Merugikan Pencaker OAP, FKPAT Tolak Hasil Kuota Tambahan CPNS Tambrauw

0
20210619_222238

Tambrauw—Forum Komunikasi Pencaker Asli Tambrauw ( FKPAT) Wilayah Sorong Raya,melakukan Aksi damai di depan kantor Diklat Kota Sorong yang dipakai sebagai tempat untuk proses pemberkasan CPNS yang lolos melalui kuota tambahan yang berjumlah 226 orang.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecawaan dari seluruh elemen masyarakat Tambrauw karena hasil pengumuman kuota tambahan dirasa sangat tidak adil serta tertutup sehingga meminta agar proses pemberkasan dihentikan sampai menungu pihak Pemerintah Daerah untuk segera dialok dengan Forum pencaker untuk membicarakan persoalan ini. Aksi yang berlangsung pada Rabu,(15/06/2021).
Formasi CPNS Tahun 2018 tidak mengakomodir seluruh Orang Asli Tambrauw, dimana telah ada pembagian kuota secara jelas OAP 80 persen dan Non OAP 20 persen .Namun fakta kuota 80 persen untuk OAP tidak terpenuhi,sehingga terjadi gejolak dari daerah maka Kementerian Pendayagunaan Aparatus Negara (Kemenpan ) RI memberi kuota tambahan bagi daerah untuk meredam gejolak yang terjadi di daerah Tutut Herman Syufi dalam orasinya.
Namun fakta yang terjadi kuota tambahan untuk formasi 2018 yang berjumlah 226, dimana kuota untuk orang asli Tambrauw hanya 67 orang,untuk orang asli Papua hanya 38 orang dan Non OAP sebanyak 121 orang.Hal tersebut dirasa sangat menciderai rasa keadialan bagi pencaker Asli Tambrauw karena harus menjadi penonton di Negerinya sendiri,karena hasil yang di umumkan oleh pemerintah pada hari senin tanggal 14 Juni tidak mencerminkan azas keadialan bagi pencaker Asli Tambrauw untuk di akomodir dalam Formasi tambahan.
Pemerintah tertutup soal kuota tambahan sehingga mengorbankan nasib pencaker asli Tambrauw,sehingga kami berharap proses pemberkasan untuk sementara dipending sampai pemerinntah dan forum pencaker melakukan dialog terlebih dahulu.untuk membicarakan persoalan kuota tambahan ini.
Aksi hari ini selain lakukan dikota sorong juga dilakukan pemalangan dikantor DPRD Tambrauw di Fef,pemalangan kantor Distrik dan Mes pemda di Distrik Kebar sebagai bentuk ketidakpuasan akan hasil yang penuh dengan kepentingan segelintir elit yang berkuasa sehingga mengorbankan nasib Orang asli Tambrauw yang terabaikan di Negeri sendiri.
Aksi serentak oleh seluruh pencaker dan elemen masyarakat Tambrauw akan dilakukan pada Tanggal 21 Juni 2021 di Ibu kota Kabupaten Tambrauw, Fet.

Penulis: Izak Bofra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *