GP3B Desak Pengurus Krateker Segera Adakan MUSDA KNPI Pegunungan Bintang Ke IV

0
IMG20200221111739

GP3B Adakan Jumpa Pers di Kantor KNPI Pegunungan Bintang

SIARAN PERS

GERAKAN PEDULI PEMUDA PEGUNUNGAN BINTANG

(GP3B)

 

Bahwasanya dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, generasi muda yang memiliki dinamika, militansi dan idealisme, menonjol peranan dan kepeloporannya dalam mencetuskan ide-ide pembaharuan, seperti dibuktikan pada tahun 1908 dengan Kebangkitan Nasional, tahun 1928 lahirnya Sumpah Pemuda, tahun 1945 dengan usaha merebut serta mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia, tahun 1966 munculnya Orde Baru, dan tahun 1973 terbentuknya Deklarasi Pemuda yang melahirkan KNPI, serta tahun 1999 dengan semangat kejuangannya yang kritis, dinamis dan rasional untuk menegakkan Demokrasi, Keadilan dan Supremasi Hukum yang berakumulasi secara sinergik telah melahirkan era reformasi.

Kaum muda sebagai sumber insani dan ahli waris serta penerus cita-cita bangsa, perlu mempersiapkan dan membina diri menjadi kader-kader bangsa, agar dapat menjadi generasi penerus yang berpandangan rasional, berbudi pekerti luhur, dan memiliki keterampilan serta bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.

Untuk itu, generasi muda Indonesia sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, memiliki tanggung jawab nasional untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran kaum muda sebagai suatu bangsa yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, serta berpedoman pada Haluan Negara, ikut serta mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempercepat pembangunan nasional demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Bahwasanya KNPI Sebagai wadah kaderisasi maka tahapan Organisasi dilakukan untuk menyiapkan kader kader terbaik untuk menjadi pemimpin bangsa. Tahapan dan mekanisme Organisasi disusun dalam AD/ART, Garis garis besar haluan organisasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam budaya organisasi. Untuk itu, terkait DPD KNPI Pegunungan Bintang dijalankan sesuai amanat yang diatur dalam AD/ART Organisasi tersebut.

Panitia MUSDA KNPI Pegunungan Bintang, Fransiskus Kasipmabin mengatakan  kepengurusan DPD KNPI Pegunungan Bintang periode 2016-2019 telah membentuk panitia MUSDA KNPI Pegunungan Bintang yang ke-IV pada bulan Maret 2019 lalu guna menyelenggarakan tahapan hingga mengadakan MUSDA pada bulan Agustus tahun 2019. Namun terkendala dengan koordinasi dan persetujuan Bupati Pegunungan Bintang. Sejauh kemampuan, Panitia sudah bekerja dan pada bulan tanggal 21 September tahun 2019 telah melaksanakan RAPIMDA KNPI Pegunungan Bintang dan dibuka oleh DPD KNPI Provinsi Papua, yang diwakili oleh wakil ketua bidang OKK, Hotniel Deda dan Bupati Pegunungan Bintang.

Menurutnya, dalam Rapimkab itu menyepakati  beberapa agenda antara lain menyepakati waktu pelaksanaan MUSDA tanggal 20-21 November 2019 (Alternatif 1),dan  pada tanggal 28-29 November 2019 (alternatif ke 2).

Ketua SC itu menjelaskan pada tanggal 16-18 Desember 2019 Krateker ke Oksibil dan mencairkan Dana Hiba KNPI Tahun 2019 dengan anggaran kegiatan MUSDA KNPI Pegunungan Bintang. Hasil dari manuver beberapa Oknum pemuda, pengurus Krateker ditunjuk dari Provinsi dan sampai dengan saat ini, pada tanggal 1 Februai 2019, bertemua pemuda di Oksibil  menyepakati dan menyetujui waktu pelaksanaan.

Kemudian ia mengatakan pada tanggal 1 Februari 2020 Pengurus Krateker rencana adakan kegiatan temu lintas pemuda Pegunungan Bintang di Gedung soskat Mabilabol Oksibil. Namun kegiatan tersebut dibatalkan oleh Pemuda Pegunungan Bintang dan melakukan rapat koordinasi internal antara Panitia OC/SC dengan Pengurus Krateker KNPI Pegunungan Bintang.  Dari pertemuan itu menyepakati koordinasi dengan provinsi untuk menetapkan waktu pelaksanaan MUSDA pada bulan Maret 2020. Setelah Koordinasi dengan DPD KNPI Provinsi, hasil yang diterima tidak sesuai dengan permintaan Pemuda Pegunungan Bintang.

Fransiskus mengatakan “ Model kerja seperti itu, DPD KNPI Provinsi tidak mengakui kerja kerja panitia MUSDA dan RAPIMKAB tanggal 21 September 2019 itu tidak sah. Pada hal menurutnya, RAPIMKAB merupakan forum tertinggi dibawa MUSDA, semua pihak harus menghormati proses RAPIMKAB”katanya.

Saverius Migau, Ketua Pemuda Pancasila Pegunungan Bintang mengatakan surat tanggapan dari DPD KNPI Provinsi Papua terkait tuntutan Pemuda Pegunungan Bintang tidak dijawab. Untuk itu, kami meminta supaya DPD KNPI Provinsi Papua menjawab sesuai tuntutan kami, bahwa bulan depan, Maret 2020,  harus melaksanakan pemilihan, memilih ketua DPD KNPI Pegubin. Karena tahapan MUSDA sudah dilalui, Pengurus Krateker tinggal mengakomodir panitia yang sudah berjalan, ucapnya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa Pengurus Krateker tidak mengakomodir tuntutan Pemuda Pegunungan Bintang yang disepakati saat rapat koordinasi di Soskat Mabilabol, 1 Februari 2020 tersebut. Lantaran, surat tanggapan dari provinsi tidak sesuai yang diharapkan. “Kami Pemuda Pancasila memandang itu sebuah taktik yang dimainkan oleh Sekretaris Krateker untuk pembekuan panitia MUSDA yang dibentuk dan secara aklamasi memilih seseorang menjadi ketua KNPI Pegunungan Bintang”ucapnya.

Surat tanggapan DPD KNPI  Provinsi dibuat oleh pengurus Krateker bukan pengurus provinsi itu sendiri. “Kami telah temukan tanda tangan ketua dan sekretaris yang berbeda. Tanda tangan di SK Kepengurusan Krateker berbeda dengan surat balasan dari DPD KNPI Provinsi yang baru diterima”ucap saverius Migau.

Yulianus B. Uopdana, Pemuda Potensial dari wilayah Dua, 8 distrik ini mengatakan Organisasi KNPI merupakan Organisasi Nasional yang mengimpun OKP OKP nasional juga. Untuk itu, ada tahapan dan mekanisme yang diatur dalam AD/ART. “Kita di Papua pada umumnya dan Pegunungan Bintang secara khusus biasa menggunakan AD/ART KNPI kongres Jayapura tahun 2015”. Dengan demikian, Tiga Bakal Calon yang ditetapkan untuk bertarung di MUSDA atau pemilihan merupakan kader kader terbaik yang diproses.

Dengan demikian pengurus Krateker punya tugas mengakomodir panitia MUSDA yang ada untuk mengikuti tahapan selanjutnya, buka membekukan panitia MUSDA dan penunjukkan Ketua Krateker KNPI distrik, ucapnya.

Selain itu, Ketua Pemuda GIDI Sion Oksibil, Fery Tengket mengatakan Gubernur Provinsi Papua mengintruksikan kepada seluruh Pemuda GIDI di tanah Papua untuk sukseskan PON tahun 2020.

“Kami Pemuda GIDI wilayah Pegunungan Bintang mau ke Jayapura mendukung PON tetapi terkendala dengan Kepengurusan KNPI kabupaten, karena kami pemuda greja harus didukung dari KNPI sebagai organisasi induk”ucapnya. Ia berharap MUSDA segera digelar dan memilih ketua KNPI Pegunungan Bintang supaya bisa mengakomodir Pemuda GIDI ke Jayapura, ucapnya.

Kemudian Pemuda Potensial lain, Lazarius Oktemka mengatakan secara umum di Tanah Papua tahun 2020 kita menyelenggarakan dua agenda Nasional Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pemilukada serentak di 11 kabupaten/kota. Pemuda menjadi garda terdepan untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.

Lazarius Oktemka  mengatakan “Untuk mengawal dan menyukseskan PON dan Pilkada serentak tahun 2020 di kabupaten Pegunungan Bintang, Ketua KNPI Pegunungan harus dipilih agar menghimpun pemuda Pegunungan Bintang menyukseskan kegiatan terbesar ini”ucapnya. Kalo kegiatan MUSDA tidak diadakan maka, aksi aksi pemuda Pegunungan Bintang bisa terjadi dan mengganggu ketertiban dan keamanan menjelang PON dan Pilkada, ucapnya.

Kemudian ia mengatakan Rekam jejak seorang Sekretaris Krateker,  bisa pertanyakan juga, karena selama ia memimpin selalu gagal. Baik itu, Organisasi Politik, organisasi kemasyarakat lain. Pernah menjadi ketua tim sukses calon bupati, hingga provinsi tetapi selalu Gagal. “ DPD KNPI Provinsi menunjuk dia menjadi pengurus Krateker KNPI Pegunungan Bintang bisa gagal juga. Kami meragukan Kepemimpinanya”ucapnya.

Menurutnya SK kepengurusan Krateker diturunkan pada bulan Dsember 2019, sehingga menurut keterangan Provinsi masa kerja krateker hanya 5 bulan maka akan berakhir pada bulan April 2020. Untuk itu, kami meminta untuk bulan depan harus laksanakan MUSDA KNPI Pegunungan Bintang memilih ketua baru, ucapnya.

Untuk itu, Gerakan Peduli Pemuda Pegunungan Bintang (GP3B) menuntut dan mendesak serta menyatakan sikap bahwa:

Pertama, Kami pemuda Pemudi Pegunungan Bintang menuntut agar DPD KNPI Provinsi Papuasegera menentukan tanggal pelaksanaan MUSDA KNPI Pegunungan Bintang ke IV

Kedua, Surat Balasan DPD KNPI Provinsi yang disampaikan kepada pemuda Pemudi Pegunungan Bintang melalu Pengurus Krateker bernomor  0127/B/DPD KNPI/II/2020 tidak sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan kami pada saat diskusi dengan pengurus krateker di Soskat Mabilabol 1 Februari 2020, usai pembubaran kegiatan temu lintas Pemuda Pegunungan Bintang.

Ketiga, Apabila tuntutan kami tidak ditanggapi dalam waktu dekat, maka kami akan membubarkan segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh pengurus Krateker di Oksibil maupun di luar Pegunungan Bintang.

Keempat, Kami sangat menyayangkan surat tanggapan DPD KNPI Provinsi Papua yang tidak menanggapi serius masalah KNPI Kab. Pegunungan Bintng

Kelima, berharap ada respon Positif dari KNPI DPD Provinsi Papua menyangkut MUSDA KNPI Kabupaten Pegunungan Bintang telah kami persiapkan selama kurang lebih 7 bulan.

Keenam, kami berharap  kepada ketua dan sekretaris karateker yang telah di tunjuk agar  jangan jadikan kami pemuda pemudi pegunungan bintang sebagai objek untuk mencapai tujuan.

Ketujuh, kami pemuda pemudi Pegunungan Bintang mempertanyakan kepada DPD KNPI provinsi papua menjelaskan apa yang menjadi tugas  dan fungsi dari karateker itu sendiri. Setahu kami bahwa karateker itu ditunjuk agar mengawal tahapan yang sudah di jalankan oleh panitia agar MUSDA itu terlaksana.

Demikian peryataan sikap ini  kami buat atas nama pemuda-pemudi Kabupaten Pegunungan Bintang ucapkan terima kasih. Mohon diteruskan ke sejumlah media Massa

Mengetahui,

Gerakan Peduli Pemuda Pegunungan Bintang

 

Saverius Migau                                              Fery Tengket

Ketua                                                         Sekretaris

 

Yang menyatakan Sikap:

1.Fery Tengket, Ketua Pemuda GIDI Sion Oksibil

2.Saverius Migau, Ketua Pemuda Pancasila

3.Fransiskus Kasipmabin, Pemuda Potensial

5.Yosephus Atek, Pemuda Potensial

6.Lazarius Oktemka, Pemuda Potensial

7.Yulianus B. Uopdana, Pemuda Potensial (Wilayah II)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *