Penderita Filariasis Meningkat, Puskesmas Oksibil Turun Kampung
Kepala Puskesmas Oksibil, dr. Dopian Carolina Sinambela
OKSISBIL, TRIBUN PAPUA.ID—Kasus Penderita penyakit Filariasis atau dikenal dengan penyakit kaki Gajah di Pegunungan Bintang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sampai dengan tahun 2019 penderita penyakit kaki Gajah ini mencapai 8 kasus.
Penyakit Gajah ditemukan di Pegunungan Bintang mulai tahun 2007. Sampai dengan tahun 2019 sudah temukan 8 Kasus. Dari 8 penderita, 1pasien kami sudah krim ke RSUD Abepura, karena suda lama menderita.
Hal itu dikatakan, kepala Puskesmas Oksibil, dr. Dopian Carolina Sinambela, belum lama kepada media ini di Oksibil, Rabu, 17 September 2019.
Kepala Puskesmas menjelaskan pihaknya saat ini mencanagkan program turun kampung untuk memberikan pelayanan kesetiap kampun yang ada di distrik Oksibil dan distrik Kalomdol guna mencegah penyakit filariasis di wilayah tersebut.
Menurutnya, program turkam yang kami canagkan ini merupakan salah satu program kami, meskipun kami mengalami beberapa kendala seperti tenaga medis maupun kendala dalam tranportasi untuk memberikan pelayanan di wilayah yang menjadi sasaran pelayanan kami.
Namun, menurutnya hal itu tidak membuat semangat kami pudar, dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas maupun tenaga yang ada, kami terus melakukan palayan langsung di kampung –kampung, jelasnya.
Salah satu bentuk kegiatan pelayanan yang kami lakukan adalah memberikan sosialisasi sekaligus membagikan obat untuk mencegah penyakit filariasis yang di distrik Kalomdol. Dalam kegiatan turun kampung yang kami lakukan tenyata penyakit filariasis atau kaki gaja sudah ada juga di kabupaten pegunungan bintang dan sampai saat ini masyarakat yang menderita penyakit filariasis ini berjumlah 8 orang.
Dari delapan orang tersebut satu merupakan penderita yang sudah lama di mendapat penyakit tersebut sejak 2007 hingga saat ini. Penderita ini sudah memasuki tingkat akut, maka kami sudah rujuk dia ke RSUD Abe untuk melakukan pengobatan intensip di sana sedangkan 7 lainnya kami tengah melakukan pendampingan sekaligus memberikan pengobatan secara rutin.
Para penderita Penyakit kaki Gajah, sebar di daerah daratan rendah seperti di wilayah Selatan Pegunungan Bintang dan wilayah Utara.
Dr. Dopi sapaan akrabnya itu menuturkan, dengan melihat hal itu saya bersama tim terus melakukan pelayanan dalam rangka mencegah penyakit filariasis ini di wilayah Pegunungan Bintang.
Dengan demikian dirinya memintah masyarakat di kampung untuk dapat mengambil bagian dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit ini. Sebab penyakit ini sangat berbahaya dan apabila penyakit ini sudah memasuki tingkat akut maka resikonya pun sangat tinggi sebab penyaki ini di sebapkan oleh cacing, dan disebarkan oleh Nyanmuk. Penyakit ini tidak memandang siapa saja, ucapnya.
Kontributor : Melki P. Uropmabin
Penulis : Melki P. Uropmabin
Editor : Fransiskus Kasipmabin
