Sekolah Papua Cerdas Bikin Asrama dan Kelas Jarak Jauh

0
20200710_111253

Martinus Kakyarmabin, Director of the Papua Smart School (Doc. Tribunpapua.id)

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Sekolah Papua Cerdas atau Papua Smart School pada tahun 2020 ini telah membangun Asrama dan buka kelas jarak jauh dengan tujuan anak anak kelas 5 dan 6 disiapkan dengan baik supaya saat masuk SMP bisa nampung di asrama.

Direktur Papua Smart School, Martinus Kakyarmabin mengatakan asrama dibangun untuk menampung anak anak SMP. “Sekolah ini berpola asrama dan karena sekolah standar Internasional maka semua siswa dan guru menggunakan bahasa Inggris”ucapnya.

Menurutnya, tahapan Pembangunan asrama sudah dikerjakan, akan klear pada bulan Agustus. Proses belajar mengajar akan launching pada tanggal 17 Agustus 2020. Sekolah berpola asrama ini berada di kawasan Pendidikan, kampung Siminbuk, distrik Serambakon Pegunungan Bintang.

Lebih lanjut ia mengatakan materi ajar lebih pada sains, pengembangan spiritual, kebudayaan lokal, akan dimuat dalam materi mulok, pengembangan diri, disiplin. Bikin kurikulum sendiri, selain ikuti kurikulum nasional. Ada perbedaannya. Anak anak yang keluar dari sekolah ini, memiliki kualitas yang berbeda dari sekolah lain.

“Materi yang diajarkan sesuai kurikulum nasional, juga bikin kurikulum sendiri sesuai dengan standar standar Internasional”ujapnya.

Bagaimana Dengan Gagasan Sekolah Jarak Jauh

Menurut Diretur Sekolah Papua Cerdas, sekolah jarak jauh dibuat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. Anak anak mendapatakan pendidikan yang layak dengan metode ajar yang sesuai standar standar.

“Tahun ini ada 5 kampung yang menjadi sasaran proses belajar mengajar jarak Jauh. Tahun depan kita akan mneingkatkan lagi”ucapnya.

Guru guru yang akan mendidik kelas jarak jauh sudah direkrut, pekan depan ditreningkan, kemudian akan ditempatkan di sekolah sekolah yang sudah ditetapkan. “Para guru ini dengan tujuan mengajar anak anak kelas 5 dan 6. Kelas persiapan masuk Papua Smart School di Serambakon, ucapnya.

“Matrikulasi selama setahun, Setelah rekrut, masuk SMP langsung di Asrama”bebernya.

Kelas jarak jauh ini kita tidak hanya fokus 5 kampung tetapi ke depan ke seluruh SD yang ada di Pegunungan Bintang. Fasilitas pendidikan sudah lengkap ke depan kita rekrut dari setiap distrik. Peserta didik khusus anak anak asli Pegunungan Bintang.

Penulis: Fransiskus Kasipmabin  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *