Ini Terobosan YBBCK Membangun Pendidikan Pegunungan Bintang
Ketua Yayasan YBBCK bersama Staf Foto Bersama Usai Melakukan Jumpa Pers
SERAMBAKON, MANDALAPAPUA.COM—- Memajukan pendidikan di daerah tidak hanya pemerintah, tetapi butuh kerja sama lintas sektor untuk bersama- sama bekerja memajukan pendidikan. Tidak hanya pendidikan Formal, namun non formal dan informal menjadi tangungjawab semua Staekholder. Termasuk pendirian yayasan yayasan pendidikan guna mengejar ketertinggalan pendidikan di wilayah Timur Papua ini.
Kehadiran yayasan mendongkrak peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Pegunungan Bintang. Sebut saja, YPPK. Yayasan Katolik sudah lama berada di Pegunungan Bintang memajukan pendidikan di Negeri diatas awan ini. Selain itu ada YPPGI dan YAPESMI, bersama sama melayani penginjilan dan pendidikan Kristen di wilayah Barat dan Timur Pegunungan Bintang.
Selain itu, Yayasan Baru yang baru saja dirikan memberikan dampak yang cukup signifikan. Adalah Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) Pegunungan Bintang, di dirikan pada bulan Oktober 2018. Yayasan ini beralamat di Jalan Pendidikan, Kampung Singsingbuk, distrik Serambakon Pegunungan Bintang.

Inisiator sekaligus ketua YBBCK Pegunungan Bintang, Ferdinandus Bamulki, S.IP kepada media Mandalapapua.com menyampaikan keinginannya memajukan Pendidikan Pegunungan Bintang, hingga bisa bersaing dan berkompetensi dengan daerah lain di Papua.
Menurutnya YBBCK mempunyai tiga program prioritas antara lain Bidang Sosial, Kemanusiaan, pengembangan Ekonomi kerakyatan.
Ferdinandus kepada media ini menjelaskan dalam rangka memenuhi tanggungjawab dibidang sosial maka Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) merencanakan beberapa bentuk kegiatan yakni; (a). Mendirikan lembaga pendidikan formal melalui pendirian sekolah umum berpola asrama yang berstandar internasional mulai dari tingkat kelompok bermain hingga perguruan tinggi (Jangka Panjang); (b). Mendirikan lembaga pendidikan nonformal melalui pendirian lembaga penyedia jasa kursus-kursus, jasa pelatihan, pendirian sanggar seni, dan lain-lain.
Kemudian yang berikut (c). Mendirikan lembaga panti dengan mendirikan panti asuhan, panti jompo, dan panti wreda; (d). Menyediakan jasa pelayanan kesehatan dengan mendirikan Laboratorium kesehatan, poliklinik, dan Rumah Sakit; (e). Malaksanakan pembinaan olaraga dengan membangun sport center; dan (f). melaksanakan kegiatan riset, melaksanakan studi banding, studi lapangan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saat ini kami telah merintis sebuah sekolah dasar berbahasa inggris di Distrik Serambakon Kabupaten Pegunungan Bintang. Namanya Pace School atau sekolah Papua Cerdas”terangnya. Untuk menyelenggarakan pendidikan dasar standar internasional kami harus membutuhkan sumber daya manusia yang cukup memadahi mulai dari guru, pengurus sekolah, penjaga asrama, pendamping, tutor, penjaga sekolah,security, dan lain-lainnya.
Tahun 2020 lalu telah dibantu oleh pemdah Pegunungan Bintang untuk mengirim calon guru-guru untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris di yayasan AILF Bali. Hanya saja ditengah perjalanan studi mereka Indonnesia terkena dampak wabah COVID-19 sehingga mereka terpaksa dipulangkan. Namun demikian kami sudah berkordinasi dengan pihak lembaga penyedia kursus AILF Bali sehingga mereka bisa studi online menggunakan aplikasih zoom, terangnya.
Sementara itu untuk falitas sekolah PACE School saat ini Pemerintah Daerah siap membantu membangun sarana dan prasaran di sekitar lokaksi tanah khusus sebagai kawasan pendidikan di Pegunungan Bintang yakni di sekitar Yapimakot. Pembangunan sekolah, asrama dan fasilitas penunjang kegiatan PACE School sudah dibangun oleh pemda dan dihibakan kepada yayasan. Yayasan akan menggunakan fasilitas ini untuk mendidik, membina dan mencerdasakan anak-anak Pegunungan Bintang secara khusus dan untuk anak-anak Papua secara umum.

Kedua, dalam rangka memenuhi tanggungjawab dibidang kemanusiaan maka Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) menyelenggarakan beberapa bentuk kegiatan yakni; (a) Memberikan bantuan kepada korban bencana alam; (b) Memberikan bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin, dan gelandangan; (c) Menyelenggarakan persiapan dan perlengkapan perlengkapan menurut ajaran agama Kristen seperti menyediakan keranda, mobil jenazah, dan ambulan; (d) Memberikan perlindungan konsumen; dan (e) Melestarikan lingkungan hidup.
Ketiga, dalam rangka memenuhi tanggungjawab dibidang kerohonian maka Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) menyelenggarakan beberapa bentuk kegiatan yakni; (a) Membangun sarana ibadah agama; (b) Menerima dan menyalurkan bantuan keagamaan; (c) Mengembangkan dan membina pemahaman keagamaan; (d) Melaksanakan syiaria keagamaan; dan (e) Mengembangkan pendidikan keagamaan.
Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) terus meningkatkan kualitas pelayanan ke kampung kampung dan distrik di wilayah Pegunungan Bintang. Hanya dengan bermodalkan semangat dan keprihatinan terhadap anak anak penerus Pegunungan Bintang, yayasan ini bergerak membuka kelas jarak dari timur hingga barat.
Sementara itu, Direktur Sekolah Papua Cerdas, Martinus Kakyarmabin mengatakan YBBCK mempunya program prioritas yakni dibidang pendidikan. Dalam rangka mewujudkan program tersebut, kami telah mendirikan Pendidikan Dasar SD dan SMP pada tahun 2018. Sudah tiga tahun SD dan SMP ini beroperasi.
“Sekolah ini namanya Sekolah Papua Cerdas. Sekolah berpola asrama. Kami telah menampung 75 anak di asrama putri maupun putra”Ujar Martinus Kakyarmabin.
Kemudian, lebih lanjut Martinus menjelaskan sarana pra sarana Pendidikan yang dibangun YBBCK antara lain, dua buah gedung asrama, yakni gedung untuk putri dan putra, 1 buah gedung untuk aula kegiatan dan 1 buah gedung untuk kegiatan belajar mengajar. Gedung KBM ini ada 5 RKB dan 1 Ruang Guru, terangnya.
Bagaimana Dengan Gagasan Sekolah Jarak Jauh

Menurut Diretur Sekolah Papua Cerdas, sekolah jarak jauh dibuat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. Anak anak mendapatakan pendidikan yang layak dengan metode ajar yang sesuai standar standar.
“Tahun ini ada 5 kampung yang menjadi sasaran proses belajar mengajar jarak Jauh. Tahun depan kita akan mneingkatkan lagi”ucapnya.
Guru guru yang akan mendidik kelas jarak jauh sudah direkrut, pekan depan ditreningkan, kemudian ditempatkan di sekolah sekolah yang sudah ditetapkan. “Para guru ini dengan tujuan mengajar anak anak kelas 5 dan 6. Kelas persiapan masuk Papua Smart School di Serambakon, ucapnya.
“Matrikulasi selama setahun, Setelah rekrut, masuk SMP langsung di Asrama”bebernya.
Kelas jarak jauh ini kita tidak hanya fokus 5 kampung tetapi ke depan ke seluruh SD yang ada di Pegunungan Bintang. Fasilitas pendidikan sudah lengkap ke depan kita rekrut dari setiap distrik. Peserta didik khusus anak anak asli Pegunungan Bintang.
Fransiskus Kasipmabin
