Rangkul Sumber Daya Yang Tersedia, Genjot Ketertinggalan Pembangunan Pegunungan Bintang

0
IMG_20210308_120536

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID— Dalam rangkah mendukung visi dan Misi Bupati dan wakil Bupati Pegunungan Bintang tentang Sehat Cerdas, Mandiri Ekonomi, berbasis budaya dan tata ruang yang nantinya akan diterjemahkan oleh SKPD di lingkungan pemerintah Pegunungan Bintang, maka dibutuhkan ASN yang punya hati, integritas, loyal dan dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan visi besar membangun Pegunungan Bintang ini.
Hal itu dikatakan bupati Pegunungan Bintang, Spey Bidana, ST., M.Si saat apel pagi di halaman kantor bupati Pegunungan Bintang, Senin 8 Maret 2021. Bupati Spey memberikan pandangan umum di hadapan ASN, memotifasi untuk terus bekerja keras, lincah dan tepat sasaran untuk melayani rakyat Pegunungan Bintang.
Bupati Spey Bidana mengatakan “kapasitas seorang ASN yang betul betul harus pastikan duduk bekerja melaksanakan visi dan misi dengan berbagai strategi pendekatan, strategi pembangunan berbasis kewilayahan menyangkut aspek tata kelola lingkungan”ucapnya.
Dalam tahun ini kita akan mendorong membuka isolasi wilayah terpusat 6 titik pusat pengembangan wilayah di Pegunungan Bintang. Enam wilayah itu meliputi, titik pertama wilayah Bime dan borme untuk wilayah ketengban.
Wilayah pengembangan kedua di Okbi dan Okbab, ketiga di wilayah Kiwirok, Okyip, Oksamol, wilayah keempat meliputi Batom, Bias dan Armase, kelima wilayah Iwur, Kawor sampai di wilayah Awinbon dan wilayah ke enam meliputi distrik Oksibil dan sekitarnya.
“Wilayah wilayah ini harus terintegrasi, mengembangkan pusat Pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan” tegas bidana yang juga mantan kepala Bapeda Pegunungan Bintang ini.
Menurutnya untuk Oksbil sebagai ibukota kabupaten harus terkafer, sebagai pusat pelayanan pembangunan, ekonomi, pemerintahan, pendidikan. Semua akan terkafer dalam rencana starategi pembangunan jangka menengah Daerah. Paling lambat 3 bulan sudah siapkan dokumen RSPJMD, terangnya.
“Semua SKPD harus terintegrasi terencana, terukur, kerja harus tertip. Yang kita pastikan tangung jawab itu harus jelas dan kita butuh orang yang punya hati, tidak ada kejar kejar uang, 15 tahun lalu sudah terkontaminasi dengan pikiran yang bagiamana dapat uang, ASN jangan bangun pola piker seperti itu”kata Spey didampingi wakil bupati Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin.
Selain itu, bupati mengaku akan kerja sama dengan Badan Keuangan Pusat di Jakarta, BAPENAS dan mitra lain untuk melaksanakan audit menyeluruh dan tangkap para koruptor di daerah ini.
“Jadi ASN yang minta minta jabatan, saya akan berhentikan dari ASN Pegunungan Bintang, tidak boleh lapor lapor bupati, hormat hormat tidak ada. Harus kerja professional melayani rakyat Pegunungan Bintang” terangnya.

Fransiskus Kasipmabin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *