Internet Jauh Dari Layak, Pelajar Di Oksibil Kesulitan Belajar Daring
Robby Y. Wasini, di Gudang Beras Oksibil, Dok. Pribadi Untuk Tribunpapua.id
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Belajar daring menjadi salah satu solusi bagi anak-anak sekolah di tengah wabah yang menghantam hampir 100 lebih dunia yaitu pandemi Covid-19. Belajar online menjadikan salah satu alternatif bagi seluruh sekolah di Indonesia guna mencegah adanya klaster baru penyebaran virus covid-19.
Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, mengeluarkan satu poin dalam panduan tersebut adalah larangan melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka di 94% wilayah Indonesia yang berada di zona merah,orange, dan kuning. Di wilayah tersebut pembelajaran boleh dilakukan secara online.
Dengan adanya Surat Keputusan Menteri (SKB) diatas, maka Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang juga merupakan daerah yang sudah terpapar virus Covid-19. menurut data Satgas Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pegunungnan Bintang bahwa yang positif mendapatkan Covid-19 berjumlah 7 orang sehingga pihak sekolah telah menutup sekolah-sekolah dan menggunakan metode belajar jarak jauh alias daring namun yang menjadi kesulitan adalah sarana pendukung seperti internet dan jaringan forji menjadi kendala bagi anak-anak sekolah untuk belajar secara online.
Pelajar di Oksibil negeri dalam awan ini memiliki antusiasme belajar daring tetapi sarana pendukung seperti internet dan jaringan forji yang bisa mengakses internet jauh dari layak. sekalipun sudah terakses jaringan forji namun mau browsing internet saja lolanya minta ampun sampai berjam-jam baru bisa dapat akses. akses saja sulit apalagi download aplikasi atau pelajaran-pelajaran yang menunjang pembelajaran jarak jauh (daring) itu sangat susah sekali.
Ada beberapa tempat umum telah terpasang wifi gratis namun tempat umum seperti itu sangat rawan tertular virus Covid-19 maka anak-anak sekolah maupun siapa saja yang ingin wifian di tempat umum seperti itu wajib mematuhi protokol kesehatan. sekalipun di oksibil untuk internetan hanya menghandalkan wifi gratis maupun berbayar namun tidak terlalu kencang jaringanya sehingga agak sulit dan terkadang menunggu berjam-jam dalam browsing internet.
Mengenai pengalaman menggunakan internet di oksibil, salah seorang pelajar SMP YPPK Bintang Timur Oksibil (BTO) mengungkapkan bahwa “ Wifi-wifi di Oksibil lola jadi sulit download aplikasi Ruang Guru untuk belajar, padahal aplikasi ruang guru itu satu media yang cocok buat belajar daring disituasi pandemi Covid-19. dari wifi saja susah apalagi menggunakan jaringan forji mala lebih sulit dan mustahil”. tuturnya.
Oksibil yang merupakan ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang saja sudah mengalami kesulitan untuk mengakses internet menggunakan jaringan forji, apalagi di distrik-distrik yang belum ada internet sama sekali jika nantinya dilanda Covid-19 maka metode daring dan belajar online otomatis tidak mungkin digunakan oleh pihak sekolah sehingga dengan adanya pandemi Covid-19 ini menjadi tamparan besar bagi pemda guna pengadaan dan peningkatan sarana-sarana internet, jaringan forji, telkomsel dan sebagainya bisa dapat diprioritaskan terlebih khusus oksibil sudah harus lakukan peningkatan dan lakukan pengadaan bagi distrik- distrik yang belum ada sama sekali. Kita tidak tahu wabah serupa pasti akan datang entah kapan semuanya adalah misteri alam maka ada baiknya dengan sudah adanya wabah global seperti yang sekarang kita hadapi dan mengalami ini menjadi pelajaran tersendiri untuk benahi kekurangan-kekurangan yang ada dan meningkatkan yang sudah tersedia.
Penulis: Robby Y. Wasini
