Bupati Spey Bidana Perintahkan Segera Mendata Asset Milik Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang melalui kepemimpinan bupati Spey Bidana, ST., M.SI dan wakilnya Piter Kalakmabin Amd mulai menata dalam pelayanan publik, kinerja kerja birokrasi para ASN sampai dengan mendata Asset milik pemerintah daerah yang dibelanjakan dari APBD.
Kabupaten ini sudah 18 tahun hadir dan tidak diurus dengan baik, banyak mafia yang dimainkan untuk kepentingan pribadi, kekayaan Pemerintah daerah menjadi kekayaan pribadi, harus didata secara baik. Kabupaten Pegunungan Bntang tidak terurus, kabupaten ini sudah mencapai 18 tahun. Kita harus bersihkan.
Hal itu dikatakan bupati Pegunungan Bintang, Spey Y. Bidana, ST., M.Si saat Apel perdana pada jumat, 5 Maret 2021 di halaman Kantor bupati Pegunungan Bintang, Kukding Okpol lalu.
Apel perdana itu dipimpin langsung Bupati Pegunungan Bintang dan didampingi oleh Wakilnya Piter Kalakmabin meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) terutama dinas terkait segera mendata asset dan laporkan pada hari senin mendatang, ucapnya.
“Penertiban asset asset yang ada di tangan itu semua dikembalikan, termasuk asset kendaraan mobil, motor, computer, laptop harus dicek semua dan jika ada di tangan ASN dijadikan milik pribadi harus dikembalikan sesegera mungkin”kata bupati Spey.
Menurutnya, setelah asset dikumpulkan harus didata dengan baik Mana yang layak, mana yang tidak layak, mana yang kita hibahkan, mana yang kita lelang, bebernya.
Kemudian ia menjelaskan asset asset yang belanja dan kasi tinggal di Jayapura harus sampai di Oksibil, pake uang pribadi bukan pake APBD. Harus dicek semua. Pada saat Apel hari senin, semua data data harus ada, perabot juga harus di kroscek.
Bupati mengatakan “tidak boleh adakan perabot sampai semua diperiksa, jangan sampai bisa kena pasal pidana pencurian juga ada”kata Spey.
Lebih lanjut ia menjelaskan rumah rumah dinas yang selama ini menjadi milik pribadi, walau sudah pindah tugas, pension atau bukan pejabat Negara harus dikosongkan sampai dengan selanjutnya ada petunjuk, tegasnya.
“Saya saja saat ini tinggal di rumah pribadi, bangun dengan uang sendiri bukan dibangun pake APBD. Rumah dinas itu rumah pejabat, sehingga yang lain keluar yang lain masuk”tegas bupati.
Sementara sampai dengan berita ini diturunkan, bupati dan wakil bupati Pegunungan Bintang masi tinggal di kediaman pribadi masing masing sembari melengkapi dan rehap kediaman bupati dan wakil bupati.
“Bupati dan wakil bupati belum bisa tempati kediaman karena perabot, asset di kediaman dicuri dan atau ada yang dihancurkan. Jadi harus direhap dulu baru bisa masuk”kata Ringgo Singpanki Pegawai Sekretariat Daerah Pegunungan Bintang, kepada media ini usai apel bersama pada jumat lalu.
Fransiskus Kasipmabin
