Mengelolah Pertanian Yang Menghasilkan Nilai Tambah di Pegunungan Bintang

0
2

Oleh Pampilia Kalakmabin)*

Kabupaten Pegunungan Bintang adalah salah satu Kabupaten di Papua yang berada di Timur provinsi Papua, yang perbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu  negara Papua New Guniea (PNG). Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki sumber daya alam yang berlimpah, terlebih aspek pertanian seperti umbi-umbian, sayur-sayuran, dan hasil pertanian lainnya yang didukung oleh kondisi wilayah dan kesuburan tanah yang sangat baik untuk membudidayakan  berbagai jenis tanaman yang di tanam  sehingga dapat menghasilkan nilai tambah yang akan memberikan banyak keuntungan besar kepada masyarakat pribumi.

Bertani dan memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat pribumi  yang ada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang  sudah menjadi tradisi dari nenek moyang. Namun kini  di Pegunungan Bintang  pertanian tidak diutamakan. Pada hal pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola hidupnya menjadi lebih makmur dan sejahtera. Pertanian juga adalah salah satu sektor utama yang akan mendorong dan mengembangkan ekonomi masyarakat setempat.

Oleh karena  itu, pertanian menjadi sumber utama dalam satu kabupaten, terlebih di Kabupaten Pegunungan Bintang. Jika pertanian di satu  kabupaten  tidak memenuhi kebutuhan, maka kabupaten itu akan membutuhkan bahan pangan dari kabupaten lain.

Wilayah Pegunungan Bintang adalah wilayah yang kaya akan potensi alam mulai dari pangan lokal hingga pertanian industri. Maka  itu utamakanlah pertanian dan  manfaatkanlah hasilnya untuk  memenuhi kebutuhan hidup masyarakat pribumi  dengan membuat nilai tambah seperti membudidayakan petatas ( boneng ) hingga menjadi sebuah nilai tambah yang efisien.

Nilai tambah sendiri  (value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditi karena mengalami proses pengolahan, pengagkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produk. Misalnya membuat nilai tambah dari petatas. Petatas (boneng) adalah salah satu makanan khas yang ada di Pegunungan Bintang dan memiliki banyak manfaat dan mineral dalam tubuh seperti kalsium, dan maknesium yang bisa di olah ke dalam berbagai bentuk makanan seperti membuat kue, gorengan, bolu, makanan ringan seperti cemilan, kerupuk dan sebagainya yang akan diproduksi dan  dipasarkan ke kios-kios, dan toko-toko yang ada di ibu kota tepatnya di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Untuk mengurangi kerugian para petani yang sedang  berkebun hingga pada proses pemanenan dan proses  penjualan di pasaran pemerinta harus bekerja sama dengan dinas bersangkutan seperti dinas pertanian untuk mengolah setiap hasil masyarakat lebih kususnya para petani dengan  membuatnya dalam bentuk nilai tambah yang akan menambah banyak penghasilan dan keuntungan bagi masyrakat pribumi.

Dengan adanya prores penjualan suatau produk petatas  hingga membuatnya dalam  nilai tambah yang membawa hasil  menguntungkan kepada para petani maupun masyarakat setempat dapat mendorong para petani untuk lebih giat dalam berusaha demi mendapatkan kesejahteraan hidup.  Juga para penyuluh pertanian siap membimbing dan membagi ilmu dan  pengalaman bagi masyarakat setempat dan para petani agar mereka bisa mengembangakan ilmu yang mereka dapat  sehingga hasil pertanian seperti petatas tidak di konsumsi begitu saja melainkan di olah dalam beragam bentuk makanan atau cemilan yang menggerakan banyak minat para konsumen di wilayah tersebut.

Akhirnya dengan mengutamakan pertanian nilai tambah di Kabupaten Pegunungan Bintang  dengan memanfaatkan sumber daya alam dan potensi masyarakat dapat melancarkan roda perekonomian  dan mengurangi kerugian yang dialami petani saat menjual hasil panen di pasar. Maka pertanian  nilai tambah sangat di butuhkan dan penting   untuk menggurangi kerugian para petani dengan menggola hasil tanaman yang ditanam oleh para petani dengan cara mengolahnya dalam bentuk  nilai tambah demi kesejahteraan bersama.

Dengan mengelolah dan mendorong pertanian nilai tambah oleh pemerintah daerah Pegunungan Bintang dapat menjadi model pertanian di setiap kabupaten lain di Papua untuk mengembangkan potensi sumber daya alam  demi mengembangkan kemandirian ekonomi rakyat yang menghasilkan nilai tambah kesejahteraan orang Papua.

 

Penulis: Pampilia Kalakmabin, Mahasiswi Jurusan Agrobisnis  di Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *