merupakan bencana kemanusiaan,Strategi cara berkomunikasi itu penting kalau dalam TNI ada namanya taktik, untuk mencapai sasaran.Strategi komunikasi itu harus mudah dipahami oleh masyarakat berbasis kearifan lokal.Oleh karena itu saya minta”semua kepala Distrik dan kepala kampung menjadi agen-agen edukasi masyarakat,” kata Kadis P3KB Milka.

Dokumentasi, Saat rombongan kepala dinas P3KB gelarkan kegiatan Stunting di distrik Okbibab belum lama ini 

Kegiatan tersebut ditandai dengan laporan oleh kepala bidang keluarga berencana Dinas P3KB Pegubin,Nelce Palyukan,SE.Sebagai penanggungjawab kegiatan Menjelaska, sesuai dengan tema kegiatan” Pelaksanaan Advokasi, komunikasi, Informasi Dak Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dan KB Sesuai Kearifan Budaya Lokal “BOKB” Tahun 2023″kegiatan yang sama digelar di beberapa distrik,Distrik Aboy,Borme,Ok Aom,Okbibab,dan Pada hari ini Distrik Oksop”Nelce Memberikan keterangan di media Mandala papua.com

kepala bidang keluarga berencana Dinas P3KB Pegubin,Nelce Palyukan,SE.

“Menurut Nelce “sebelumnya beberapa Distrik  kami sudah berikan sosialisasi tentang Stunting bagaimana masyarakat pun menyadari bahwa stunting itu  suatu  masalah yang harus diselesaikan dan ini pekerjaan yang tidak mudah” Saya yakin atas kerjasama seluruh pimpinan masyarakat kabupaten pegubin mampu untuk mencegah dari bahayanya Stunting”Tutup Nelce.

 

Masalah stunting di kabupaten pegunungan bintang sangat penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. Hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada pada 27,67 persen pada tahun 2019.

 

Sejumlah peserta dari Distrik Oksop Saat mengikuti materi Pencegahan Stunting  dari Narasumber 

Masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Dalam kegiatan tersebut dihadirkan nara sumber, Sekertaris dinas P3KB,dan Beberapa staf dinas,kepala Distrik, Beberapa kepala Kampung Tokoh Pemuda,Kepala Puskesmas,Tamu undangan dan seluruh masyarakat Setempat*(An).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *