Teknologi Mempengaruhi Pola Pikir Generasi Muda Papua

0
14

Foto Ilustrasi Teknologi Membentuk Manusia

Oleh Yosehpus Tapyor)*

Landasan pemikirannya adalah bagimana manusia itu ada dan seharusnya ada di dunia. Tentu pada hakekatnya manusia adalah otoritas pengguna hakikat dunia yang disupordinasikan oleh penikmat dunia tanpa melihat dampak baik dan buruknya. Dari dunia yang serba sederhana dengan sendirinya mengantarkan manusia kepada dunia globalisasi untuk mengotak-atik dunia itu berdasarkan rasionalitasnya.

Manusia saat ini memasuki dunia digital atau biasa dikategorikan sebagai dunia teknologi (mas media). Semua sarana teknologi yang manusia gunakan sekarang mendeteksikan dilema yang kemudian akan dihadapi oleh generasi muda yang akan datang.  Karena generasi muda yang akan datang merupakan tulang punggung masa depan bangsa dan negara di suatu daerah. Kemajuan suatu bangsa juga sering dikaitkan dengan bagaimana  peran  dan  keterlibatan generasi muda di dalamnya, seperti produktifitas generasi muda memanfaatkan teknologi (media) yang arahnya demi kemajuan eksistensi bangsanya. Sebab generasi mudalah yang akan menjadi tolak ukur kemajuan bangsa.

Bagaimana teknologi mulai mempengaruhi pola pikir generasi muda Papua? Adanya perkembagan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan generasi muda Papua saat ini, saya mengamati bahwa kebanyakan dari generasi muda Papua memanfaatkan berbagai macam teknologi (media) tanpa disadari dampak baik dan buruknya. Pada hal, sebenarnya media ini sedang menutupi ruang dan pola pikir generasi muda Papua saat ini.

Memang tidak salah bila generasi muda Papua harus gunakan berbagai media untuk mempermuda berbagai kebutuhan. Sekarang jaman globalisasi sehingga tidak heran untuk menggunakan media sosial. Tentu generasi muda pun ikut serta dalam menggunakan alat-alat teknologi yang membantu dalam berlansungnya keseharian hidup pada jaman now. Pada kenyatannya generasi muda saat ini merupakan pelaku konsumtif  media  masa  sekaligus sebagai agen of change (agen perubahan) masa depan Papua. Namun yang menjadi malasahnya adalah generasi muda Papua sendiri menyalahgunakan teknologi sehingga membuat mereka mempersempit ruang gerak serta pola berpikirnya. Apakah dengan hadirnya  teknologi  membawa dampak positif dan juga dampak negatif?

Melihat dari dampak positif, hadirnya teknologi sebenarnya sangat membantu dan memudakan setiap generasi muda untuk berkomunikasi, baik melalui lisan ataupun melalui tulisan. Misalanya, di bidang pendidikan, dalam pembelajaran di sekolah-sekolah tingkat menegah maupun perguruan tinggi, terutama yang terdapat di perkotaan, studinya tergantung pada teknologi atau studinya melalui online. Praksisnya para siswa dan mahasiswa diperkenankan untuk memulai pendaftaran, pengurusan kartu  rencana  Studi  (KRS), pembayaran uang SPP, aktif kuliah, mengerjakan tugas, mengirim tugas-tugas, pemberitahuan informasi umum, serta transfer data-data penting lainya semua melalui media online. Saya melihat bahwa praktek ini merupakan dampak positif dari penggunakan media online (teknologi).

Sedangkan dilihat dari dampak negatifnya, bahwa hadirnya teknologi membuat generasi muda Papua tidak ada niat untuk belajar secara serius, kurangnya minat membaca buku dan menulis. Sehinga berakibat pada merubahnya pola pikir, tidak dapat berpikir secara baik dan belum bisa mengerjakan tugas dan hal lainya berdasarkan pada kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian tugas-tugas yang diberikan dari para guru atau dosen tidak menggunakan pada kemampuannya sendiri tetapi ditempuhnya melalui sarana media oline alias “pace Google”, yang tentu berakibat pada mentalitas ketergantungan. Dengan hadirnya teknologi membuat orang mudah mulai terlena, mulai tidak ada kedasaran untuk menjalankan tugas dan pekerjaan yang mesti harus dikerjakan. Pada hal kalau dimengerti dan diterima baik sebenarnya manusialah yang seharusnya mengendalikan teknologi dan bukan sebaliknya. Sebab manusia yang membuat sehingga pentinglah menguasai dan mengontrol teknologi secara baik dan benar.

Saya mau menggarisbawahi bahwa dengan hadirnya teknologi berpengaruh bukan hanya bagi generasi muda yang nota bene adalah siswa dan mahasiswa (di bidang pendidikan), tetapi ia (teknologi) merembes ke semua dimensi kehidupan. Maka, penting untuk disadari bahwa manusia (orang muda) harus menguasi dan mengontrol teknologi agar tidak terbawa harus dengan adanya perubahan zaman. Dengan kesadaran demikian pastilah manusia akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga dan sebagainya. Dalam hal ini manusia (orang muda) tentunta mesti tahu diri, tahu tempat dan tahu waktu untuk menggunakan teknologi atau media (internet). Karena kebanyakan dari orang muda salah menggunakan teknologi sehingga sudah, sedang dan akan merubah total gerak dan pola pikirnya.

Solusi yang saya pikir baik untuk diperhatikan secara saksama ialah manusia (generasi muda) mesti memilah-milah dalam penggunaan teknologi (media); berusaha untuk menguasai teknologi dan mengontrolnya dengan baik. Kalau tidak mengambil tindakan demikian, maka sangat diperihatinkan bahwa media akan mempersempit ruang dan waktu, sehingga dampaknya tidak sadar akan menganggu aktitivas manusia (generasi muda) yang sesungguhnya. Juga tentu secara tidak sadar teknologi memanjakan generasi  muda  sebagai  makhluk  berpikir  dan bekerja sehingga merubah mentalitas menjadi malas tahu dengan keadaan dan situasi yang terjadi.

Dengan demikian generasi muda dilemahkan daya dan pola berpikir yang  baik  dan benar pula. Maka yang perlu generasi muda perhatikan di sini adalah mesti ada ketegasan dari dalam diri sendiri demi menata masa depan yang lebih baik.

 

Penulis: Yosehpus Tapyor,  mahasiswa USTJ Jurusan Ilmu Pemerintahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *