Pemerintah Daerah Teken MOU dengan Yayasan Alirena Garap Pendidikan Dasar di Pegunungan Bintang

0
20210308_095321

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Yayasan Alirena Menjadi Sala Satu Mitra Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang di Bidang Pendidikan Dasar. Yayasan ini akan grap Pendidikan Dasar berbasis Budaya Lokal Pegunungan Bintang Papua.
Dalam penyampaiannya, Prof. Hang mengatakan bahwa dalam Ketidakyakinan orang tua mengenai kemampuan anak-anak menjadi hal dasar yang selama ini membungkam seorang anak untuk berpikir ke depan dan menjadi yang luar biasa. Hal itu dikatakan Prof. Hang saat Apel perdana ASN Pada hari Jumat 5 Maret 2021.
Prof Hng sendiri adalah sala satu pendidik dari Yayasan Alirena, yang juga secara sah menjadi mitra kerja Pemerintah di bidang Pendidikan untuk lima tahun ke depan.
Efek ketidakpercayaan orang tua terhadap anak membuat anak tidak pernah maju menjadi luar biasa.
Prof Eng menegaskan juga bawah dalam Alkitab tertulis Manusia itu di ciptakan menurut gambar dan citra Allah, itu sungguh sudah luar biasa, bagaimana kita mendidiknya menjadi luar biasa sementara kita sendiri tidak menyadari bawah setiap anak/orang itu luar biasa.
“Kami siap membantu jika kami di beri kepercayaan. Yayasan Alirena telah mengelolah beberapa sekolah yang menerapkan budaya-budaya pendidikan yang Ia kenal di America. Dan ternyata sangat cocok bagi anak-anak Papua”ujar ketua Yayasan ini.
Ia juga berjanji siap membawa tim dan membuka kantor di Kabupaten Pegunungan Bintang guna membantu menerjemahkan VISI MISI Bupati dan Wakil Bupati.
Saat ini problem di Papua sangat besar, oleh sebab itu Ia tidak suka bekerja sama dengan yang terlihat manis/rapi yang terpenting adalah kedisiplinan dan cara berpikir seseorang.
“Kami akan mulai dengan Pendidikan berbasis Budaya. Barang barang lokal menjadi alat dan bahan utama kami untuk mengungkap rahasia matematika, fisika dan lainnya”katanya.
Lebih lanjut, menurutnya kami sudah mengembangkan,membuktikan kurikulum kontekstual tidak lagi menggunakan kurikulum Nasional. Dengan begitu pemahaman anak terhadap Ilmu Pengetahuan akan lebih cepat.
Ketua Yaysan itu mengatakan “kami akan mengembangkan pusat pengembangan Budaya Pegunungan Bintang Papua”ujarnya.

 

Penulis: Hendrik Singpanki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *