Pengurus Komcab Pemuda Katolik Tambrauw Sebut Rakyat Butuh Kesejahteraan Bukan Pembangunan Kodim
Izak Bofra, Pengurus Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Tambrauw
TAMBRAUW, TRIBUNPAPUA.ID—Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat mengatakan rakyat di wilayah Tambrauw membutuhkan kesejahteraan, bukan pembangunan Kodim.
Hal itu dikatakan, Iszak Bofra, SE, pengurus Komcab, Pemuda Katolik kabupaten Tambrauw kepada media ini, 30 Juli 2020.
Menurut Izak Bofra Agenda pembentukan Kodim untuk Maluku dan Papua yang berjumlaj 31 Kodim yang direncanakan dari mabes TNI dan salah satunya adalah dikabupaten Tambrauw dirasa bahwa belum saatnya karena Tambrauw masih dalam kategori daerah yang stabil secara politik, untuk saat ini dirasa belum terlalu mendesak, ucapnya.
Walau diketahui, tujuan pendirian kodim adalah untuk menjaga keutuhan negara karena Tambrauw berbatasan dengan laut pasifik sehingga mengantisipasi ancaman dari luar skala politik regional asia dan pasifik serta juga untuk daerah terluar,terisolosir, serta juga untuk mengantisipasi gerakan politik Papua itu adalah latar belakang dari rencana pendirian kodim oleh Negara hari ini.
Namun mencermati dinamika yang berlangsung hari ini dirasa bahwa kestabilan politik di Tambrauw masih dalam kategori yang normal sehingga bagi kami Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang menilai ini sebagai upaya memecah bela persatuan Orang Papua di Tambrauw dan ciptakan konflik antar sesame orang Papua.
Izak Bofra, ketua Bidang Kaderisasi menyebut belum saatnya kodim hadir di Tamrauw karena kebutuhan rakyat Tamrauw hari ini bukan persoalan keamanan, namun persoalan kesejahteraan yakni kebutuhan akan pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang lebih baik, keadialan disektor ekonomi yang belum merata secara baik diTamrauw, infrastruktur yang belum sepenuhnya terhubung antar 29 distrik dan 216 kampung yang ada ditambrauw, ujarnya.
Selain itu persoalan aktifitas pemerintahan yang belum efektif dan stabil di Fef ibu kota kabupaten sesuai amanat uu, sehingga bagi kami bahwa kodim belum dibutuhkan untuk saat ini karena rakyat Tambrauw tidak membutuhkan Kodim, akan tetapi rakyat Tambrauw membutuhkan kesejahteraan dan kemakmuran sesuai dengan latar belakang pemekaran kabupaten Tambrauw serta amanat otsus oleh sebab itu kami dengan tegas menolak kehadiran kodim dikabupaten Tambrauw.
Izak menandaskan “Kami kwatir kehadiran kodim dapat menimbulkan konflik. Terutama dikemudian hari konflik sumber daya alam,maupun konflik sosial dengan rakyat biasa sehingga perlu kajian ulang lagi terkait dengan maksud tersebut” bebernya.
Pengurus Komcab meminta kepada pihak eksekutif maupun legislatif untuk melakukan dialog secara langsung dengan rakyat, tokoh adat, tokoh perempuan,tokoh gereja,dan pemuda agar ada suatu nota kesepakatan bersama terkait dengan rencana kehadiran kodim diTambrauw.
“Sikap kami dari Pengurus Pemuda Katolik Tamrauw dengan menolak kehadiran kodim di Tamrauw karena rakyat membutuhkan kesejahteraan disegala lini kehidupanya bukan kodim yang dibutuhkan rakyat”ucapnya.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin
