PEMDA Pegubin Akan Tertipkan Tambang Ilegal Di Kampung Kawe

0
bupati_pegubin,_ketika_berbincang_dengan_masyarakat_di_kampung_kawe_distrik_

Bupati Pegubin, Costan Oktema, S.IP berbincang Bincang dengan Penambang Ilegal di Kampung Kawe, Distrik Awinbon (Foto: Dok Humas/TP)

OKSIBIL, TRIBUN PAPUA.ID—Kampung Kawe merupakan salah satu kampung dari distrik Awinbon Pegunungan Bintang yang kini menjadi  sasaran penambang illegal mendulang emas sampai saat  berita ini diturunkan suda belasan tahun mendulang.

Moblisasi pendulang di wilayah Pegunungan Bintang ini, melalui Boven Digeol, Jalur Sungai Kawe menggunakan Speetbot/ Motor Jonson. Belasan tahun warga Pendatang maupun local melakukan aktifitas dulang.

Beberapa bulan lalu, berita tentang penyerangan dari warga setempat terhadap pendulang yang mengakibatkan 5 orang mati dan mendapat luka luka.

Untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan terkait pengusiran para penambang illegal di distrik Awinbon Kampung Kawe, Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, S.IP bersama tim melakukan kunjungan ke lokasi penambang, pada hari Rabu, 17 September 2019 menggunakan helicopter jenis Bell 206 milik PT. Dimonim air.

Menurut Bupati Costan, “Saya sudah melihat langsung aktifitas penambangan yang dilakukan masyarakat di kampung kawe dan sangat banyak masyarakat disana, baik orang asli papua maupun non papua dan mereka ini datang melalui jalur darat dan  air yakni mereka masuk dari arah kabupaten Boven Digoel dan Yahukimo” katanya kepada awak media di Kantor Bupati Pegunungan Bintang, Kamis 18 September 2019.

Masyarakat yang masuk melalui dua kabupaten tersebut melakukan aktifitas penambangannya di wilayah Pegunungan Bintang dan saya melihat aktifitas yang di lakukan masyarakat itu sangat merusak keindahan alam di sana, ucapnya.

Menurut bupati, dirinya  sudah bertemu dan berbincang langsung dengan masyarakat di kampung Kawe.  Bahwa mereka berharap harus ada pengawasan terkait penambangan yang di lakukukan di wilayah pegubin itu.

“saya sudah melihat langsung kondisi penambangan yang dilakukan itu,  sehingga  dalam waktu dekat kami akan menemui Pemprov dan pihak terkai untuk menertibkan areal penambangan tersebut. Tidak hanya itu, tetapi msyarakat nusantara yang ada di wilayah arela itu”ucapnya.

Selain itu,  Bupati Oktemka juga memberikan tanggapan terkait informasi yang beredar di sejumlah media baik media radio maupun televisi terkait masyarakat Pegubin iktu terlibat untuk mengusir dan menyerang para penambang di areal penambangan di kampung Kawe distrik Awinbon itu.

“Masyarakat saya yang berada di wilayah distrik Awinbon tepatnya di kampung Kawe justru panik dan bingung dengan kejadian yang terjadi itu”ucapnya.

Bupati menjelaskan, tidak tauh dengan kelompok yang melakukan penyerangan justru masyarakat saya di Kampung Kawe  masih mencari tauh dalang dari pengusiran dan pengejaran para penambang illegal tersebut, jelasnya.

Dengan demikian dalam kesempatan ini pemerintah daerah Pegunungan Bintang akan menertibkan penambangan illegal di Kmapung Kawe distrik Awinbon. Bupati meminta seluruh pihak menangkal berita atau issue Hoaxs.

Ia menjelaskan “saya memintah kepada kita semua,  baik masyarakat maupun pengguna media social untuk tidak menyebarkan isu yang bersifat hoaxs  sebab hingga saat ini pihak berwajib sedang mendalami kasus yang terjadi  di arela penambangan warga di kampung Kawe distrik Awinbon Pegunungan Bintang itu”, terang Costan.

 

Reporter         : Melki P. Uropmabin

Penulis            : Melki P. Uropmabin & Fransiskus Kasipmabin

Editor              : Fransiskus Kasipmabin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *