TBM Mabin Gubin Turun Gunung, Mendukung GLS di Oksibil Papua
Foto Bersama anak anak TBM
Penggerak Literasi Pegunungan Bintang mulai turun gunung mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Pegunungan Bintang Papua. Penggerak mulai bergerak dari Oksibil, sebagai ibu kota kabupaten Oksibil menjadi barometer gerakan Pendidikan di Bumi Aplim Apom, Pegunungan Bintang Papua.
Penggerak dari Taman Baca Mabin Gubin mulai bekerja sama dengan pengurus OSIS se- Oksibil, baik itu SMP, SMA, maupun SMK yang ada di pusat Ibu kota. Pada hari Selasa, 3 September 2019 Taman Baca Masyarakat (TBM) Mabin Gubin menggandeng pengurus OSIS SMP Negeri Oksibil mengadakan kegiatan membuka lapak buku, menyediakan buku buku gratis untuk dibaca. Siswa/I dari sekolah tersebut mulai berkumpul dan meminjam buku untuk dibaca.
Pantauan media ini lokasi kegiatan, penggerak TBM Mabin Gubin mulai mengantar buku buku bacaan ke SMP Negeri Oksibil pukul, 09.00. Pengurus OSIS membantu menyediakan meja dan bangku untuk buku buku disediakan. Siswa/I antusias meminjam buku untuk dibaca. Pengurus OSIS mencatat nama peminjam, judul buku, pengarang dan lainnya.
Pengurus lain tampak atur siswa untuk anteran. Antrean panjang pun terlihat. Bahkan sebagian siswa belum meminjam buku lonceng sekolah berbunyi, kelas pelajaran mulai. Guru sudah masuk kelas, muridnya masi anterean untuk mendapatkan buku. Luar biasa!
Buku buku yang disediakan untuk mulai dari Novel, kartun, cerita doneng, buku mata pelajaran. Buku buku layak dibaca, buku pengetahuan umum. Buku bacaan ringan. Anak murid setingkat SMP harus disediakan buku buku ringan supaya tidak bosan membaca.
Mengenal Kilas Balik Hadirnya TBM Mabin Gubin di Oksibil
Pada pertengaan bulan Januari-Pebruari tahun 2016, saya (Penulis) bersama rekan Mayus Pigai mendirikan sebuah Organisasi sebagai wadah alternative untuk mengadvokasi berbagai aspek yang berhubungan langsung dengan kebutuhan manusia.
Organisasi ini mengadvokasi tentang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan. Oraganisasi itu diberi nama Front Rakyat Pegunungan Bintang Papua. Tujuannya untuk mengadvokasi hak hak dasar setiap manusia dan merekomendasikan kepada pihak terkait untuk ditindak lanjuti oleh pihak berwenang.
Kegiatan yang pernah dilakukan antara lain menonton film tentang perjuangan mama mama Papua di Jayapura untuk mendirikan Pasar khsusus Mama mama Papua, maupun film documenter tentang perjuangan memberantas Miras di Timika.
Mendampingi mama mama pasar Mabilabol beraudiensi dengan dinas Perindagkop, membentuk susunan pengurus pasar Mabilabol, mendampingi para petani kopi dan membuat Majalah Kopi dan bentuk kegiatan lainnya.
Bidang pendidikan, mengadvokasi tentang anak anak putus sekolah di Kota Oksibil. Mendirikan kelompok belajar buta huruf, mengumpulkan buku buku bekas. Buku buku yang dikumpulkan, kemudian menampung di Rumah. Memulai mengajar kepada keluarga terdekat.
Inisiasi harus ada rumah yang layak untuk menampung buku-buku, ketika diskusi dengan sejumlah kawan kawan se- angkatan mapun ade angkatan bersama KOMAPO di Yogyakarta. Diskusi itu berkembang di Oksibil bersama alumni KOMAPO yang sedang bekerja sebagai ASN, Politikus, atau pengusaha di Lingkungan Pemerintah Pegunungan Bintang.
Pada tahun 2016 mulai mengumpulkan bahan bangunan. Secara pelan pelan bekerja. Kurang lebih bekerja 2 tahun. Pada akhirnya 2 November 2018, pemerintah Pegunungan Bintang meresmikan Taman Baca Mabin Gubin. Budi Wardaya S.Sos, Asisten I hadir meresmikan TBM Mabin Gubin ini.
Para pihak yang telah memberikan kontribusi dalam mendirikan TBM ini adalah Indonesia Mengajar atau pengajar muda angkatan iv, Pos Pamtas, BPS Pegunungan Bintang, dan beberapa pihak yang telah memberikan kontribusi besar terhadap hadirnya TBM Mabin Gubin.
Bagaimana dengan Pengadaan Buku di TBM Mabin Gubin?
Modal semangat mendorong penulis untuk terus berjuang walau keterbatasan melanda disetiap langkah. Kawan kawan di Oksibil terus bangun komunikasi yang efektif, dari keterbatasan yang ada telah mengumpul buku buku yang layak untuk dibaca.
Program lain yang telah membantu menampung buku adalah pengiriman Buku Gratis melalui Kantor Pos setiap tanggal 17 perbulan. Program ini merupakan Program Nawacita mendukung Indonesia Cerdas. Kawan kawan Mahasiswa Pegunungan Bintang yang kuliah di luar Papua memberikan kontribusi besar, mengirim buku setiap tanggal 17 lewat kantor pos terdekat di Yogyakarta, Surabya, Salatiga, Semarang, Jakarta maupun di Bandung.
Namun semngat ini dipatahkan ketika, pemerinta membuat kebijakan baru terkait pengiriman buku ke seluruh pelosok negeri. Kebijakan itu, intinya mengurangi jumlah pengiriman dan buku bukunya diseleksi oleh pihak berwenang. Akibatnya, pengiriman buku mulai kurang. Para donator mengalami kesulitan dalam mengirim buku Gratis ini.
Bagaimana Dengan Program Dari TBM Mabin Gubin?
Taman Baca Masyarakat Mabin Gubin mempunyai program yang dibahas dan ditetapkan oleh pengurus. TBM ini mempunyai kepengurusan yang jelas, kelengkapan Organisasi seperti, Cap maupun Logo. Program TBM Mabin Gubin antara lain Program membaca, menulis dan berhitung untuk anak anak Sekolah Dasar, kelas dongeng dan program mitra.
Program mitra merupakan program dimana TBM bekerja sama dengan pengerak penggerak lain untuk mengadakan kegiatan, misalnya kerja sama dengan Komunitas Peduli Pendidikan Pegunungan Bintang, Pengajar Muda, Pengurus Osisi atau penggerak Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Wilayah Pegunungan Bintang, mapun penggerak literasi lain.
Program ini suda mulai dikerjakan oleh pengurus TBM Mabin Gubin. Program Buku Masuk Sekolah merupakan program rutinitas yang dimulai bulan September ini. Mengantar buku ke sekolah sekolah untuk dibaca secara gratis tanpa pungut biaya.
Ada Program Kampung Literasi. Program Kampung Literasi merupakan program jangka panjang. Ada impian yang mengalir di dalam lubuk paling dalam, harus membuat kampung literasi di Pegunungan Bintang. Dimulai dari kawasan TBM Mabin Gubin. TBM Mabin Gubin beralamat di Kampung Okmakot Oksibil.
Mengenal Kampung Okmakot, Sebagai “Kapung Literasi”
Kampung Okmakot merupakan salah satu kampung dari delapan (8) kampung distrik Oksibil yang berada di Pusat Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang. Kampung ini mempunyai 3.650- an penduduk, dengan persentasi 60 % bebas Buta Huruf, sedangkan 40 % masi mengkantongi buta huruf.
Untuk itu, membangun gerakan Literasi di kampong Okmakot sangat penting untuk memberantas buta huruf. Gerakan literasi tidak hanya mendyediakan buku buku gratis, tetapi berbagai macam edukasi, diantaranya kegiatan pemberantasn buta guruf, membaca, menulis berhitung, kelompok dongeng, kelompok bermain atau Autbon dan masih banyak kegiatan educasi lainnya harus dilakukan. Kampong ini direncankan menjadi kampong Wisata Literasi untuk kampung kampung lain di Pegunungan Bintang.
Peran Pemerintah Dalam Gerakan Literasi
Pemerintah terus berupaya mencerdaskan masyarakat melalui program prioritas Nasional. Program Nawacita Indonesia Cerdas sudah diterjemahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja sama dengan kantor POS untuk mengirim buku gratis ke seluruh Pelosok Negeri. Berbagai program direncanakan dan dilaksanakan. Mulai dari Progam Nasional maupun program regional.
Perluh diketahui juga bahwa, pemerintah telah mencanagkan Gerakan Literasi Nasional atau GLN. GLN adalah induk gerakan literasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Cikal Bakal gerakan ini adalah Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Lembaga yang menjadi koordinator gerakan ini adalah Badan Bahasa yang sejak tahun 2019 berubah nama menjadi Badan Bahasa dan Perbukuan.
Fokus utama GLN meliputi literasi dasar yang terdiri atas enam aspek, yaitu literasi baca-tulis, numerasi, sains, finansial, digital, dan budaya & kewargaan. GLN memiliki tiga turunan program, yaitu Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Literasi Keluarga, dan Gerakan Literasi Masyarakat.
Gerakan Literasi Keluarga adalah sebuah program pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan minat baca anak. Program ini mulai digagas tahun 2015 dan merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional. Gerakan Literasi Keluarga secara resmi diluncurkan tahun 2017 di bawah naungan Gerakan Literasi Nasional.
Selain itu ada Gerakan Literasi Masyarakat atau disingkat GLM. GLM adalah program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadi bagian dari Gerakan Literasi Nasional. Gerakan Literasi Masyarakat ini dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikmas) sebagai tindak lanjut dari program pemberantasan buta aksara yang mendapatkan penghargaan UNESCO pada tahun 2012.
Ada Juga Program GLS. Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan literasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional. Pada gerakan ini, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil peran pada peningkatan minat baca siswa, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan berperan pada penerbitan buku pendukung bagi siswa yang berbasis kearifan lokal, dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan berperan melalui program Satu Guru Satu Buku.
Gerakan lieterasi sekolah merupakan salah satu bentuk kesadaran pemerintah akan pentingnya membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan supaya tercipta budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah sebagai upaya terwujudnya long life education. Program ini dicanangkan dalam rangka menginisiasi Permendikbud No. 23 tahun 2015 mengenai penumbuhan budi pekerti.
Program kampung literasi ini merupakan salah satu program Gerakan Literasi Masyarakat (GLM). GLM ini direncanakan kerja sama dengan GLS, GLK dan pihak terkait untuk mambangun pusat literasi di Kampung Okmakot Oksibil Pegunungan Bintang Papua. Dukungan semua elemen, pemerintah kampung, distrik maupun kabupaten dan juga Aktivis Pendidikan bagaimana membangun gerakan bersama mewujudkan mimpi mimpi membangun pendidikan yang merata, adil, dan makmur.
