7 Kampung Distrik Kawor Butuh Perumahan Sosial
Rumah Beratapkan Tradisional di Ibukota Distrik Kawor, Kampung Kampung Kawor (Dok: Frans/TB)
BUMI ARINTAB,TRIBUN PAPUA.ID–Masyarakat dari Kampung Arintab, kampung Kawor, kampung Nanum, kampung Tumdungbon, kampung Tarngop, kampung Umding, kampung Sakup distrik Kawor Pegunungan Bintang meminta pemerintah daerah untuk memberikan bantuan perumahaan Sosial, lantaran warga yang ada di 7 kampung tersebut hidup terkantung kantung di rumah lokal beratabkan daun sagu, dan dinding gaba gaba bertahun tahun.
Menurut keterangan yang diterima media ini di kampung Arintab, Kawor, Sakup, Umding dan beberapa perwakilan masyarakat mengatakan satu rumah dihuni oleh 3-4 kepala keluarga. Kepala Kampung Arintab, Aquino Oropka mengatakan “satu rumah dihuni oleh 3 sampai 4 kepala keluarga. Biasanya, anak laki laki pertama atau ke dua sudah kawin tinggal dengan orang tuannya atau keponakan atau keluarga lainnya”, ucap Aquino.
Kampung Kawor misalnya, 13 buah rumah. Satu buah rumah dihuni oleh 2-3 kepala keluarga. Sehingga 13 buah rumah tersebut dihuni oleh 39 KK. Sekretaris kampung Kawor, distrik Kawor mengatakan jumlah kepala keluarga kampung Kawor berjumlah 61 KK. Dari jumlah 61 kk, 13 kk sudah mendapatkan rumah sosial, sedangkan 48 KK tidak mendapatkan perumahan layak huni. Mereka hidup di rumah beratapkan daun sagu dan dinding gaba gaba.
Jumlah penduduk kampung Kawor berkisar 350- an. Sekretaris kampung Kawor mengatakan jumlah penduduk kampung Kawor mengatakan “kepastian penduduk belum tau, tetapi diperkirakan 350 orang”ucapnya.
Selain itu, kepala kampung Umding, Kepianus Yetonka warga masyarakat di kampung Umding belum dapat Perumahan Sosial. “Jumlah kepala keluarga kampung Umding 32 KK. Dari jumlah kepala keluarga tersebut banyak tidak dapat perumahan sosial”ucapnya. Menurutnya, kampung ini dihuni 309 penduduk.
Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah daerah Pegunungan Bintang untuk memberikan perumahan sosial kepada warga yang bermukim 7 kampung tersebut. Walaupun distrik Kawor dimekarkan pada tahun 2008, perumahan sosial belum sepenuhnya dibangun oleh pemerintah. Warga meminta pemerintah daerah mengedepankan aspek pemerataan, terutama daerah daerah terluar dan wilayah perbatasan antar kabupaten seperti masyarakat di Distrik Kawor ini.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin
