Eksploitasi Tubuh Perempuan Oleh Kapitalis Menurut Konsep Emmanuel Levinas
OLEH VINCENT UROPMABIN
Pengantar
Pada dasarnya Allah menciptakan manusia serupa dan segambar denganNya. Dengan demikian, manusia adalah ciptaan Allah yang berbeda dengan ciptaan lainnya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang dilengkapi dengan akal budi sudah semestinya untuk bisa membedakan dia laki-laki dan dia perempuan, sebab Allah menciptakan manusia untuk hidup saling mengasihi satu sama lain. Terlepas dari itu (membedakan dia laki-laki dan dia perempuan), manusia sudah harus bisa menarik garis pembeda sesuai dengan konteksnya, hal ini supaya bisa menjunjung tinggi kesetaraan gender. Misalnya, kesamaan berpolitik dan kesamaan hak untuk menghargai harkat dan martabatnya sebagai ciptaan yang setara. Allah menciptakan manusia secara berpasangan, begitu pula dengan ciptaan lainnya, seperti tanah dan air, siang dan malam, matahari dan bulan, dan ciptaan lainnya.
Eksploitasi Tubuh Perempuan oleh Kapitalis
Dewasa ini tubuh perempuan bukan milik seorang perempuan itu sendiri. Sebagian perempuan tumbuh di dunia penuh dengan tuntutan bahwa tubuhmu tidak bagus jika tidak merubahnya. Sebab, sebagian tubuh perempuan yang tertekan dalam Negara yang menganut sistem kapitalisme adalah dagangan yang nilainya tidak jauh beda dengan barang dagangan lainnya. Hal seperti inilah yang merubah pola pikir sebagian perempuan untuk tampil lebih sexy agar dinilai aduhai, seakan nasibnya berada ditangan orang lain. Agar supaya terlihat sexy, berbagai tuntutan pun menghampiri sebagian perempuan untuk melakukan berbagai upaya. Upaya tersebut seperti, mengonsumsi makanan dan minuman serta program diet laris manis dan senam triner yang bisa membantu menurunkan berat badan sesuai resep yang ditawarkan walaupun harganya selangit.
Perintah kaum kapitalis terhadap kaum buruh seperti,“jangan malas, jangan pernah merasa lelah, tingkatkan produksi kerja keras, dan disiplin pada pekerjaan.”. Dogma berupa perintah seperti ini pula yang di perlakukan terhadap sebagian perempuan untuk harus tampil cantik dan sexy. Dari perlakuan kapitalis terhadap sebagian kaum perempuan seperti inilah yang mendorong penulis untuk menambil konklusi. Bahwasanya, tubuh sebagian sebagian perempuan telah dijadikan barang dagangan yang nilai jualnya ditentukan oleh kapitais melalui kartel-kartelnya.
Kekerasan Terhadap Kaum Perempuan Oleh Kapitalis
Perlakuan kaum kapitalis secara kasar terhadap sebagian kaum perempuan perlu disoroti. Sebab, kapitalis menjadikan sebagian tubuh perempuan sebagai barang komoditi sekaligus menghilangkan harkat dan martabat kaum perempuan sebagai ciptaan Allah yang berakal. Melihat kekerasan seperti ini sungguh ironis, sehingga mesti dilawan guna mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan dari kapitalisme.
Kapitalis menciptakan produk tubuh sempurna dan kebahagiaan hidup untuk mempengaruhi perempuan sedemikian rupa, sehingga mereka (Perempuan) merasa bahwa tubuh mereka tidak ideal atau oke. Pengiklanan melalui media masa maupun elektronik, sebagian perasaan perempuan dipengaruhi untuk memiliki tubuh yang sexy supaya diterima oleh masyarakat pada khususnya kapitalis itu sendiri sebagai simbol popularitas. Karena bagi sebagian orang, terlebih khsusus para kapitalis yang bergerak di dunia eksploitasi kaum perempuan. hanya perempuan berbody sexy seperti Barbie bear yang akan dihargai dan diterima dihadapan masyarakat.
Perempuan bertubuh ideal muda akan mendapatkan pekerjaan dan dibayar mahal kemudian muda mendapatkan pekerjaan baik itu birokrasi pemerintahan maupun Badan Usaha Milik (BUMN), serta perusahaan-perusahaan swasta. Sedangkan sebaliknya tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan berikut dibayar dengan upah yang sangat murah.
Kapitalis benar-benar menuntut kaum perempuan untuk mengikuti berbagai produk yang ditawarkan melalui media massa maupun media elektronik. Hal itu agar supaya, kapitalis menjadikan tubuh perempuan sebagai barang komoditi atau barang dagangan sehingga diperjual belikan. Perdagangan yang sering dilakukan seperti: Pekerja Seks Komersial Langsung (PSKL), Pekerja Seks Komersial Tak Langsung (PSKTL), tempat pijat, bar, karaoke, dan tempat lokalisasi lainnya. Terlepas dari itu, perlu ada hukum yang melindungi perempuan sebagai manusia yang punya harkat dan martabat dihadapan Allah. Hal ini agar supaya memberikan keleluasaan kepada perempuan untuk menentukan masa depannya.
Referensi :
Ditmar, 2008.Budaya Konsumen, Identitas Dan Kesejahteraan Pencarian “Kehidupan Yang Baik” Dan Bertubuh Sempurna,
Demmy Namsa,2010.kritik atas kapitalisme tubuh menurut konsep keberlainan levinas, Sekolah Tinggi Fajar Timur (STFT) Jayapura.
Levinas Emmanuel,1969.Totalitas Dan Tak Terhingga, Trans. Alphonso lingis pers universitas Pittsburgh.
Penulis: Vincent Uropmabin, Anggota Aplim Apom Research Group (AARG) Tinggal di Hollandia
