Antam Sebut Siap Eksploitasi di Pegunungan Bintang Papua
Jakarta, TRIBUN PAPUA.ID—Setelah PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melakukan eksplorasi di beberapa wilayah di Indonesia maupun luar Negeri, Myanmar, dari tahun 2013 kini perusahaan pemerintah tersebut akan mulai melakukan persiapan Eksploitasi di Pegunungan Bintang Papua.
Sebelumnya, menurut laporan detik.com, pada tahun 2013 ANTAM juga tengah mempersiapkan untuk memulai kegiatan eksplorasi di Myanmar dengan fokus pada komoditas emas. Antam saat ini dalam proses perizinan untuk memulai eksplorasi di Myanmar, kata Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono.
Menurut laporan tersebut, aktivitas eksplorasi Antam di semester I-2013 berfokus pada komoditas utama perseroan, yang terdiri atas nikel, emas, dan bauksit, dan juga mineral industri lainnya seperti batubara dan zirkon. Total biaya tidak diaudit untuk aktivitas eksplorasi selama semester I-2013 mencapai Rp 105,05 miliar.
Tri mengatakan, Antam telah berhasil meningkatkan jumlah cadangan dan sumber daya komoditas emas, nikel dan bauksit pada semester I-2013 yang merupakan hasil dari kegiatan eksplorasi perseroan.
Jumlah cadangan dan sumber daya emas Antam per akhir Juni 2013 tercatat sebesar 9,5 juta dry metric ton (dmt), naik 5% dibandingkan jumlah cadangan dan sumber daya emas pada akhir tahun 2012 yang mencapai 9,0 juta dmt.
“Untuk komoditas nikel, Antam meningkatkan jumlah cadangan dan sumber daya menjadi 855,9 juta wet metric ton (wmt), naik 4% dibandingkan jumlah pada akhir tahun 2012 sebesar 825,2 juta wmt. Jumlah cadangan dan sumber daya bauksit pada akhir Juni 2013 tercatat 546,8 juta wmt, naik 15% dibandingkan cadangan dan sumber daya bauksit pada akhir tahun 2012 yang mencapai 473,9 juta wmt,” tutur Tri.
Menurut Hartono, selama semester I-2013, Antam melakukan aktivitas eksplorasi emas di prospek Bujang dan Batulicin, Jambi, Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat juga Cibaliung, Banten.
Menurut Hartono, terkait dengan eksplorasi emas di wilayah Pegunungan Bintang, Papua, saat ini Antam tengah mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk dapat meneruskan kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut, dan jika izin telah diperoleh, maka kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan.
Eksplorasi nikel dilakukan di daerah Buli, Maluku Utara; Lasolo, Lalindu, Mandiodo dan Tapunopaka, Sulawesi Tenggara, dan pulau Gag, Papua Barat. Sementara eksplorasi bauksit dilaksanakan di provinsi Kalimantan Barat yakni di daerah Mempawah, Landak, Tayan, dan Munggu Pasir.
Setelah lima tahun melakukan eksplorasi, kini tahun 2019 PT Aneka tambang (Antam) tengah mempersiapkan diri untuk melakukan eksploitasi di pegunungan Bonali, Kmapung Denom Atukbin, Distrik Pepera, Pegunungan Bintang Papua.
Pada bulan Juni-Juli Pemerintah daerah mengundang masyarakat Adat setempat untuk melakukan kerja sama, namun masyarakat lokal menolak atas aktifitas ekploitasi di wilayah tersebut.
Marius Bingkayak, perwakilan masyarakat Adat Wilayah Pepera pekan lalu mengatakan “kami sudah bertemu pemerintah, dan pejabat PT. ANTAM dalam pertemuan segi tiga tersebut kami menyatakan menolak melakukan aktivitas tambang”ucapnya.
Namun pejabat berwenang di wilayah tersebut mulai manuver dan mengijinkan TP ANTAM melakukan eksploitasi. Terlihat Helicopter jenis Bel 206 milik PT. Dimonim telah melakukan operasi di wilayah tersebut dari bulan Juni sampai dengan hari ini.
Masyarakat Adat menolak melakukan aktifitas pertambangan di wilayah itu, menunggu harus ada izin resmi dari masyarakat adat, perjanjian kontrak kerja, pembagian hasil, dan perlindungan terhadap ekonomi sosial budaya (Ekosob) di wilayah adat Pepera, Pegunungan Bintang Papua.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin
