Ini Pesan Masyakarat Distrik Serambakon Untuk Pemerintah Pegubin dan Pemprov Papua

0
IMG_20210524_092932

Reporter : Melki P Uropmabin

SERAM,TRIBUNPAPUA.ID;_ Genaplah sudah Satu Tahun sebulan, Masyarakat Distrik Seram Kabupaten Pegunungan Bintang, menjalani kehidupnya, di bawah tekanan dan kepanikani pasca terjadinya kontak tembak antara TNI dan KKB, tahun 2020 lalu di Kampung Wanbakon Distrik Seram,tepatnya pertigaan jalan Oksop- Okbape.

Kepada Media ini Minggu 23/5, Thadeus Asemki S.ip,di dampingi Zergius Sasaka salah satu tokoh Pemuda wilayah Serambakon menjelaskan, Masyarakat Distrik Serambakon pada umumnya sejak 7 april 2020 hingga saat ini kami mengalami tekanan batin yang sangat luar biasa sebab setelah terjadinya kontak tembak pada awal tahun lalu hingga saat ini Masyarakat tidak bisa keluar dari rumah untuk mengambil kayu bakar ataupun berkebun, padahal kami ini warga sipil dan sebagian besar adalah petani kebun,Terangnya.

Pemerintah Daerah seharusnya tidak boleh tinggal diam sebab kami ini adalah bagian dari masyarakat Pegunungan Bintang secara khusus dan masyarakat Papua juga masyarakat Indonesia secara umumnya, tetapi pemerintah Daerah mengapa membiarkan kami hidup dibawahnya tekanan ini.

Mantan kepala Distrik Serambakon itu juga menuturkan kami ini berada dalam situasi tertekan dengan adanya markas militer yakni (TNI) di daerah sermbakon, secara moral tentu kami takut sebab setiap pergerakan warga semua di pantau bahkan sampai di interogasi tanpa alasan yang tidak jelas bahkan dilarang untuk pergi bekerja dan sebagainya, keberadaan TNI di wilayah Serambakon sebagai pusatnya orang OK merupakan salah satu kesalahan besar.

Harusnya pemerintah sebagai ujung tombak Daerah ini musti kerjasama dengan pimpinan TNI untuk menarik kembali pasukan yang sudah satu tahun sebulan lebih tinggal di daerah sembakon ini.

Sudah cukup kami ditekan kami ini masyarakat biasa yang ingin menikmati pembangunan,tuturnya.

Selain itu eks Kadis Seram berujar, Kami ini bukan binatang, kami manusia sama seperti yang lainnya, untuk itu Pemerintah Daerah jangan menutup mata, kami sendiri sudah tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi warga kami sejak di tempatkanya TNI di Daerah Seram ini sangat meresahkan warga Serambakon sebab aktifitas mereka melebihi fungsi tugas yang sebenarnya, Tegas mantan Kadis Seram itu.

Ditempat yang sama Zergius Sasaka, selaku tokoh pemuda Wilayah itu secara tegas memintah pemerintah Daerah Pegubin untuk segera tarik pasukan organik maupun non organik yang tinggal di wilayah serambakon ini, sebab sudah satu tahun lebih kami tidak keluar rumah akibat sistem patroli yang di terapkan di luar maupun dalam lingkungan tempat kami berada lebih pada tekanan dan ancaman, hal ini membuat kami sungguh tak berdaya.

Saya harap Bupati dan jajarannya segerah mencari solusi bagi masyarakat Distrik Serambakon ini,Tutupnya.

(Tim Redaksi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *