Tiga Tahun Beroperasi, 75 Anak Terdaftar Sebagai Siswa Sekolah Papua Cerdas Di Serambakon

0
20210727_215000

MANDALAPAPUA.COM—Semenjak Sekolah Papua Cerdas dibuka pada tahun 2018, ada 75 Anak terdaftar sebagai siswa di Sekolah tersebut. Sekolah Papua Cerdas atau sering disebut Pace Sckhool berdiri dibawah naungan Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) pada bulan Oktober 2018. Ketika media ini bertandang ke Lokasi Sekolah yang beralamat Jalan Pendidikan, Kampung Siminbuk, distrik Serambakon pecan lalu terlihat Guru dan Murid sedang sibuk menyiapkan acara missa pembukaan tahun ajaran baru 2021/2022 di Aula Sekolah.
Pantauan media ini, Missa Pembukaan Belajar mengajar tahun ajaran 2021 tersebut dibuka oleh Pastor Vikaris Paroki Roh Kudus Mabilabol. Kegiatan ini dihari oleh para guru Sekolah Papua Cerdas, pimpinan Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih, Para guru kelas jauh, anak urid, orang tua murid, dan tamu undangan yang diundang.

Ketua Yayasan YBBCK bersama Staf Foto Bersama Usai Melakukan Jumpa Pers

Martinus Kakyarmabin, Direktur Sekolah kepada media ini mengatakan sekolah ini dibuka tahun 2018 dan sampai dengan tahun 2021 tercatat ada 75 Siswa yang terdaftar sebagai siswa binaan sekolah Papua Cerdas. “ Jumlah murid di Sekolah Papua Cerdas 75 anak. Tahun 2021 ini sekitar 20 an anak yang lolos dan ditetapkan sebagai siswa baru tahun ajaran 2021”ucapnya.
Menurutnya, Sekolah Papua Cerdas membuka dua sekolah, yakni tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun tingkat SMP. Untuk SD hanya menerima siswa kelas 5 dan 6 dari kelas jauh yang disediakan. Siswa siswi yang masuk sekolah ini tinggal di Asrama dan wajib menggunakan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari kelas I, II, dan III, terangnya.
“Anak murid yang bersekolah di SD maupun SMP wajib tinggal di Asrama. Sehingga 75 anak ini mereka tinggal di dua asrama, baik di asrama putri maupun putra”jelas Mastinus Kakyarmabin.
Lebih lanjut ia menjelaskan Sekolah Papua Cerdas memiliki Dua kepala sekolah ASN, yang lain adalah guru Profesional. Ada 8 orang yang disediakan, namun 4 guru professional yang sedang membantu. Mereka leih focus pada sains dan bahasa inggris. Tentu kami membutuhkan tenaga guru yang professional.
Tinong sapaannya itu menjelaskan fasilitas hanya dua asrama, itupun belum cukup untuk menampung anak anak yang semakin banyak. “Kami harap pemerintah juga bisa membantu Sekolah Papua Cerdas agar bersama sama memajukan Pendidikan di daerah ini” terangnya.

Fransiskus Kasipmabin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *