Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih Pegunungan Bintang Buka SMP di Kawasan Pendidikan
Martinus Kakyarmabin, Director of the Papua Smart School (Doc. Tribunpapua.id)
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat membuat semua orang terdorong niat untuk memperbaiki kondisi kehidupannya. Dampak perkembangan dunia turut mempengaruhi penyelenggaraan pembangunan di seluruh dunia, tidak terkecuali pelaksanaan pembangunan dan kehidupan masyarakat di Papua.
Masyarakat Papua saat ini dihadapkan dengan berbagai bentuk permasalahan hidup yang disebabkan oleh derasnya arus modernisasi sebagai konsekuensi perubahan perkembangan jaman dan teknologi yang tumbuh pesat di dunia. Masyarakat Papua yang masih hidup dalam keterbatasan intelektual, kerapuan moral dan mental, kemerosotan nilai-nilai sosial-budaya, dan hidup dalam rutinitas hidup yang kurang produktif sedang terhanyut dalam derasnya arus modernisasi.
Pada saat yang sama masyarakat dunia di wilayah Asia-Fasifik telah menyongsong terbukannya akses investasi di wilayah Asia Fasifik. Hal ini ditandai dengan terselenggaranya forum ekonomi dunia (AFEC) di PNG yang melibatkan negara-negara adikuasa seperti Cina, America, Japan, Korea, Singapore, dan lain-lain.
Secara ekonomi bangsa Indonesia termasuk negara yang memiliki wilayah strategis untuk prospek investasi yang menjanjikan bagi investor asing. Oleh karenanya belakangan ini banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan dua provinsi yang merupakan bagian integral dari Indonesia memiliki cadangan sumber daya alam yang melimpah.
Untuk itu, Yayasan Bintang Cahaya Kasih Papua mempunyai beban moral untuk menyiapkan anak anak berwawasan Global yang siap mengisi era baru ekonomi dunia.
Ferdinandus Bamulki, Ketua Yayasan Bintang Cahaya Kasih Papua mengatakan dalam rangka memenuhi tanggungjawab di bidang sosial maka Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih (YBBCK) mendirikan lembaga pendidikan formal melalui pendirian sekolah umum berpola asrama yang berstandar internasional mulai dari tingkat kelompok bermain hingga perguruan tinggi (Jangka Panjang).
“Saat ini Yayasan Bintang Cahaya Kasih telah mendirikan SD dan SMP, pada bulan Agustus 2020 ini akan mulai kegiatan belajar mengajar”Ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan mendirikan lembaga pendidikan nonformal melalui pendirian lembaga penyedia jasa kursus-kursus, jasa pelatihan, pendirian sanggar seni, dan lain-lain; Mendirikan lembaga panti dengan mendirikan panti asuhan, panti jompo, dan panti wreda; Menyediakan jasa pelayanan kesehatan dengan mendirikan Laboratorium kesehatan, poliklinik, dan Rumah Sakit;
Kemudian ia mengungkapkan yayasan melaksanakan pembinaan olahraga dengan membangun sport center; melaksanakan kegiatan riset, melaksanakan studi banding, studi lapangan dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain sarana dan prasarana pendidikan yang kami usahakan, kami bersama pemerintah daerah melalui dinas P&P Kabupaten Pegunungan Bintang berusaha merkomunikasi dengan Dirjend Pendikdas untuk memperoleh ijin operasional sekolah. Sehinggga sekolah internasional yang kami rintis bisa segera beroperasi. Sekolah yang kami rintis ini kami namakan Sekolah Papua Cerdas atau disingkat Pace School.
“Untuk menyelenggarakan pendidikan dasar standar internasional kami harus membutuhkan sumber daya manusia yang cukup memadahi mulai dari guru, pengurus sekolah, penjaga asrama, pendamping, tutor, penjaga sekolah,security, dan lain-lainnya”kata Feri Bamulki belum lama ini.
Tahun ini kami telah dibantu oleh pemdah Pegunungan Bintang untuk mengirim calon guru-guru untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris di Yayasan AILF Bali. Hanya saja ditengah perjalanan studi mereka Indonnesia terkena dampak wabah COVID-19 sehingga mereka terpaksa dipulangkan.
Namun demikian kami sudah berkordinasi dengan pihak lembaga penyedia kursus AILF Bali sehingga mereka bisa studi online menggunakan aplikasih zoom. Sementara itu untuk falitas sekolah PACE School saat ini Pemerintah Daerah siap membantu membangun sarana dan prasaran di sekitar lokaksi tanah khususkan sebagai kawasan pendidikan di Pegunungan BIntang yakni di sekitar Yapimakot. Pembangunan sekolah, asrama dan fasilitas penunjang kegiatan PACE School akan dibangun oleh pemdah dan dihibakan kepada yayasan.
Yayasan akan menggunakan fasilitas ini untuk mendidik, membina dan mencerdasakan anak-anak Pegunungan Bintang secara khusus dan untuk anak-anak Papua secara umum.
Perlu diketahui bahwa Sekolah Papua Cerdas ini mulai belajar mengajar pada 15 Oktober 2019 di Serambakon. Fokusnya di kampung Wanbakon, Singsingbuk, dan Kampung Seramkatop dengan jumlah siswa 54 anak.
Direktur Sekolah Papua Cerdas, Martinus Kakyarmabin kepada media ini menjelaskan pada tahun ini proses seleksi berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini anak didik direkrut dari 92 Sekolah yang ada di Pegunungan Bintang.
“Kami kerja sama dengan kepala dinas pendidikan Pegunungan Bintang dan koordinasi dengan 92 kepala sekolah yang ada di Pegunungan Bintang, untuk melakukan seleksi anak didik”ucapnya.
Menurutnya sampai dengan saat ini jumlah siswa yang dinyatakan lolos seleksi sebanyak 182 anak. Siswa SMP sebanyak 157 orang dan SD 25 orang.
Kemudian, Papua Smart School juga membuka kelas jarak jauh di 5 kampung. Lima kampung tersebut antara lain Denom Atukbin, distrik Pepera dengan 60 Siswa, kampung BTN 2 distrik Tarup sebanyak 50 Siswa, kampung Tumkubi distrik Tarup, kampung Ewen dan kampung Iwur distrik Iwur.
Menurut Martinus, guru guru yang akan mendidik anak anak kelas jarak jauh ini sudah kami siapkan sebanyak 5 Guru. Kami siapkan dari guru lokal, ucapnya.
Konsep Sekolah Berpola Asrama di Kawasan pendidikan Serambakon
Menurut Martinus Kakyarmabin, anak anak yang direkrut baik SD maupun SMP akan ditampung di Asrama dan pengawasan yang ketat. Saat ini sedang bangun gudung di kawasan Pendidikan Sermbakon, pada tanggal 17 Agustus akan Launching gedung sekolah tersebut.
Semua penunjang pendidikan pusatkan di kawasan pendidikan, beralamat kampung Siminbuk, distrik Serambakon Pegunungan Bintang. Kegiatan Olah raga, bangunan sekolah, asrama, perpustakaan dan lainnya.
Materi ajar yang diajarkan kepada anak anak PACE School adalah lebih pada sains, Bahasa, pengembangan spiritual, kebudayaan lokal, pengembangan diri, disiplin. Semua materi dibuat dalam kurikulum sekolah.
“Bikin kurikulum sendiri, selain ikuti kurikulum nasional. Ada perbedaannya. Anak anak yang keluar dari sekolah ini, memiliki kualitas yang berbeda dari sekolah lain”ujar martinus.
Lebih lanjut ia menjelaskan untuk tahun 2020 masi menggunakan Bahasa Indonesia-Inggris tapi untuk tahun depan menggunakan bahasa Inggris.
Bagaimana dengan Tenaga Kependidikan di Papua Smart School
Menurut Direktur Papua Smart School, untuk tenaga kependidikan: Guru asing masi tetap, dari Filipin dan Australia, kedepan kita akan rekrut lagi tenaga eropa atau pasfik. Bersama guru lokal yang selesai pendidikan guru bahasa Inggris dan mereka sudah agreet pengetahuannya thesoll atau sama seperti guru mengajar guru.
Mereka bisa menysusun kurikulum, materi ajar dan lainnya. Mereka selesai pendidikan khursus bulan Oktober. Jumlah Guru yang mengikuti pendidikan Kursus ILF Bali sebanyak 8 Orang, 3 Orang pendatang dan 5 orang asli Pegunungan Bintang.
Menurutnya, untuk sistem belajar di Asrama menggunakan IT. Belajar secara Online, tahun ini bulan agustus. IT Contol. Kami sudah kerja sama dengan Yohanes Surya, belajar Online. Materi Sains guru tidak ada, kita belajar online bersama Yohanes Surya, ujarnya.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin
