Pelayanan Publik Tersendat, Masyarakat Minta Kadis Berkantor di Kantor Distrik Oksamol
OKSAMOL, TRIBUN PAPUA.ID—Pelayanan publik yang prima, lancar dan melayani masyarakat dengan penuh kasih menjadi harapan semua warga di suatu daerah. Melayani administrasi kependudukan, dokumen dokumen yang dibutuhkan demi kelancaran pembangunan, supaya kehadiran pemerintah di daerah tersebut benar benar dirasakan masyarakat setempat. Apalagi wilayah wilayah perbatasan seperti distrik Oksamol Pegunungan Bintang Papua.
Distrik Oksamol merupakan salah satu distrik dari 34 distrik di Pegunungan Bintang yang dimekarkan berdasarkan peraturan daerah nomor 6 tahun 2008 tentang pemekaran distrik dan kampung di Pegunungan Bintang. Distrik Oksamol dimekarkan menjadi sebuah daerah otonmi baru dari distrik Kiwirok. Sudah 12 tahun distrik ini dimekarkan, pelayanan publik di wilayah itu belum maksimal. Sampai dengan akhir tahun 2019, rombongan anggota DPRD Pegunungan Bintang berkunjung ke Tinibil kepala distrik juga belum berada di tempat tugas.
Laporan tersendatnya pelayanan pemerintahan distrik Oksmaol diterima Anggota DPRD Pegunungan Bintang, Yanus Delka ketika melakukan kegiatan reses di daerah Pemilihan dua Distrik Oksamol, Okyop dan Okyip pada akhir tahun 2019 lalu.
Anggota DPRD dari Partai Golkar tersebut mengatakan “Saya telah menerima laporan dari Staf distrik maupun masyarakat di sana bahwa kepala distrik tidak di tempat tugas melayani masyarakat, bahkan dana oprasional kantor dari beberapa sumber pendapatan tidak pernah realisasi di sana” katanya kepada media ini, ketika media ini ketemu di kantor DPRD Pegunungan Bintang belum lama ini.
Ia menjelaskan, pelayanan publik harus transparan dan akuntabel sehingga keterbukaan informasi terkait realisasi anggaran perluh diketahui juga staf distrik. Jika tidak melakukan transparan maka, staf juga tidak aktif di kantor sehingga pelayanan publik menjadi tersendat, ucapnya.
Tidak hanya kepala distrik yang tidak pernah masuk, tetapi menurut dia para kepala sekolah juga tidak pernah masuk di skeolah sekolah. Kepala sekolah SMP maupun dua kepala sekolah SD yang ada di distrik Oksamol.
Untuk itu, ia berharap semua unsur pimpinan di wilayah itu untuk melayani pelayanan publik di Distrik Oksamol Pegunungan Bintang. Distrik ini butuh sentuhan pemerintah, agar masyarakat di sana benar benar mendapatkan pelayanan pemerintah daerah, ucapnya.
Fransiskus Kasipmabin
