Pemkab Pegubin Mantabkan Program 100 Hari Kerja Bupati Terpilih

0
20210315_135130

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Pasangan Bupati Wakil Bupati Spei Yan Birdana ST.M.Si dan Pieter Kalakmabin Amd akan menjalankan program 100 hari kerja yang langsung menyentuh masyarakat Kabupaten Pegubin. Program yang akan menjadi prioritas 100 hari kerja adalah Pengadaan Listrik dari PLTA, dan pengadaan air bersih. Selain itu, 12 program yang launching pada jumat pecan lalu.

Dalam lawatannya, bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Plt. SEKDA Pegunungan Bintang,para kepala SKPD teknis melakukan monitoring ke pembangunan PLTA, Jembatan Iwur, Jalan Trans Nasional Oksibil-Boven Digeol, jalan Oksibil Kawor di Jembatan kali biru, kampung Kalomdol distrik Kalomdol Pegunungan Bintang.

Usai kunjungan kerja, bupati dalam jumpa pers mengatakan untuk pembangunan PLTA dimulai pada tahun 2016, “waktu itu saya menjadi kepala BAPPEDA Pegunungan Bintang. Anggaran yang dianggarkan untuk bangun PLTA sampai mengalirkan listrik ke rumah warga sebesar 47 miliar”ucapnya.

Sampai dengan tahun 2021 proyek ini belum selesai selesai juga ini, pada hal yang seharusnya diselesaikan pada tahun 2018 dan diresmikan pada tahun 2019, ucapnya.

“Untuk itu saya meminta Polda Papua untuk segera menindak lanjuti penyelidikan lanjutan. Sebelumnya, POLDA sudah lakukan penyeledikian, namun terhenti”ujar Spey, Mantan Kepala BAPPEDA tersebut.

Menurut Bupati, 100 hari kerja kami dua suda pastikan dalam empat bulan ke depan kota Oksibil suda bisa gunakan listrik tenaga air dengan kelebihan tegangan 600 KWH dari 1 mega dan mesin suda Ready untuk mencapai 100% supaya yang kita harapkan di kota Oksibil mandiri energi dan tidak tergantung pada pos-pos target.

“Secara umum di Pegunungan Bintang bisa energi mandiri dan sala satu kabupaten di Indonesia di Pegunungan Bintang menggunakan Grim energi seperti energi air,energi mata hari, dan energi waen dan kami pastikan kelebihan energi di kabupaten Pegunungan Bintang.

Kasus sudah dilimpahkan ke POLDA Papua

Dalam proses pembangunan PLTA,kurang lebih 5 tahun ini mengeluarkan puluhan miliar, namun listrik belum juga dialirkan ke Ibu Kota Oksibil. Ini ada apa sehingga perlambat proyek terlambat. “Saya selaku bupati Pegunungan Bintang meminta POLDA Papua untuk segera usut tuntas kasus korupsi yang dilakukan dinas teknis kepemimpinan periode lalu”ucapnya.

“Saya minta kepada penyidik yang menyelidiki Dana PLTA lebih lanjut agar di perjelas. Kami minta supaya penyilidikan yang di ambil dari polda ini dilanjutkan,supaya siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini dan sebenarnya suda bisa di kerjakan dari tahun 2019 .dan pkerjaan seperti ini suda tidak epektif lagi karena kebutuhan kita harus cari jalan untuk mencapai 100%”kata bupati Pegunungan Bintang.

Selain itu, wakil bupati Pegunungan Bintang Pieter Kalakmabin Amd mengatakan,siapa pun yang menjadi pemimpin, pemasangan telekomunikasi, listrik dan air sebagai kebutuan mendasar pasti akan memperjuangkan.
“Umur kabupaten berjalan 18 tahun tetapi pemimpin-pemimpin terdahulu tidak prihatin. Seharusnya Pengadaan listrik dan air bersih menjadi program prioritas”ujar Piter Kalakmabin.

Wakil bupati meminta SKPD terkait terjemahkan visi utama kita karna itu kami berharap dinas-dinas terkait untuk pokus pada target .

“Berharap dinas Pekerjaan umum ( PU) dengan PEREKDA untuk kolaborasi agar kebutuhan rakyat ini diselesaikan dengan tepat waktu yang singkat oleh siapapun pemimpin.

Wakil Bupati ,diharapkan kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Program 100 hari kerja yang telah disusun pihak pemerintah daerah, yang sebelumnya telah dipaparkan dalam visi dan misi bupati terpilih akan dilaksanakan dalam kurun waktu delapan bulan pertama,” tegasnya.

Sementara Plt. Dinas pekerjaan umum Yance Tapyor ungkapkan secara teknis sesuai visi,misi bupati -wakil bupati terpilih.PLTA dipastikan tiga bulan harus menyalah.

“Kami dinas PU pastikan tiga bulan ke depan listrik akan terang di Kota Oksibil. Kami tunggu tiang dan kabel. Kalo sudah tiba di Oksibil, sudah mulai pasang”ujar Yance Tapyor,

Dalam minggu ini kami memastikan minimal pada tanggal 23 maret 2021 berapa kontruksi yang mulai dibangun dari pusat PLTA sampai di ibu kota kabupaten. Kami sudah membagikan zona-zona dan itu juga akan perencanaan mengikuti fisik pembangunan Plta Listrik tenaga air pastikan kontraktor yang mendukung kami di pihàk ke tiga, beber Yance Tapyor.

Penulis: Aquino Ningdana
Editor: Fransiskus Kasipmabin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *