Pegubin Menuju Kabupaten Percontohan SDM Papua
Oleh Otis Tabuni
Pendidikan bagi generasi muda Aplim Apom merupakan jawaban bagi keberlangsungan hidup rakyat Pegunungan Bintan seingga kebijakan penuntasan SDM dibidang pendidikan menjadi visi besar yang harus diselesaikan. Yang lebih membanggakan adalah penetapan APBD 100 Miliyar pertahun diperuntuhkan untuk pendidikan sebagai konsekuensi logis dari jawaban atas pernyataan yang diuraikan sesuai visi dan misi bupati dan wakil bupati kabupaten Pegunungan Bintang.
Bagi saya. Penetapan anggaran 100 M pertahun adalah kebijakan kontroversial yang dihasilkan Bupati terpilih, *Spei Y Bidana, ST, M.Si* dan wakil *Piter Kalakmabin, Amd*, Patut dipuji dan apresiasi sebesar-besarnya oleh semua pihak yang memiliki mimpi Papua bebas istigma bodoh, primitive dan seterusnya oleh pihak luar. Penulis menyatakan kebijakan kontroversial dimaksud bukan hal negative tetapi dalam artian bahwa 100 M bukan nilai yang kecil tetapi itulah komitmen seorang pemimpin yang sadar akan pentingnya pendidikan dan meletakan pendidikan sebagai pondasi utama dalam membangun pradaban manusai menjadi manusia beradab, berintegritas, bermoralitas, berwawasan global dan beretika baik, jujur, adil, setia dan takut akan Tuhan.
Usai dilantik oleh gubernur pada tanggal 03 Maret 2021 di gedung negara Jayapura, hari kedua langusng terbang ke Oksibil, ibu kota kabupaten Pegunungan Bintang dan dijemput oleh rakyat di bandar udara jalan kaki hingga ke lapangan sepakbola Acara penjemputan bupati pilihan rakyat dilakukan dengan acara bakar batu di lapangan sepakbola pada 04 Maret 2021. Pada siang hari itu, pantauan penulis, bupati yang baru saja dilantik oleh gubernur Papua tibah dengan penuh semangat ditengah -tengah rakyatnya. Acara penjemputan digelar oleh dewan adat setempa t dan kemudian menyerahkan kepada pemerintah. Acara ini dilakukan dengan filosofi bahwa bupati dan wakil bupati adalah anak adat asli daerah setempat dan dewan adat memiliki kewenangan hukum yang hidup selama manusia Aplim Apom ada sejak jaman moyang hingga hari ini untuk menerima secara adat dan menyerahkannya kepada negara untuk bertindak atas nama negara diatas bumi Aplim Apom.
Pada hari ketiga, tepat pada Jum’at 05 Maret 2021 menggelar upacara perdana di halaman kantor Bupati Pegunungan Bintang guna melaunching dan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan beberapa yayasan.
*pertama* MoU dengan Yayasan Bina Taruna Bumi Cendrawasih Indonesia (BINTERBUSI) didepan ribuan ASN. Binterbusih adalah yayasan yang sangat konsisten dengan pendidikan dan pembangunan SDM masyarakat asli Papua dimulai oleh sejak para zending protestan dan misionaris katolik di Papua dengan misi “menjadi Yayasan yang mandiri, handal, terpercaya dalam mendidik dan membina generasi muda Papua menuju Papua yang damai, adil dan sejahtera”. Binterbusih akan menangani program kerjasama beasiswa Mahasiswa asal Aplim Apon se dunia sejak MoU ini ditandatangani.
*kedua* MoU antara pemerintah Pegunungan Bintang dengan *Yayasan Alirena* yang dipimpin oleh *Prof. Hang* guna pengembangan pendidikan dasar berpola asrama. Yayasan ini akan membangun pendidikan berbasis culture dengan metode pengajaran yang sangat berbadan jahu dengan system pendidikan nasional Indonesia. Selanjut launching Aplikasi system informasi pengelolaan beasiswa.
*ketiga* Aplikasi system pengelolaan beasiswa ini sangat terbaru di Indonesia karena di dalamnya dilengkapi dengan berbagai perangkat dan konten seperti informasi daftar nama mahasiswa, kota studi, jenjang pendidikan, semester, kartu hasil studi, kartu rencana studi, beban tagian, hasil perolehan /nilai dan seterusnya. Pemerintah kabupaten Pegunungan Bintang dalam hal ini Bupati dan dinas P&K hanya ikuti dari adroid dan atau smartphone. Hal ini sangat membantu donatur memastikan perkembangan mahasiswa hingga selesainya, Portal informasi kampung dan website badan penelitian dan pengembangan SDM yang berasal dari pegunungan Bintang.
Sedikit yang saya dapat temukan hasil auput nanti setelah 5 tahaun pemerintah dari program beasiswa pendidikan PegBin adalah sebagai berikt;
*Kategori strata satu* *= 2.500 orang S1*
*Kategori strata dua* *= 1.250 orang S 2*
*Kategori Doktoral* *= 25 orang lulusan S3*
Sekolah-sekolah khusus seperti TNI dan Polri agar anak-anak kita menjadi pejabat tinggi militer dan Polri. Tidak hanya sebagai pasukan di lapangan.
Kalua ini benar terwujud, maka judul tulisan kecil ini menjadi nyata dan Pegunungan Bintang sebagai kabupaten percontohan di tanah Papua.
Beberapa poin penting yang penulis tangkap langsung dari Bupati adalah sebagai berikut;
*Pertama,* Dari beberapa pernyataan Bupati, bahwa hanya pendidikan sebagai jawaban hidup bagi masa depan masyarakat Aplim Apon sehingga di jaman sekarang tidak boleh ada seorang anak muda yang tidak mendapatkan kesempatan berpendidikan. Paling tidak minimal Strata satu (S1) diberbagai program studi bagi anak generasi hari ini adalah suatu keharusan bagi saya dan wakil saya tegasnya.
*Kedua,* Bahwa rezim 5 tahun sebelumnya Pegunungan Bintang telah hancur dari system penyelenggaraan pemerintahan, hentikan semua beasiswa, rakyat terlantar dan sulit untuk cari makan karena tidak ada lapangan pekerjaan, dinonjob bagi ASN yang kritik rezimnya. Hal ini menjadi 5 tahun masa klam kehancuran pemerintah dan rakyat Aplim Apom.
*Ketiga,* ASN dan pimpinan kesatuan OPD tidak akan keluar ke Jayapura, Jakarta dan lainnya, kami semua pastikan ada disini, melayani rakyat dan kerja demi daerah ini. Seluruh camat tidak akan mundar-mandir di Oksibil, harus balik ke Distrik maing-masing dengan semua perangkatnya. Sistem jaringan internet dinaikan dan semua distrik dapat akses sehingga kepala Distrik dan apatur ikuti apel online, saya dan pak wakil akan keluar kota bila perjalanan dinas karena itu suatu keharusan.
*Keempat,* pastikan diri kita, bahwa kami semua sehat oleh sebab itu, dari pimpinan 01 dan pasangannya sampai dengan satpol PP dengan pasangannya semua tes HIV AIDS. Saya dan Anda semua harus pastikan bahwa kami sehat dan layak untuk melayani rakyat. Kebersihan lingkungan hingga kebersihan diri kita memastikan rakyat kita akan seperti kita sehingga yang jenggotnya panjang dipangkas, rambut diberesin agar saat kita membina rakyat hajarkan hidup sehat, bersih dan ramah lingkungan, jika anda belum siap, tidak usah kerja disini.
*Kelima,* tidak boleh satu dinaspun yang memperaktekan korupsi, jangankan koruspi, anggaran 1 sen pun tidak boleh hilang. Jika itu terjadi, saya akan hentikan dan tidak memberikan surat pindah untuk pergi kerja di tempat lain. Orientasi uang harus akhiri disini dan kita kerja, kerja dan kerja untuk daerah ini.
*Keeman,* tidak ada proposal tanpa bukti kerja, jadi yang mau usaha, berbisnis, berwiraswasta, kerja duluh, saya cek dan kalua ada bentuk fisiknya, maka langsung saya berikan anggaran modal usahanya dan seterusnya
*Ketuju,* seluruh ASN diberikan pelatihan pendidikan karakter oleh Binterbusih agar cara, bersikap dan integritas ASN di lingkungan pemerintahan Pegunungan Bintang terbentuk.
Ini sedikit catatan yang saya petik dari pertemuan demi pertemuan yang digelar selama dua hari yaitu hari kamis dan jum’at maret 2021.
_Mari,saling mendukung, mengawasi dan mendorong apa yang menjadi visi besar Bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Bintang. Pengunungan Bintang adalah Papua, Papua adalah Pegunungan Bintang._
*Biarkan Pegunungan Bintang menjadi kabupaten percontohan di tanah Papua.*
