50 Anak Ikut Orientasi Siswa Sekolah Internasional di Serambakon

0
FB_IMG_1571132702358

SERAMBAKON, TRIBUN PAPUA—Sekolah Internasional Serambakon mulai mengikuti orientasi siswa berupa pendampingan, pengenalan, cek up kesehatan, tes kemampuan bahasa Asing, psikomotorik, pengenalan bagaimana beradaptasi, pengenalan dasar dasar bahasa Asing, memotofasi anak anak untuk giat belajar dan kegiatan lainnya selama tiga bulan ke depan. Kegiatan orientasi tersebut dimulai pada Selasa, 15 Oktober 2019 di Gedung Sekolah Internasional Serambakon.

Ketua Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih, Ferdiandus Zacyok Bamulki kepada awak media usai mengikuti pembukaan orientasi siswa mengatakan Siswa yang teraftar dan mengikuti orientasi siswa sekitar 50 an lebih anak, mulai dari anak anak SD hingga SMP. Antusiasme anak sangat luar biasa, sehingga tadi ada penambahan anak didik, ada yang datang sendiri dengan motifasi belajarnya sangat tinggi, kemudian ada yang diantar orang tuannya.

“Tiga bulan ke depan, mulai bulan Oktober, November sampai Desember siswa hanya dapat  materi  orientasi, hanya sebatas pengenalan awal, dialog bersama Guru dan anak sedangkan materi akan dimulai pada bulan januari 2020, tahun depan”, ucapnya.

Menurut ketua, saat orientasi ini akan memperketat proses belajar mengajar, tes kemampuan, pemeriksaan kesehatan anak, karena tidak hanya belajar bahasa Ingris tetapi anak anak didik harus sehat secara jasmani maupun rohani.

Tiga bulan ke depan dibekali bagaimanan membentuk manusia yang mempunyai Etitut, moral, karakter dan pengetahuan, pengembangan keterampilan. Sehingga, kegiatan tadi merupakan pembukaan belajar mengajar dengan diawali orientasi anak anak.

Untuk itu, tentu butuh dukungan dari semua pihak, terlebih kepada orang tua anak. Orang tua anak mendukung penuh anaknya supaya bisa belajar di sekolah ini. Mereka diajarkan supaya keluar dengan kemampuan bahasa inggris yang mumpuni.

Lebih lanjut ia menjelaskan Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih, untuk sementara bergerak dibidang pendidikan dasar, bergerak dibidang pengembangan SDM. Progres Yayasan terhadap mendukung visi pemerintah daerah membangun SDM Pegunungan Bintang yang unggul dan berdaya saing Global. Dengan mendidik anak anak yang akan dikrim ke ILF Bali, Sekolah Genius Tanggerang. Membangun SDM dari usia dini.

Ia berpandangan Konsep sekolah internasional ini tidak seperti lasim yang dilakukan oleh pemerintah daerah atau pusat dengan mengirimkan pelajar atau mahasiswa berstudi di Luar Negeri, belajar bahasa Inggris. Konsekwensinya tentu mengeluarkan waktu dan biaya yang sangat mahal, tetapi ketika kita membangun konsep dengan membuka sekolah internasional dengan mendatangkan tenaga Asing, tentu tidak mengeluarkan biaya yang tinggi, efisiensi anggaran dan pemanfaatan tepat sasaran.

“Jadi yayasan ini berusaha untuk menghadirkan lingkungan itu. Lingkungan dimana semua semua komponen yang ada diwajibkan menggunakan bahasa Inggris, karena pendamping sekaligus pendidik adalah Orang asing yang berasal dari Filipina yang tidak tau bahasa Indonesia” ujar ketua.

Ketua Yayasan menjelaskan sekolah ini pemerintah daerah dalam hal ini bupati sangat mendukung penuh, untuk itu semua pihak sama sama mendukung gerakan pendidikan yang positif ini. Terutama oran tua anak harus menyerahkan anak kepada yayasan untuk dibina supaya anak bisa terlahir sebagai generasi generasi milenial yang mampu bersaing secara Global.

“Tantangan kita besok adalah tantangan globalisasi di wilayah Asia Pasifik yang semakin terintegrasi, pasar bebas di kawasan Asia Pasifik. Papua menjadi sorotan dunia, untuk itu mereka ini disiapkan untuk menjadi pelaku, bukan penonton.

Kita orang Papua harus berpikir Global dan mampu bersaiang di era globalisasi tersebut. Anak harus menguasai bahasa asing agar menjadi pelaku dalam pasar bebas Asia Pasifik ini. Anak anak ini akan disiapkan saat orang Papua dihadpakan pada situasi dimana Dunia terintegrasi, geopolitik dunia. Mereka akan menjadi pelaku pembangunan pada saat itu, mereka menangkap peluang dan mengatasi kemungkinan persoalan yang dihadapi saat itu dimasa mendatang, ucapnya.

Menurutnya, yayasan ini akan fokus pengembagannya selain pendidikan dasar,  pemberdayaan masyarakat menjadi program penting, ada peningkatan kapasistas aparatur pemerintahan kampung, ucapnya.

 

Penulis: Fransiskus Kasipmabin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *