Apel Perdana Bupati Pegunungan Bintang Launching Program 100 Hari Kerja, Ini Programnya
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Bupati Dan wakil bupati Pegunungan Bintang dalam apel bersama di halaman kantor bupati, melaunching sejumlah program yang akan menjadi program kerja 100 hari pemerintah kabupaten Pegunungan Bintang tahun 2021. Berikut ini merupakan program yang dilaunching pada tanggal 5 Maret 2021 tersebut.
Pertama, Kerja sama pemerintah daerah Pegunungan Bintang dengan Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cendrawasih atau Binterbusih di Semarang.
Kedua, kerja sama antara Pemerintah Pegunungan Bintang dengan Yayasan Alilena untuk pengembangan pendidikan dasar, kesehatan dasar yang berbasis Budaya dan penelitian tentang Model pengembangan SDM di Pegunungan Bintang.
Ketiga, kerja sama Percepatan Pembangunan Pemerintah Pegunungan Bintang dengan BAPENAS melalui pembentukan Deks percepatan Pembangunan Pegunungan Bintang.
Keempat, Launching Aplikasi atau Website Badan Pengelolaan Pendidikan dan Penelitian Pegunungan Bintang,
Kelima, Launching Aplikasi Biaya Bantuan Studi Bagi Mahasiswa seluruh Dunia
Keenam, pembuatan aplikasi batas batas wilayah dan pemetaan wilayah berbasis Ap Iwol
Ketujuh, pembuatan Aplikasi penerapan disiplin Aparatur Sipil Negara, kabupaten Pegunungan Bintang
Kedelapan, peningkatan jaringan telekomunikasi di Oksibil, dari 8 mbps menjadi 100 mbps,
Kesembilan pembangunan jaringan internet yang terintegrasi untuk mendukung e-gavermen
Kesepuluh penurunan disparitas harga melalui supsidi angkutan udara melalui surabya, merauke, Oksibil dan 9 titik se-kabupaten Pegunungan Bintang.
Sebelas, mempersiapkan dan membangun Universitas Okmin Papua
Duabelas, Launching Aplikasi Sistem Informasi Desa kabupaten Pegunungan Bintang.
Demikian 12 program prioritas yang harus dikerjakan selama 100 hari kedepan, semua program yang dirancangkan ini sukses dan berhasil seketika ASN pastikan dan kerja untuk mewujudkannya. Program ini masuk di dinas mana, dirancang dan realisasi dalam waktu tiga bulan ke depan.
Hal itu dikatan Spey Bidana, ST., M.Si, bupati Pegunungan Bintang didampingi oleh wakil bupati, Piter Kalakmabin Amd di hadapan ASN Pegunungan Bintang pecan lalu.
Menurutnya, 12 program Ini juga termasuk program rencana Pembangunan Daerah yang isinya rencana strategis SKPD yang memuat program terukur dan dikerjakan. Untuk itu, dibutuhkan kesiapan aparatur, kedisiplinan aparatur, dan kita pastikan semua berjalan sehingga semua rakyat Pegunungan Bintang bisa menikmati apa yang kita kerjakan, terangnya.
Lebih lanjut Bupati Spey Bidana menjelaskan Lima tahun roda pemerintahan tidak berjalan sesuai mekanisme pemerintahan, untuk itu mulai hari senin semua ASN masuk kantor, disiplin, mulai dari kebersihan diri.
“Saya tidak lihat ASN yang compang camping yang berambut brewok, rambut talingkar, kumis tebal dan lainnya”tegas bupati Pegunungan Bintang.
Bersama Pihak Ketiga Membangun Pegunungan Bintang
Kemudian bupati Spey memberikan waktu kepada pihak ketiga yang melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyampaikan apa yang akan dikerjakan dan maupun sudah dikerjakan.
Pada kesempatan itu, Prof. Hang dari Yayasan Alilena Jakarta diberikesempatan untuk menyampaikan bagaimana pengembangan pendidikan dasar dan kesehatan dasar berbasis Budaya di Pegunungan Bintang itu dilakukan.
“Saya akan membantu menyukseskan visi misi bupati dan wakil Bupati Pegunungan Bintang tentang Pegunungan Bintang Cerdas. Anak anak harus cerdas berbasis budaya. Model pendidikan budaya Papua”ujar Prof. Hang dalam ceramah di hadapan ASN.
Menurutnya 10 tahun saya bertemu orang Papua, satu hal yang saya lakukan bisa merubah tanah Papua. Dan Anak anak ini bisa merubah Papua, kita bekerja untuk anak anak Papau, bebernya.
Lebih lanjut ia menjelaskan Kami sudah menggelola beberapa sekolah, saya mencoba memulai dengan budaya budaya pendidikan yang saya kenal di Amerika, dan ternyata luar biasa. Anak anak kulit hitam rambut keriting ini. Bupati mengajak saya, kalo serius membangun Papua datang saja ke Oksibil, saya akan berkantor di sini, saya akan bawakan anak anak Papua gemilang.
“Saya tahu problem di Papua, saya tahu bagiama bekerja di Papua dengan disiplin, produktif dan alat alat pendukung yang baik untuk bisa bekerja”pimpinan yayasan tersebut.
Selain itu, Melkior Sitokdana, Dosen tetap UKSW Sala Tiga, Jawa Tengah menyampaikan sejumlah Aplikasi yang diciptakan untuk digunakan dalam pelayanan public pemerintah Pegunungan Bintang selama 5 tahun ke depan.
Menurutnya, selama ini banyak program beasiswa oleh Pemerintah Provinsi dan kabupaten di Papua, tetapi pengelolaannya manual atau konvensional. Hal itu membuat lambat, kemudian tidak transpran dalam pengelolaan keuangan daerah di bidang pendidikan tidak terbuka.
Untuk itu kami buat Aplikasi Sistem informasi Beasiswa. “Saya memperkenalkan tampilan utama dan sebentar kita akan launching. Aplikasi ini nantinya seluruh mahasiswa Pegunungan Bintang akan dikelola menggunakan Aplikasi ini”ujar Melkior Sitokdana.
Lebih lanjuta ia menandaskan setiap semester wajib melaporkan prestasi akademik, sehingga nanti bupati dan wakil bupati pantau menggunakan Spat Phon atau menggunakan HP androit: mahasiswa tersebut pantau, kuliah di kampus mana, semester berapa, akademiknya berapa dan lainnya.
“Semua akan dikontrol. Jadi bupati dan wakil bupati tidak ke mana mana, tetapi tinggal di Oksibil dan pantau mahasiswa Pegunungan Bintang se-dunia. Itu akan mendukung program pembangunan yang lebih cepat, tepat dan akurat. Dan puji Tuhan Aplikasi semacam ini pertama di Indonesia”kata melkior dosen tetap di UKSW jawa Tengah tersebut.
Selain itu, Aplikasi berikut yang kembangkan yaitu Portal informasi Kampung. Kampung kampung selama ini kelola dana desa, ADD, mencapai ratusan miliar tetapi kita belum tau pencapainnya seperti apa, autputnya apa. Sehingga kami sediakan satu portal yang bisa kita akses secara bebas, mengikuti perkembangan kampong seperti realisasi dana desa, monografi kampong, penduduk, kesehatan pendidikan, budaya dan lainnya. Konsep pengelolaanya seperti BPS. Jadi ketika BAPPEDA membutuhkan data, bisa didonlowd untuk perencanaan pembangunan daerah.
Kemudian, yang lain adalah Aplikasi BPSDM Dan Riset. Melalui Aplikasi mahasiswa bisa registrasi secara Online, jadi sekarang tidak seperti dulu lagi antar atau mengambil berkas antar kota. Kemudian, kita akan riset riset berkaitan dengan Pegunungan Bintang,
Kemudian, aplikasi untuk mendisiplinkan ASN. Presensi secara Online atau sidik jari di setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang. Laporan kan diterima oleh androit yang ada di bupati dan wakil bupati.
Dengan adanya ilmu pengetahuan teknologi yang sedang berkembang, pelayanan semakin cepat dan dampak pembangunan dirasakan oleh masyarakat Pegunungan Bintang.
Menurut Melkior kami akan membantu menata kota Oksibil, wajah kota Oksibil ini masih wajah wellington. Tahap awal kami mau merubah wajah SEPTE. Supaya masyarakat percaya bahwa bupati dan wakil dipilih memang ada bukti.
“Oksibil menjadi wajah Eropa, kami sudah rancang. Bantu juga di bidang BPSDM, Universitas Ok Papua. Menjadi universitas Internasional, kembangkan model pendidikan IT. Pengajar atau dosen bisa dari luar negeri”terangnya.
Kemudian, dari Yayasan Binterbusih Semarang, akan mendampingi dua hal. Pertama membina Kratekr mahasiswa, membina krater manusia. Para pemimpin di Papua disiapkan oleh Yayasan Binterbusih ketika mereka masih mahasiswa. Kami membina Orang Papua selama 32 Tahun, pemimpin di Papua itu punya Krakter, jujur, tangung jawab dan punya integritas.
Kedua, menangani program beasiswa Pegunungan Bintang seluruh Dunia. “Trun dari Pegunungan Bintang ini kami mulai bekerja, mahasiswa bisa register dan kuliah kembali”kata Paskalis Apner, SE.
Usai menjelaskan, bupati Spey mengaku Program mitra itu penting, sehingga selain ini kami juga akan kerja sama dengan mitra lain untuk membangun Pegunungan Bintang. Untuk itu dibutuhkan kerja sama aparatur Sipil Negara. Aparatur yang ada, harus membaca banyak, baca uu, dokumen dokumen perencanaan.
“Pembinaan krater itu penting, tidak hanya mahasiswa tetapi ASN itu penting untuk dibina, digembeng otak otaknya, betul betul kita pake standar kinerja. ASN yang orientasi uang, orierintasi jabatan sudah stop. Republick ini kalo bicara uang kita bangkrut”ujar bupati Spey.
Lebih lanjuta bupati Spey mengatakan kabupaten Pegunungan BIntang masi kotor, kabupaten ini sudah mencapai 18 tahun. Kita harus bersihkan, ini kosong. Termasuk asset asset yang ada di tangan tangan itu semua dikembalikan: termasuk asset kendaraan mobil, motor, computer, laptop harus dicek semua. Mana yang layak, mana yang tidak layak, mana yang kita hibahkan, mana yang kita lelang.
Asset asset yang belanja dan kasi tinggal di Jayapura harus sampai di Oksibil, pake uang pribadi bukan pake APBD. Harus dicek semua. Pada saat Apel hari senin, semua data data harus ada, perabot juga harus di kroscek.
“Tidak boleh adakan perabot sampai semua diperiksa, jangan sampai bisa kena pasal pidana pencurian juga ada”tegas bupati.
“Saya sudah perintahkan rumah rumah dinas harus dikosongkan, tidak boleh dijadikan milik pribadi. Dikosongkan sampai Pejabat Negara dilantik, lalu ditempatkan”ucapnya.
Menurut bupati, Rumah pribadi itu saya beli dengan uang saya bukan make APBD. Rumah dinas itu rumah pejabat, sehingga yang lain keluar yang lain masuk. Semua penyakit di Oksibil ini harus dibersihkan, bilang maneserpse su tidak ada lagi, tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan di kampong itu ada uang miliar yang beredar bersumber dari APBN yaitu Dana Desa. Habis itu tambah lagi DAU untuk operasional aparat kampong, ADD. Kepala kampong dan kepala distrik tidak lagi putar putar di Oksibil, apa lagi di Jayapura.
“Para kepala SKPD jangan korupsi atau potong potong anggaran kegiatan, cukupkan dirimu dengan apa yang kamu punya”ujar Spey mengakiri sambutan pada apel pagi tersebut.
Fransiskus Kasipmabin
