BUMN Ambil Alih, Bandara Sentani Jadi Penghubung Kawasan Pasifik

0
1056111sentani780x390

JAKARTA, TRIBUN PAPUA.ID—Pengelolaan Bandar Udara Sentani, Jayapura Papua diserahkan kementrian  Perhubungan RI kepada Badan Usaha Milik Negera (BUMN), PT Angsa Pura I (Perser) lewat skema kerja sama pemanfaatan bandara. Usai mendapatkan izin pemanfataan, AP I berencana membuat bandara ini jadi hub internasional.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan pihaknya akan membuat Bandara Sentani menjadi hub di kawasan Pasifik. Dia mengatakan besar kemungkinan Bandara Sentani akan membuka rute penerbangan langsung ke New Caledonia hingga Australia, ucapnya.

“Saya juga melihat ada potensi lain yaitu untuk penerbangan internasional ke wilayah Pasifik, wilayah atas ya. Kayak New Caledonia, Australia,” ucap Faik di Menara Astra, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019).

Selama ini, menurut Faik, penerbangan ke wilayah Pasifik harus melalui Singapura terlebih dahulu. Namun, pihaknya merencanakan akan membuka penerbangan langsung ke Papua untuk transit ke kawasan Pasifik.

“Kan kalau selama ini harus ke Singapura dulu. Kan bisa dikembangkan di Papua itu jadi mau ke mana-mana nggak usah ke Singapura dulu,” kata Faik.

Faik juga mengatakan pihaknya siap menggelontorkan Rp 1,9 triliun untuk mempercantik dan merawat bandara Sentani selama masa pengelolaan 30 tahun ke depan.

“Dalam waktu kerja sama pengoperasian selama 30 tahun ini kita akan merencanakan sekitar Rp 1,9 triliun,” kata Faik.

Sementera itu, kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan kerja sama pemanfaatan tiga bandara kepada BUMN. Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Bandara H.A.S Hanandjoeddin di Belitung, dan Bandara Sentani di Jayapura.

Ketiga bandara yang dikelola Kemenhub ini akan diberikan hak pengelolaannya ke PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

“Hari ini tiga bandara kita lakukan kerja sama pemanfaatan. Bukan dijual ya, yaitu di Bengkulu, Babel dan Papua,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Menara Astra, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019) lalu.

AP I akan mendapatkan hak pemanfaatan untuk Bandara Sentani. Sedangkan dua bandara lainnya akan diberikan pemanfaatannya ke AP II.

Menurut Budi Karya, kerja sama ini dapat menghemat anggaran Kemenhub. Nantinya, dana yang dihemat itu bisa digunakan untuk merawat ataupun membangun bandara di pelosok Indonesia.

“Ini bisa jadi satu langkah baik, satu sisi berikan ruang APBN bagi Ditjen Udara untuk bisa manfaatkan merawat dan membangun bandara di pinggiran di pelosok yang belum maksimal kita lakukan,” kata Budi Karya.

Dia menyatakan setidaknya setiap bandara memberikan pemghematan hingga Rp 100 miliar per tahun. Dengan kata lain Rp 300 miliar akan dihemat Kemenhub. Nantinya, setiap BUMN mendapatkan hak pemanfaatan selama 30 tahun.

“Satu bandara itu Rp 100 miliar untuk capex dan opex nya. Konsesinya 30 tahun,” kata Budi Karya.

 

Sumber           : Detik.com

Penulis            : Redaktur Tribun Papua.Id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *