Bupati Pegubin Resmikan Sekolah Internasional di Serambakon
Bupati Pegunungan Bintang saat meresmikan sekolah Internasional di Serambakon (foto: Dok Melki/TP)
SERAMBAKON, TRIBUN PAPUA.ID—Optimisme bupati Pegunungan Bintang untuk memajuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pegunungan Bintang terus bergelora. Hal itu terlihat dari berbagai terobosan yang dilakukan oleh bupati Costan dalam beberapa tahun terkahir ini.
Pemerintah Daerah melakukan kerja sama dengan berbagai sekolah kejuruan maupun berbagai lembaga pendidikan di Indonesia yakni melakukan kerja sama dengan A/I/L/F di Bali, melakukan kerja sama juga dengan sekolah GENIUS di Jakarta serta Istitut Yohanes Surya dan berbagai lembagah pendidikan yang ada baik lembaga pendidikan Formal maupun non formal.
Selain kerja sama pendidikan di luar daerah, pemerintah daerah juga menggenjot pendidikan di wilayah Pegunungan Bintang. Bupati Costan Oktemka meresmikan Sekolah Internasional (SI) di Kampung Seramkatop, distrik Serambakon pada Kamis, 19 September 2019 lalu.
Sumber Daya Manusia (SDM) harus unggul. Kalo SDM unggul, Pegunungan Bintang Papua juga maju. Hal ini sejalan dengan Thema hari kemerdekaan RI tahun ini. SDM unggul mulai menata pendidikan dari Sekolah Dasar, dengan konsep pendidikan berbasis Internasional.
Hal itu dikatakan Costan Oktemka, S.IP, Bupati Pegunungan Bintang kepada media ini di usai peresmian sekolah Internasional (SI) di Serambakon, pada kamis pekan lalu.
Ia menjelaskan, Sekolah Internasional yang baru diresmikan ini merupakan impian dan upaya pemerintah Pegunungan Bintang selama ini. Pada akhirnya hari ini kita resmikan, ucapnya.
Sekolah yang baru diresmikan ini merupakan sekolah berpola asrama dan bertaraf Internasional. Untuk itu, materi ajar yang diajarkan kepada anak anak di sekolah Internasional ini menggunakan bahasa Inggris. Materi yang diajarkan meliputi dasar dasar eksata, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan bahasa Asing, ucap bupati Costan.
Tujuan dari sekolah ini adalah menjawab tantangan Global. Kita harus siap dari sekarang, dunia telah terbuka, dari Negara mana saja akan ke Papua, bahkan Orang Papua bisa ke luar negeri. Untuk itu, untuk menghadapi tantangan globalisasi saat ini kita mulai memperbaiki Sekolah Dasar dulu, jelas Costan, Bupati Pegubin.
Bupati Pegubin, Costan Oktemka yang akan mengakhiri masa jabatannya itu mengatakan “Anak anak didik harus menguasai segala ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dengan menggunakan bahasa Asing, terutama bahasa Inggris”bebernya.
Intinya sekolah ini siapkan manusia handal untuk mengadapi tantangan Pasar bebas, Globalisasi, tantangan Negara Negara maju, ucap costan.
Untuk itu, dirinya menjelaskan sekolah ini para siswa akan belajar semua mata pelajaran dengan menggunakan bahasa inggris, sehingga para siswa akan kami tampung di asrama. Selain itu, sekolah ini juga akan buka kursus bahasa Inggris untuk kategori masyarakat umum maupun para ASN di lingkungan Pemerintah Pegunungan Bintang.
Pada kesempatan itu, bupati Costan juga mengatakan untuk tahun ini penerimaan siswa di Sekolah Internasional ini kami khususkan untuk masyarakat yang berada di wilayah Pegubin terlebih mereka yang ada di distrik Serambakon.
Sedangakan mulai tahun depan akan kami buka untuk semua daerah baik yang ada di 33 distrik di wilayah Pegubin maupun kabipaten lain untuk datang dan belajar di sekolah internasional ini, jelasnya.
Ketika ditanya terkait dengan tenaga pengajar, Bupati Coktan mengatakan tenaga pengajar telah disiapakan yakni tenaga lokal yang mempunyai kemampuan bahasa inggris dan juga di bantu dengaran tenaga professional yang akan kami datangkan dari luran negeri.
“Tenaga kami datangkan dari Philipina dan Australia. Tenaga yang akan kami datangkan ini mereka tidak tahu bahasa Indonesia. Pendidik Asing ini akan tinggal menetap di Asrama untuk mengajar anak anak di sekolah tersebut”ucap Bupati dengan antusias.
Pantauan media ini di tempat kegiatan, Bupati setelah resmikan gedung sekolah Internasional, dilanjutkan dengan penyerahan anak dari orang tua kepada pihak Yayasan yang akan menangani sekolah internasional itu.
Reporter : Melki P. Uropmabin
Penulis : Melki P. Uropmabin & Fransiskus Kasipmabin
Editor : Fransiskus Kasipmabin
