index

OLEH THEO SITOKDANA

Kampanye hitam dengan maksud saling menjagokan dan menjatuhkan pasangan bakal calon Bupati dan calon Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Pegunungan Bintang Periode 2020-2025 mulai nampak.

Beberapa postingan, khususnya di Facebook, baik di group ini maupun di dinding akun FB pribadi, tendensi memunculkan “kampanye hitam” (black campaign) kian mengambil tempat.

Kecenderungan ini mulai terlihat setelah adanya kepastian kalau Pilkada Kab Peg Bintang thn ini hanya diikuti 2 pasangan bakal calon yakni pasangan CODE (Costan-Decky) versus pasangan bakal calon SEPTE (Spei-Piter). Dengannya akan terjadi pertarungan “head to head” (istilahnya satu lawan satu).

Sebagai pasangan petahana yang hendak mempertahankan posisinya sebagai Bupati dan Wakil Bupati untuk periode ke dua, mereka dan tim pemenangannya telah, sedang dan akan menggunakan berbagai metode dan strategi untuk tidak melepas kursi politik yang sudah diraihnya lima tahun lalu.

Sementara pasangan SEPTE sebagai pasangan penantang maju juga dengan beragam metode dan strategi untuk merebut kursi politik lima tahunan itu.

Hal yang sebenarnya tidak boleh terjadi adalah mulai adanya kampanye hitam (black campaign) sebelum selesainya proses penetapan pasangan calon defenitif oleh KPUD Peg Bintang dilakukan.

Apapun alasannya, diharapkan agar semua pihak, khususnya pendukung ke dua pasangan agar tidak menggunakan black campaign. Black campaign adalah cara2 yang tidak bermoral, merendahkan martabat kemanusiaan kita sebagai suku2 bangsa yang hidup mewarisi warisan leluhur kita di negeri Aplim Apom.

Bangunlah cara2, strategi dan bahasa yang lebih bermartabat, lebih bermoral dan lebih manusiawi dalam mendukung dan menjagokan kandidat anda. Tidak perlu saling serang dan saling menjatuhkan karena tidak ada nilai positif yang bisa anda peroleh selain buah dari ujaran dan tindakan emosional sesaat. Jika perilaku black campaign dipakai maka anda itu ibarat sebuah batu panas penuh barah yang masih kemerahan. Jika disiram air, uap panasnya akan mengepul terbawah angin ke udara dan menghilang, sementara batu itu menjadi dingin dan tidak ada perubahan. Batu itu tetap batu yang bisa disaksikan oleh siapa saja yang memandangnya.

Sejak awal sebelum masa kampanye resmi sesuai jadwal KPUD Peg Bintang tiba, saya hendak mengajak semua komponen pendukung dua pasangan ini agar kontrol diri, gunakan etika komunikasi dan jangan menyinggung hal2 subyektif, bernuansa SARA (suku, agama, ras). Jika anda keras kepala maka bukannya anda mendukung kandidat pilihanmu, namun memiliki motivasi menciptakan konflik memanfaatkan moment Pilkada ini.

Sayangilah dirimu, hargailah sesamamu siapapun pilihan anda. Selamat mengikuti proses tahapan sesuai jadwal KPU dan raihlah kemenangan dengan penuh keharmonisan.dan damai.

Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Yepmum, Telep, Lapmum, Yelako, Ubruakane !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *