Legislator Kritik Pimpinan Daerah yang Lamban Tangani Persoalan di Pegunungan Bintang
Pieter Kalakmabin (Foto: Dok Pribadi/TP)
JAYAPURA, TRIBUNPAPUA.ID—Legislator Pegunungan Bintang, Pieter Kalakmabin mengkritisi pimpinan daerah Pegunungan Bintang yang tidak serius menanggapi, memediasi dan menyelesaikan persoalan yang ada di Oksibil Pegunungan Bintang. Walau banyak masalah yang harus diselesaikan oleh bupati dan wakil bupati, Ketua DPRD Pegunungan Bintang, namun tiga pimpinan daerah ini tidak menunjukkan kerja kerja serius kearah penyelesaian soal. Malah tiga pimpinan Pegunungan Bintang ini malas tau dengan persoalan yang ada.
Menurut Pieter kalakmabin yang juga tokoh intelektual Pegunungan Bintang itu menjelaskan persoalan yang dimaksud antara lain hilangnya 10 pujuk senjata tahun lalu, 2019 berujung baku tembak di distrik Serambakon pada Sabtu tanggal 28- Minggu, 29 Maret 2020, persoalan Virus Corona atau Covid-19, penyakit sosial yang juga marak terjadi di Oksibil. Ia menilai menjelang Pemilukada serentak tahun 2020, penyelenggaraan PON persolan ini harus diseleesaikan.
Pieter kalakmabin kepada media ini, Senin, 30 Maret 2020 mengatakan “Saya minta kepada para pimpinan daerah, saudara Bupati dan saudara wakil Bupati, para pimpinan DPRD sesegera mungkin berada di Oksibil dan bangun komunikasi, koordinasi degangan semua stacholder demi menyelesaikan masalah ini”ucapnya.
Menurutnya, para pimpinan daerah merupakan anak asli Pegunungan Bintang untuk itu ia meminta persoalan yang dihadapi masyarakat ini wajib menyelesaikannya.
“Bapak bapak semua pimpinan daerah sekaligus sebagai anak asli daerah wajib menyelesaikan segala permasalahan di daerah karena kita sedang siaga hadapi virus yang mematikan ini. Belum lagi ke depan kita mengadakan dua agenda nasional, agenda PON dan Pemilukada”ucap ketua partai Golkar tersebut.
Masyarakat Pegunungan Bintang yang di Oksibil, Serambakon, dan Kalomdol saat ini mengalami trauma, lantaran bagaimana menghadapi virus Corona. Saat ini sedang mengisolasikan diri dalam rumah masing masing, tetapi TNI/POLRI melakukan penyisiran di beberapa tempat yang membuat warga panik. Lantaran daerah ini dulunya merupakan daerah operasi militer (DOM).
“Saya mendapat informasi kalau di distrik Serambakon pasukan TNI/POLRI sedang melakukan penyisiran dan beberapa tempat lainnya terkait dengan hilangnya senjata melalui helikopter milik TNI tahun 2019 lalu. Saya menyarankan untuk kita semua bersabar dirumah kita masing masing termasuk aparat TNI sambil menunggu selesai penyebaran wabah virus corona untuk semua pihak komunikasi secara baik baik”ucapnya.
Menurutnya, di saat kondisi seperti ini pimpinan daerah tinggal di Oksibil dan aktif mengkomunikasikan kepada semua pihak termasuk TNI/POLRI, melibatkan para tokoh demi menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini di Oksibil Pegunungan Bintang.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin
