Menangkap Ikan Dengan Jaring, Belasan Jenis Ikan di Kali Kawor Punah

0
IMG_9768

Kali Kawor (Frans/TP)

KAWOR, TRIBUN PAPUA.ID–Kali Kawor merupakan salah satu kali atau sungai yang membelah lembah Kawor, dari arah Utara menuju selatan bermuara di Sungai Digoel. Kawor dibentuk dari dua suku kata, Ka dan Wor. Ka dalam bahasa Suku Nagi artinya Kepala, sedangkan Wor artinya manusia. Sehingga kata Kawor artinya kepala manusia.  Kali Kawor mengalir dari pegunungan Arim yang membentang dari arah timur menuju arah Barat, wilayah distrik Awinbon Pegunungan Bintang. Panjang Sungai Kawor diperkirakan sekitar 20 KM, dan lebar 30 meter. Kali kawor sangat hijau, dan juga ada pasir putih. Batu batu sepanjang kawor tidak terlalu besar.

Masyarakat Kawor biasa mandi, cuci setiap hari di sungai tersebut. Jecki Oropka, S.IP  mengatakan Sungai ini tidak biasa kering, walau musim kemarau, tidak biasa surut, kalo musim kemarau berkepanjangan berbulan bulan baru bisa kering, katanya. Menurutnya, kalo hujan sungai banjir tetapi cepat surut dan airnya jernih, kata Jecki Oropka.

Menurut cerita nenek moyang Kawor,  kepala kali menyimpan berbagai jenis Ikan. Jadi masyarakat dulu, ketika ikan tidak dijumpai di air kali Kawor atau haus makan daging ikan, maka masyarakat pergi kepala kali untuk mengambil ikan di sana dengan cara adat. Ada proses khusus yang dilakukan oleh marga marga tertentu untuk ikan keluar dari mata air, ucapnya.

Menurut keterangan masyarakat, dulu ikan di kali kawor sangat banyak, namun kini tidak dijumpai. Masyarakat Kawor bisa memancing, menangkap ikan, panah ikan bahkan saat ini penagkapan ikan dengan teknologi modern. Akibatnya ikan semakin hari semakin tidak dijumpai di sepanjang kali kawor. Masyarakat mengeluh tidak dijumpai ikan di kali, pada hal dulu sangat banyak dengan berbagai jenis spesies ikan.

Berikut ini jenis jenis ikan yang ada di Kali Kawor, ikan Sembilan, ikan Sembilan ukuran besar, kaka batu, mujair, ikan mata bulat, udang putih, ikan udang batu, gigi jagung, gabus kecil, ikan pater dan berbagai jenis lainnya. Beberapa faktor penyebab ikan punah adalah menjaring ikan dengan Jaring, molo, Makan ikan sembarangan, misalnya ikan khusus yang harus dikonsumsi oleh seorang laki laki, sekarang dimakan oleh perempuan, maupun panah ikan secara tradisional.

Menurut Herman Hirka, warga kampung Arimtab mengatakan sebelum kampung Arimtab dimekarkaan menjadi sebuah distrik yang kini disebut dengan Kawor,  ikan ikan di kali kawor sangat banyak. “Warga disini biasa mancing lalu makan, atau dengan cara molo lalu tangkap atau panah tetapi sekarang  akibat menjaring ikan dengan jarring dengan sebanyak banyaknya. Akibatnya ikan habis”ucapnya kepada media ini, di Kawor.

Masyarakat di kampung Arimtab, Kawor dan selalu mancing di sepanjang kali kawor, sebagian besar warga di tiga kampung tersebut sudah memiliki jarring sebagai alat penangkap ikan. Masyarakat biasa beli jarring dari kabupaten Boven Digoel maupun Jayapura.

 

Fransiskus Kasipmabin

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *