Legislator Minta Pemda Pegubin Publikasikan Update Kasus Covid-19 di Oksibil

0
FB_IMG_1569809923958

Pieter Kalakmabin (Foto: Dok Pribadi/TP)

JAYAPURA, TRIBUNPAPUA.ID—Anggota parlemen Pegunungan Bintang, Pieter Kalakmabin meminta kepada pemerintah daerah untuk sesegera mungkin sampaikan kepada publik terkait update kasus covd-19 di Oksibil, lantaran virus itu muncul di Indonesia dan Khususnya Papua belum juga sampaikan publik terkait penanganan kasus dan pencegahannya di daerah Pegunungan Bintang.

“Keterbukaan Informasi publik sangat penting dan dijamin dalam UU, sehingga Pemerintah Pegunungan Bintang melalui dinas kesehatan sesegera mungkin sampaikan kepada publik terkait update kasus Virus Corona atau Cpvid-19 itu kepada masyarakat Pegunungan Bintang yang ada di dalam maupun luar daerah, agar bisa mengikuti perkembangan penyebaran virus mematikan tersebut”ucap Pieter Kalakmabin yang juga Anggota Parlemen daerah pemilihan satu tersebut kepada media ini, Senin 30 Maret 2020.

Sampai dengan hari ini pemerintah daerah belum sampaikan ke publik peta peningkatan kasus, fasilitas publik yang digunakan untuk mengisolasikan ODP yang masuk di Oksibil, agar warga yang ada di Oksibil tidak ketemu atau lalu lalang di kota oksibil.

“Jika RSUD Oksibil menjadi tempat Isolasi ODP maka warga diimbau untuk tidak  berobat di situ. Warga tidak tau, makanya berobat di RSUD, pada hal jika tempat isolasi warga tidak boleh mondar mandir di sekitarnya bahkan berobat sekalipun”ucapnya.

Ia mengkritisi penangan pemerintah daerah terkait virus corona tidak prosedural, belum bikin SOP. Warga membiarkan berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oksibil. Pada hal RSUD menjadi tempat Isolasi ODP di Oksibil. “Tidak jelas tempat Isolasi ODP di mana, warga berobat di mana, SOP-nya tidak jelas” tegas Pieter.

Ia meminta kepada pemerintah daerah untuk sampaikan kepada publik terkait SOP penangan Virus Corona di Pegunungan Bintang, tempat pelayanan kesehatan untuk publik, sarana para sarana kesehatan disediakan untuk tes kesehatan dan lainnya.

“Jika RSUD Oksibil menjadi tempat isolasi, maka Puskes Oksibil buka 24 jam untuk pelayanan kesehatan di Oksibil. Jika tidak maka warga pasti ke RSUD untuk berobat”katanya.

Perluh diketahui juga bahwa Corona  virus atau yang  sekarang lebih akrab disebut dengan singkatan Covid-19  pertama kali ditemukan di Indoneia lewat seorang WNA (Warga Negara Asing) asal Jepang. Kasus tersebut langsung dibenarkan  oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada senin, 02/03/2020 lalu.

Corona Virus Disease-2019 ¬(Covi-19) yang pertama kali muncul di Kota Wuhan (Cina) ini telah menjalar ke belahan dunia termasuk bumi nusantara (Indonesia). Negara ini (Indonesia) tampak santai saat pertama kalinya merespon adanya kasus Corona di Ibu kota. Bersantai dengan memilih memberi diskon  tiket pesawat serta insentif untuk influencer yang pada akhirnya sekarang ini gelagapan menghadapi virus pandemik ini. Penyakit yang diketahui setelah melewati masa inkubasi selama 14 hari ini, kini telah mewabah ke setiap kota maupun pelosok desa di Indonesia termasuk Papua pulau paling ujung di timur Indonesia. Pulau yang berstatus “dikaneksasi” oleh NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada 1 mei 1969 ini.

Jumlah kasus Covid-19 di Papua kian bertambah hingga kamis (26/3/20) terdapat jumlah  pasien positif Covid-19 ada 4  orang di Jayapura  sehingga total pasien yang dinyatakan telah berstatus positif Covid-19 di Papua menjadi 7 yang sebelumnya terdapat 3 orang di kabupaten Merauke. Laporan ini pun langsung dibeberkan oleh juru bicara penanganan Covid-19 wilayah provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, kamis 26/03/2020. Untuk sampai saat ini masih terkonfirmasi 7, sembuh 0 dan meninggal 0. Sedangkan Papua Barat dikabarkan 2 Orang terkonfirmasi meninggal dunia.

 

Fransiskus Kasipmabin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *