Rekomendasi PAPEDA Bikin Forum Literasi Pegubin

0
20190713141132_IMG_7146

Foto Bersama Peserta PAPEDA (Dok: TP)

OKSIBIL, TRIBUN PAPUA.ID—Memajukan pendidikan di Pegunungan Bintang Papua bukan merupakan tangung jawab pendidik di sekolah sekolah saja, tetapi juga semua komponen anak bangsa yang ada di Bumi Aplim Apom. Semua pihak, terutama penggerak penggerak daerah, aktivis Pendidikan, Pemerintah Daerah guna bekerja sama, saling menopang, untuk memajukan pendidikan di daerah ini.
Pegunungan Bintang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang mempunyai kantong persoalan di bidang Pendidikan. Jika persoalan mendasar tidak diselesaikan maka SDM di daerah ini akan berjalan di tempat. Pegunungan Bintang juga salah satu kabupaten yang menyumbangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Provinsi Papua.
Persoalan pendidikan sangat banyak. Seperti persoalan Guru Tidak di Tempat Tugas, Kepala sekolah sebagai manajer di sekolah kadang tidak masuk sekolah berbulan bulan, fasislitas pendukung seperti buku, meja dan bangku belajar, kekurangan RKB, perumahan guru, buta huruf, angka putus sekolah meningkat dan berbagai perseoalan yang menghimpit di tubuh pendidikan daerah ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga, Lay Gaza, S.Pd, dalam sambutannya mengatakan Persoalan pendidikan Pegunungan Bintang sangat banyak. Untuk itu, kita semua sama sama memperbaiki satu persatu, kita bekerja sama menyelesaian persoalan yang ada.
“kami dari dinas saja tidak cukup, penggerak penggerak daerah, pemerhati pendidikan juga sama sama bekerja sama perbaiki pendidikan ini”ucap kepala dinas usai membuka kegiatan Papeda 2019 ini.
Kepala dinas merespon baik kegiatan kegiatan seperti ini. “Kegiatan kegiatan yang mendukung pendidikan di daerah ini harus direncanakan dengan baik, bekerja sama dengan dinas badan di lingkungan pemerintah Pegunungan Bintang dan libatkan masyarakat yang ada. Supaya membagi pengetahuan itu sangat penting” tegasnya.
Melihat ragam persoalan yang ada, penggerak penggerak dari berbagai disiplin gerakan melakukan shering bersama, berbagi pengalaman, pengetahuan pada tanggal 12-13 Juli 2019 silam di SMP Negeri Oksibil.
Kegiatan ini diberi nama Pertemuan Penggerak Daerah (PAPEDA) dengan mengusung tema”Tulus Bergerak Siap Menginspirasi”. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengajar Muda Angkatan IV, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Pengerak penggerak Daerah ini datang dari 9 Distrik antara lain, Distrik Oksibil, Distrik OkAom, Distrik Serambakon, Distrik Iwur, Distrik Oksop, Distrik Pepera, Distrik Sobsebang, Okbibab, dan Distrik Okbab.
Sesuai tema kali ini, “Tulus Bergerak Siap Menginspirasi”, para penggerak melakukan shering pengalaman di hadapan peserta.
Kisah seorang peserta, namanya Selina Apintamon. Selina merupakan pembantu Guru Taman Kanak Kanak (TK) di kampung Seram Katop distrik Serambakon, Pegunungan Bintang. Ia tulus mengapdi untuk mengapdi adek adek di kampung halamanya.
Tanpa biaya, ia korbankan waktunya setiap hari hadir di sekolah untuk mendidik anak anak generasi penerus Serambakon. Perempuan lulusan Universitas Cenderawasih, Jayapura itu mengapdi selama 5 Tahun, semenjak ia lulus tahun 2014 silam.
Untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga, setelah pulang sekolah Ia berkebun. “saya biasa kerja kebun, dan hasilnya kami panen untuk konsumsi sehari hari”ucapnya disela sela shering bersama.
Selain mengajar, wanita kelahiran 1990 ini membentuk sebuah kelompok Ibu Ibu di kampung Seramkatop. Nama kelompok Anyam Noken. Ia melatih ibu ibu tentang Anyam Noken, jahit baju dari benang Nelon, Jahit Sepatu, Topi dan berbagai kreasi lainnya.
Dalam satu minggu Selina bias memproduksi Baju dan Topi. “Kalo bahan lengkap kami bisa jahit baju dan Topi dalam seminggu atau dua Minggu. Itu pun kalo focus kerja, kalo tidak focus kami bisa selesaikan dalam 2 minggu atau Tiga minggu, ucapnya.
Hargapun terjangkau, karena diproduksi manual menggunakan tanggan atau kerajinan tangan. Bukan mesin produksi. Harga sepatu, dijual dengan harga 400 000; hingga 600 000; baju berkisar 600 000; ucapnya.

Banyak kisah inspirasi yang disheringkan bersama penggerak daerah. Penggerak penggerak ini bercerita, kegiatan tanpa dukungan pun kita bisa dilaksanakan, asalkan ada niat baik, ada kepedulian terhadap masa depan generasi Negeri ini.
Dari shering dan diskusi kelompok, penggerak penggerak daerah ini akan bikin Taman Baca Masyarakat, Rumah Baca di distrik distrik guna memberikan akses pendidikan bagi masyarakat disekitar. Terutama anak anak di kampung bisa mendapatkan akses pendidikan, terutama bisa membaca buku.
Forum penggerak daerah menyepakati akan membentuk Forum Literasi Pegunungan Bintang. Forum ini meliputi, Penggerak Literasi, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pegunungan Bintang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Aset Daerah guna mendukung Gerakan Literasi Nasional.

Reporter: Fransiskus Kasipmabin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *