6 Kawasan Jadi Pailot Projekc Pembangunan di Pegunungan Bintang
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Dalam rangka membuka isolasi percepatan Pembangunan di wilayah pelosok Pegunungan Bintang, Bupati Pegunungan Bintang, Spey Bidana, ST.M.SI dan Wakilnya Piter Kalakmabin, Amd.Par menekankan pentingnya integrasi antar dinas dan badan di lingkungan Pemerintah daerah untuk bersama kawal progam percepatan Pembangunan di 6 wilayah yang akan menjadi Pailot Projekc.
Keenam daerah itu meliputi, Pertama, Bime untuk mengkaver wilayah Ketengban. Kedua, wilayah distrik Okbi Okbab. Ke tiga, wilayah Timur meliputi kiwirok, Okyip, Okyop dan Oksamol, ke empat, wilayah Batom Bias, aboy. Ke lima, meliputi iwur kawor awinbon.
Kemudian keenam, Oksibil dan sekitarnya. Semua berkonsentrasi di enam titik tersebut agar rakyat mendapatkan pendidikan yang layak terintegrasi, berpola asrama serta membangun partisipasi rakyat. ibukota sebagai pusat pelayanan pemabangunan,ekonomi pemerintahan dan politik dengan demikian semua akan terhubung dan terkafer dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
Menurut Bupati Pegunungan Bintang, UUD 24 thun 2005 tentang sistim perencanaan pembangunan di amanatkan setelah bupati terpilih paling lambat 6 bulan terjadi.
“Tapi kita akan pastikan paling lambat tiga bulan terjadi document sehingga semua SKPD berbasis pada perencanaan yang teririgrasi,terstruktur. Jadi tidak tiba ini itu sampe tiba akal untuk menghabiskan uang tanpa ada bukti yang jelas” Ujar Spey Bidana.
Menurutnya, kita butuh orang yang punya hati, tidak ada kejar-kejar uang, 10-5 tahun terakhir semua ASN pikiranya terkontaminasi dengan uang, tinggal berpikir bagimana saya dapat uang melebihi dari yang seharusnya, ASN tidak berpikir demikian, ASN itu harus berpikir apa yang harus saya buat supaya rakyat saya bisa maju di segala aspek kehidupan.
“Kita akan kerja sama dengan badan pemeriksa keuangan pusat KPK, dan mitra lain untuk audit menyeluruh guna memberantas korupsi di kabupaten pegunungan Bintang. Kami akan membuka dan memberikan ruang pastikan perbaiki kinerja para ASN yang macam2 minta2 jabatan mobilisasi rakyat stop” beber Bidana.
Untuk itu, Bupati mengimbau kepada para ASN untuk dapat mengembangkan kapasitas diri agar, mampu menjalankan tugas sesuai dengan VISI pembangunan,dengan berbagai strategi pendekatan,pembangunan berbasis kewilayaan menyangkut aspek data kelola lingkungan. guna membuka aspek isolasi wilayah dengan ketentuan enam titik pusat pengembangan wilayah tersebut.
Penulis: Hendrik Singpanki
